Film horror memang menjadi salah satu film yang paling digandrungi banyak orang. Salah satu film terbaru 2025 yang menarik perhatian pecinta film horror adalah ‘Rosario’.
Film yang dirilis Mei 2025 ini memiliki kisah yang menegangkan dengan mengambil latar belakang keyakinan okultisme yang menyimpang dan perjanjian gelap antara manusia dengan iblis.
Alur ceritanya benar-benar memadukan unsur psikologis, praktik okultisme, keluarga, dan kengerian supranatural.
Film berjudul ‘Rosario’ ini juga dibintangi Emeraude Toubia, Diana Lein, David Dastmalchian, José Zúñiga hingga Paul Ben Victor ini bukan hanya memberikan suasana yang mencekam tetapi juga membungkus teror dengan konflik personal yang lebih mendalam.
Sinopsis Lengkap Film ‘Rosario’ (2025)
Film ‘Rosario’ ini dimulai dengan sosok gadis bernama Rosario (diperankan oleh Emeraude Toubia) yang merupakan seorang pialang saham muda yang sukses di Wall Street.
Hidupnya terlihat sempurna, namun sebuah tragedi menyeramkan mulai mengubah segalanya. Sang nenek, Griselda, meninggal mendadak di apartemen tuanya.
Rosario datang untuk menemaninya, tapi justru terjebak badai salju besar yang membuat ambulance dan ayahnya, Oscar (dibintangi oleh José Zúñiga), tak kunjung tiba.
Tak ada pilihan lain, ia pun harus melewati malam gelap dan bikin merinding bersama jenazah sang nenek.
Apartemen itu semakin menyesakkan karena kehadiran para tetangga yang terasa dingin dan tidak ramah, termasuk Joe (diperankan oleh David Dastmalchian) yang penuh kecurigaan.
Namun, ketakutan terbesar Rosario bukan datang dari sikap manusia di sekitarnya, melainkan kekuatan gaib yang perlahan bangkit dari jasad Griselda.
Mayat sang nenek tiba-tiba berubah mengerikan seakan-akan ada sesuatu yang merasukinya hingga nyaris membuatnya terbunuh.
Kejadian seram ini pun akhirnya membuka rahasia kelam tentang sebuah kutukan keluarga yang menjerat Rosario mulai terbuka.
Ia dipaksa berhadapan dengan masa lalu yang kelam dan kenyataan bahwa darah keluarganya membawa beban kutukan turun-temurun.
Berbagai cara ia lakukan demi memutus ikatan dan perjanjian setan tersebut hingga ia rela tubuhnya ikut terpontang-panting berlumuran darah.
Namun, usahanya untuk menghancurkan perjanjian iblis tersebut sia-sia sampai ia bertemu dengan ayahnya yang tiba-tiba saja kerasukan tanpa sadar dan membuatnya sadar bahwa kutukan ini belum berakhir meski sang nenek telah meninggal dunia.
Hal Menarik Dalam Film 'Rosario' 2025
Alurnya seram dan cukup gelap, film ini juga menggambarkan konflik emosional yang kuat.
Selain itu, hal yang membuat cerita dalam tontonan horror ini menarik adalah bagaimana horor dikaitkan dengan trauma keluarga dan warisan masa lalu.
Rosario, yang awalnya digambarkan sebagai sosok wanita mandiri, perlahan dipaksa untuk menerima kenyataan bahwa ia hanyalah bagian dari lingkaran kutukan yang jauh lebih besar daripada dirinya yang sewaktu-waktu bisa kembali datang menyerangnya.
Kemudian, untuk sinematografi film ini sangat mendukung nuansa mencekam. Apartemen tua Griselda digambarkan dengan pencahayaan minim, koridor sempit, dan bayangan yang seolah hidup.
Di sisi lain, efek visual juga dibuat dengan gangguan supranatural yang tidak berlebihan tapi tetap berhasil membuat para penontonnya bergidik ngeri.
Film ‘Rosario’ ini juga memberikan pesan moral bagi para penonton tentang bagaimana dosa atau kesalahan masa lalu bisa menghantui keturunan berikutnya.
Kutukan keluarga karena perjanjian iblis yang diceritakan menjadi simbol bahwa trauma dan luka lama tak pernah benar-benar hilang, kecuali ada keberanian untuk menghadapinya.
Bagi kamu si pecinta film horor apalagi yang berbau supernatural dan okultisme, film ‘Rosario’ ini sangat direkomendasikan untuk menemani malam-malam sepimu dengan kisah creepy yang penuh dengan pesan moral!
Baca Juga
-
Boogle Personality dalam Film 'Swapped': Berpura-PuraBaik Ternyata Busuk
-
Dunia Koas yang Mencekam: Mengapa Gudang Merica Jadi Film Horor Paling Ditunggu di 2026?
-
Esensi Lagu 'Dance No More' Milik Harry Styles Punya Makna Lebih Energik
-
Ketika Kesempatan Tidak Pernah Setara: Pendidikan Inklusif atau Ilusi?
-
Bertahan di Tengah Keterbatasan: Strategi Sunyi Anak Pejuang Pendidikan
Artikel Terkait
Ulasan
-
Menyusuri Jejak Peradaban Islam di Baghdad Lewat Catatan Hamka
-
Ulasan Drama Unnatural Fire, Tiga Detektif Kebakaran Penyingkap Tabir Kelam
-
Antidot Budaya Konsumtif: Mengapa Mahakarya Tolstoy Tahun 1886 Semakin Relevan Sekarang?
-
Teror Tanpa Jumpscare Berlebihan, 'Kucing Hitam' Buktikan Horor Atmosferik Lebih Mengerikan
-
Guru Juga Bisa Kecewa: Membaca Aib dan Martabat Karya Dag Solstad
Terkini
-
Film Crayon Shin-chan ke-33 Rilis Trailer Baru, Ungkap Lagu Tema oleh TOMOO
-
Simak! Ini Modus Baru Penipuan Digital yang Sedang Marak di Indonesia dan Dunia
-
Siap-siap Tertawa! Ge Pamungkas Bakal Rilis Stand-up Spesial GOAT di Netflix
-
Tak Hanya iPhone, OPPO Find X9 Ultra Bisa Upload Story Instagram Lebih HD!
-
MEOVV Tampilkan Pesona Elegan Tapi Garang di Lagu Terbaru, Ddi Ro Ri