Ada lagu-lagu yang terdengar indah, dan ada lagu yang terasa menyentuh sampai ke hati. Buat saya, “Nobody Gets Me” dari SZA termasuk yang kedua. Lagu ini merupakan bagian dari album "SOS", dan sejak pertama mendengarnya, saya langsung tahu bahwa ini bukan sekadar lagu sedih biasa, melainkan sebuah curahan hati yang penuh kejujuran.
Dengan hanya iringan gitar akustik yang sederhana, SZA berhasil membawa pendengar ke ruang batinnya yang paling personal. Lagu ini adalah tentang kehilangan, penyesalan, dan betapa sulitnya merasa dipahami ketika satu-satunya orang yang bisa mengerti kita telah pergi.
Salah satu hal yang membuat saya jatuh hati pada lagu ini adalah vokal SZA yang terdengar begitu jujur. Ia menyanyi tanpa banyak hiasan, seolah sedang berbicara langsung pada kita. Lirikseperti “Nobody gets me, you do” tidak terdengar klise sama sekali. Justru, kalimat itu menjadi pusat emosi lagu ini. Siapa sih yang tidak pernah merasa seperti itu, rindu pada seseorang yang dulu bisa memahami kita tanpa banyak kata?
Saya pribadi merasa sangat relate dengan lagu ini, terutama bagian chorus-nya. Kadang kita mencoba untuk move on, bertemu orang baru, membuka lembaran baru. Tapi, tetap saja, ada orang yang dulu pernah mengisi ruang itu dengan begitu tepat, dan rasanya tidak ada yang bisa menggantikannya.
SZA tidak hanya menyanyikan lagu tentang kesedihan, ia juga membagikan kilasan-kilasan kenangan masa lalu, mulai dari momen manis sampai pertengkaran yang menyakitkan. Ia menyebut bagaimana dulu bisa tampil apa adanya tanpa make-up, dan merasa nyaman sepenuhnya. Tapi seiring berjalannya waktu, hubungan itu berubah menjadi penuh konflik dan rasa kecewa.
Salah satu lirik yang cukup kuat adalah ketika ia bilang, “I pretend when I'm with a man it's you.” Di situ terasa sekali bahwa meskipun ia mencoba melanjutkan hidup, bayang-bayang hubungan sebelumnya masih membekas dalam hatinya.
Dan ini bukan hanya tentang orang lain, tapi juga tentang dirinya sendiri. Di lagu ini, SZA tidak mencoba menjadi korban. Ia mengakui bahwa ia pun punya kesalahan, bahwa karier kadang membuatnya menjauh dari cinta. “If I was you, I wouldn't take me back.” Kalimat itu terasa begitu pahit, namun sangat jujur.
Saya suka bagaimana musik di lagu ini dibuat minimalis. Hanya berisi gitar dan vokal. Tapi justru dari situlah kekuatan lagu ini muncul. Tidak ada instrumen berlebihan yang mengalihkan perhatian. Kita fokus sepenuhnya pada kata-kata, pada suara SZA, dan pada emosi yang ia sampaikan.
Kadang, kita tidak butuh lagu dengan beat cepat atau aransemen kompleks untuk bisa merasa terhubung. Cukup satu suara yang berbicara dari hati, dan itulah yang diberikan SZA di lagu ini.
Buat saya pribadi, lagu “Nobody Gets Me” mengingatkan bahwa tidak apa-apa merasa rapuh. Tidak semua orang akan bisa memahami kita, dan itu wajar. Tapi ketika ada satu orang yang pernah bisa melihat kita apa adanya, kehilangan itu memang bisa terasa sangat besar.
Lagu ini juga menyadarkan bahwa perjalanan move on itu tidak selalu lurus. Kadang kita merasa sudah kuat, tapi ternyata masih berpura-pura. Dan mungkin, salah satu cara untuk mulai sembuh adalah dengan jujur pada diri sendiri, seperti yang dilakukan SZA dalam lagu ini.
“Nobody Gets Me" bukan hanya sekedar lagu sedih. Ini adalah cerita tentang kedekatan yang mendalam, tentang identitas yang sempat kita sandarkan pada orang lain, dan tentang bagaimana sulitnya melepaskan orang yang benar-benar mengerti keadaan kita.
Kalau kamu sedang dalam masa sulit, entah karena putus cinta atau sedang mencoba berdamai dengan masa lalu, coba dengarkan lagu ini. Siapa tahu, kamu akan merasa sedikit lebih dipahami, setidaknya oleh SZA.
Baca Juga
-
Belajar Mengambil Keputusan Lewat The Decision Book Karya Mikael Krogerus
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Dari Ongkos Transportasi hingga Harga Sembako
-
Polemik Modifikasi Kurikulum, Kenapa Lulusan Masih Sulit Siap Kerja?
-
Durasi Musik Modern Semakin Pendek, Apakah Kreativitas Ikut Berubah?
-
Efisiensi Anggaran tapi Gaji Tetap: Apakah Masyarakat Merasakan Manfaatnya?
Artikel Terkait
-
Terkurung Ekspetasi, Lagu ENHYPEN Shout Out Jadi Simbol Kebebasan Gen Z
-
Bawa Lagi Kejayaan Lagu Anak-Anak, Etenia Croft Sukses Gelar Konser 'Bersinar'
-
Kang Daniel Ajak Tak Ragu Buka Perasaan Cinta di Lagu Baru Bertajuk Episode
-
Bukan Kejar-kejaran, Ini Makna Lagu Debut Hearts2Hearts Bertajuk The Chase
-
Kotak hingga Ari Lasso Ramaikan JBL Festival, Promotor Pastikan Bayar Royalti Penampilan ke LMK
Ulasan
-
The Bodyguard From Beijing: Film Jet Li yang Bikin Masa Kecil Kita Berdebar-debar
-
Ulasan The Auditors, Kisah Seru Tim Audit yang Bekerja Layaknya Detektif
-
Ulasan Film Jangan Buang Ibu: Ego Anak, Penyesalan, dan Air Mata di Panti Jompo
-
Hospitality: Seni Memanusiakan Pelanggan di Tengah Persaingan Bisnis
-
Ketika Darah Rakyat Mengakhiri Takhta: Sumatera dalam Kacamata Anthony Reid
Terkini
-
Piala Dunia 2026: Cetak Rekor, Erling Haaland Kian dekat Raih Gelar Topskor
-
Prediksi Curacao vs Pantai Gading: Misi Panas Kedua Tim di Philadelphia
-
Analisis Taktik Ekuador vs Jerman: Die Mannschaft Jaga Mental Juara
-
5 Serial Netflix Terbaik 2026 yang Wajib Masuk Daftar Tontonan
-
Turki vs Amerika Serikat: Ujian Mental di Akhir Fase Grup Piala Dunia 2026