Siapa sangka, kisah-kisah dari abad ke-17 bisa terasa begitu segar, jenaka, dan... aneh dengan cara yang menyenangkan?
Strange Tales from a Chinese Studio karya Pu Songling bukan hanya kumpulan cerita supranatural, tapi juga potret lucu dan tajam tentang manusia dan segala keanehannya.
Buku ini berisi kumpulan cerita pendek Tiongkok dari abad ke-17. Isinya ada beragam, mulai dari gaib, humor, dan berbagai kehidupan manusia zaman dulu. Sederhananya, buku ini tetap terasa relevan dan membawa angin segar.
Ada cerita tentang biksu Tao yang menyulap pohon pir, tentang kisah kota hantu, dan masih banyak kisah absurd khas Tiongkok lainnya.
Iya, kamu nggak salah baca. Cerita-cerita dalam buku ini benar-benar tidak bisa ditebak. Tapi itulah yang menjadi letak hal yang menarik. Kalian seperti dibuat penasaran dengan apa kisah absurd yang ada di halaman selanjutnya.
Ada sekitar 105 cerita pendek yang sangat menarik untuk dibaca sambil santai. Meski untuk bacaan ringan, tapi sebenarnya bisa menambah pengetahuan.
Meskipun ceritanya ditulis ratusan tahun lalu, gaya penulisan Pu Songling terasa sangat hidup.
Prosa yang ia gunakan elegan, namun tidak bertele-tele. Narasinya mengalir dengan mulus, diselingi humor tipis dan observasi tajam tentang sifat manusia, mulai dari keserakahan, cinta, kesetiaan, hingga kebodohan.
Beragamnya cerita di novel Strange Tales from a Chinese Studio menjadi daya tarik tersendiri. Ada kisah horror, seru, romantis, dan masih banyak lagi.
Tapi satu hal yang menyatukan semuanya: keanehan. Tapi keanehan di sini bukan sekadar hal-hal supranatural.
Kadang yang membuat cerita di novel ini terasa aneh adalah perilaku manusia itu sendiri. Reaksi-reaksi mereka yang absurd, keputusan-keputusan yang tak masuk akal, atau kebiasaan sosial yang terasa begitu asing tapi juga... familiar.
Membaca buku ini seperti duduk di warung kopi bersama seorang kakek bijak yang punya segudang cerita aneh dari zaman dulu.
Beberapa cerita mungkin terdengar aneh dan membuat kalian merasa heran. Hal ini wajar, karena memang waktu yang digunakan sudah ratusan tahun lalu. Tapi itu bisa menambah pengalaman membaca kalian untuk memahami pandangan hidup orang jaman dulu dan budayanya.
Hal yang juga membuat buku ini istimewa adalah latar budaya dan sejarahnya. Melalui cerita-cerita ini, kamu bisa menangkap sedikit gambaran tentang kehidupan masyarakat Tiongkok pada masa Dinasti Qing.
Keyakinan yang mereka percayai pada saat itu, kehidupan sosial, hingga kesederhanaan yang menemani keseharian masyarakat pada zaman itu.
Tapi semua itu disampaikan melalui kisah-kisah yang menarik, bukan dalam cerita sejarah yang panjang dan membosankan.
Buat kamu yang suka cerita pendek yang tidak biasa, atau yang ingin mengeksplorasi sastra klasik dengan gaya yang menyenangkan, Strange Tales from a Chinese Studio layak masuk daftar bacaanmu.
Buku ini seperti kotak harta karun yang penuh kejutan, kita tidak pernah tahu cerita macam apa yang akan kita temui, tapi yang pasti, selalu ada sesuatu yang bisa membuat kita tersenyum, tertawa, atau sekadar berpikir ulang tentang dunia dan manusia di dalamnya.
Jika kalian sedang ingin membaca buku sejarah yang ringan dan lucu tapi penuh makna, buku ini bisa menjadi bacaan yang relevan.
Meski Pu Songling menulisnya dengan berlatar ratusan tahun silam, banyak kisahnya yang cukup menghibur dan memberikan pandangan baru untuk kita sebagai orang yang hidup di zaman modern ini.
Dan mungkin, justru itu yang membuatnya begitu luar biasa.
Baca Juga
-
Keajaiban Membaca dalam When You Love a Book Karya Kaz Windness
-
Keindahan Damaskus dalam "The City of Jasmine" Karya Nadine Presley
-
Review Island Storm: Buku Anak Paling Puitis untuk Kenalkan, Bukan Ditakuti, pada Badai
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza
-
Review Serafina Makes Waves: Buku Bergambar Penuh Tawa dan Pelajaran Hidup
Artikel Terkait
-
Buku Taipei People: Kisah Sunyi Orang yang Terasingkan dari Tanah Airnya
-
CEK FAKTA: Indonesia Dijuluki "Tiongkok Baru ASEAN"
-
Ulasan To Live, Novel Karya Yu Hua yang Ajarkan Arti Keberuntungan Sebenarnya
-
Ulasan Novel Brothers: Saat Kebaikan Saudara Tak Selalu Berbuah Manis
-
Review Film Fox Hunt: Kisah Nyata Penipuan 17,4 Miliar yang Penuh Aksi!
Ulasan
-
Keajaiban Membaca dalam When You Love a Book Karya Kaz Windness
-
Review Drama Kingdom, Melawan Teror Zombi di Tengah Intrik Politik Joseon
-
Melihat Pengarang Tidak Bekerja: Ketika Musuh Terbesar Penulis Adalah Dirinya Sendiri
-
Spider-Man: Brand New Day dan Awal Era Mutan di Marvel Cinematic Universe
-
Ulasan Film Unlocked: Ketika Kehilangan Ponsel Jadi Awal Teror Paling Nyata
Terkini
-
4 Body Lotion Ringan dan Menyejukkan, Penyelamat Saat Cuaca Terik!
-
Dari Contekan ke Korupsi: Benang Merah yang Sering Kita Abaikan
-
Cha Eun Woo Ajukan Banding atas Ketetapan Pajak, Agensi Beri Tanggapan
-
Belajar dari Kerja Praktik: Coding Terbaik Adalah yang Mampu Menyelesaikan Masalah Nyata
-
Mengenal Desa Kemiren: Menjaga Budaya Osing Bersama Desa Sejahtera Astra