Kalau Sobat Yoursay baru kelar nonton Squid Game musim ketiga dan masih duduk bengong sambil ngelamun, kamu nggak sendirian. Musim ini tuh benar-benar kayak roller coaster emosi, yang bukan cuma karena aksi brutalnya makin ekstrem, tapi juga karena ceritanya semakin dalam, gelap, dan penuh twist. Dan siapa sangka, akhir dari musim ini membawa kejutan paling absurd, menyentuh, sekaligus mengguncang.
Jadi, mari kita bahas tuntas dan santai. Apa sebenarnya yang terjadi di akhir Squid Game 3, nasib Player 456 alias Gi-hun, dan kenapa dunia Squid Game kayaknya belum selesai, bahkan makin berkembang.
Semua Mati, Kecuali…
Sesuai tradisi khas Squid Game, harapan hidup dalam permainan ini memang tipis banget. Dari puluhan peserta, sebagian besar gugur lewat permainan.
Musim ketiga ini sama seperti musim sesudahnya, memperkenalkan beberapa permainan baru, termasuk versi maut dari Hide and Seek, Jump Rose, termasuk permainan terakhir dalam Sky Squid Game. Nah, yang bikin ngilu bukan cuma permainannya, melainkan pilihan-pilihan tragis yang harus diambil para pemain hingga tewas.
Dan dari banyaknya kematian di Squid Game, ada beberapa kematian paling ngena, lho. Penasaran? Yuk, kupas bareng!
Kematian Paling Ngena dalam Setiap Permainan Series Squid Game 3
- Hyun-ju (Player 120), mantan tentara yang juga transgender, jadi salah satu karakter paling disukai di musim kedua. Tayangnya musim ketiga, membawa Hyun-ju ke kekacauan permainan Hide and Seek. Hyun-ju secara sadar ngorbanin dirinya sendiri buat ngelindungin dua pemain yang lebih rentan: Geum-ja dan Jun-hee (yang saat itu lagi hamil tua). Hyun-ju akhirnya ditusuk Myung-gi, yang mulai paranoid dan brutal.
- Dae-ho, mantan marinir, mati ditusuk Gi-hun sendiri karena dianggap berkhianat dan pengecut setelah gagal memimpin pemberontakan.
- Seon-nyeo, sang dukun, tewas di tangan Min-su yang halu berat karena trauma dan tekanan psikologis.
- Yong-sik, anak kecil yang ikut game bareng ibunya, Geum-ja, dibunuh sang ibu sendiri karena takut anaknya lebih jauh bertindak. Geum-ja lalu bunuh diri.
- Nam-gyu, pemain tua yang terjebak permainan lompat tali, jatuh dari jembatan karena efek halusinasi.
- Jun-hee, yang sedang hamil tua, cedera, melahirkan di fasilitas permainan, lalu mengorbankan dirinya dan mati demi buah hati tetap hidup.
Gila banget sih! Buat tahu lebih banyak detail kematian peserta lainnya lagi simak terus ya!
Di babak final, tinggal tersisa Gi-hun, Myung-gi (ayah biologis si bayi), dan Baby 222, anak yang dilahirkan Jun-hee di fasilitas game setelah mundur.
- Saat final akan dimulai, Myung-gi jatuh dan tewas sebelum tombol permainan ditekan. Ini bikin situasi jadi genting, karena menurut aturan main, setiap ronde wajib menekan tombol sebelum mulai, dan jika belum, bila ada yang mati, itu nggak akan masuk hitungan. Sangat disayangkan!
- Jadi, tersisa Gi-hun dan si bayi. Gi-hun harus membunuh si bayi agar dirinya selamat. Eh, dalam keputusan paling emosional sepanjang musim, Gi-hun mengorbankan dirinya sendiri. Dia menekan tombol, melangkah, dan sebelum melompat ke kematian dia menyampaikan pesan khusus, yang kemudian menjatuhkan dirinya ke dasar dari ketinggian.
Baby 222 Jadi Pemenang Resmi
Dengan tewasnya Gi-hun, si bayi otomatis jadi pemenang. Hadiah uang pun dikirimkan ke Jun-ho, wali hukumnya (anggaplah begitu). bukan cuma hadiah yang diwariskan. Ada harapan, kemanusiaan, dan makna di balik semua game ini juga diwariskan pada generasi selanjutnya.
Akhir? Kayaknya Belum ....
Meski musim ketiga ini menutup kisah Gi-hun dengan heroik, bukan berarti permainan ini selesai. Di adegan pasca-kredit, ada cameo dari Cate Blanchett yang muncul sebagai perekrut baru di Los Angeles. Yup, Squid Game mulai go international. Dunia mereka makin luas, pemain makin banyak, dan arena makin gila.
Musim ketiga Series Quid Game berhasil menyuguhkan penutupan yang emosional, penuh makna, tapi tetap brutal. Dari kematian tragis sampai twist soal pemenangnya, semuanya terasa matang dan ngena.
Series Squid Game 3 ada di Netflix, yuk nonton!
Baca Juga
-
Review Lobang Buaya: Saat Hantunya Cuma Alibi untuk Misteri Pembunuhan Berdarah
-
Review In Spite of Ourselves: Jatuh Cinta Mudah, Menjalaninya Lebih Rumit
-
Review Film Take Me Home: Pulang, Keluarga, dan Hidup yang Tak Pernah Mudah
-
Review Verity: Licik Memainkan Kepercayaan Penonton lewat Banyak Kebenaran
-
Review Ibadah & Cinta: Konflik Keluarga Menarik, Eksekusinya Kurang Terarah
Artikel Terkait
-
Sukses Dominasi Chart Netflix, Squid Game Season 3 Tembus 60 Juta Views
-
5 Nama Paling Berpengaruh di Serial Squid Game 3: Siapa Favoritmu?
-
Deretan Sikap Red Flag Im Siwan di Squid Game 3, Sosok Lee Myeong Gi The Real Villain!
-
Sinopsis dan Fakta Hitmakers, Dokumenter Terbaru Netflix Hadirkan Lisa BLACKPINK dan John Legend
-
Netflix Rilis Teaser Troll 2, Monster Raksasa Siap Kembali untuk Guncang Norwegia
Ulasan
-
Review Four Hands Two Sonatas: Kisah Dua Pianis Melawan Trauma Masa Lalu
-
Ulasan Guru Aini: Ketika Ketekunan Menaklukkan Ketakutan pada Matematika
-
Sonobudoyo, Museum yang Menyimpan Jejak Panjang Kebudayaan Jawa
-
Ulasan Film Sunshine, Bedah Isu Aborsi dan Kriminalisasi Reproduksi
-
Novel Dilizzy: Ketika Cinta, Luka dan Mimpi Terbentur Kasta serta Restu
Terkini
-
6 Rekomendasi Drakor dengan Kisah Penuh Intrik dan Manipulasi
-
Jebakan Overqualification: Ketika Gelar Sarjana Tertahan di Sektor Informal
-
Aktor Lovely Runner Song Ji Ho Akan Menikah Oktober Ini Usai Pacaran Lama
-
Lelah Batin dan Patah Hati? Coba 7 Langkah Pemulihan ala Penulis Satoshi Yagisawa Ini
-
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, John Herdman Keluar dari Bayang-bayang STY?