Halo, pencinta horor, siap-siap merinding karena Siccin 8 akhirnya mendarat di bioskop Indonesia mulai hari ini tanggal, 10 September 2025!
Sebagai seri kedelapan dari waralaba horor Turki yang udah legendaris ini, Siccin 8 kembali dengan teror supernatural yang khas, dibalut drama keluarga dan sentuhan mistis Islam yang bikin bulu kuduk berdiri.
Tapi, apakah sekuel ini masih punya taring seperti pendahulunya, atau cuma bikin penonton bingung? Yuk, langsung simak aja ulasannya!
Siccin 8, disutradarai dan ditulis oleh Alper Mestçi, ngambil latar kisah keluarga yang awalnya adem ayem, tapi berubah jadi mimpi buruk.
Ceritanya fokus pada Fatih (Fatih Gülnar), suami yang hidup harmonis bareng istri, Berna (Melike Balçk), dua anak perempuan mereka, Aylin (Hatice rkin) dan Ela (Masal Aksel), serta ibunya yang udah sepuh, Gönül (Gönül Ürer).
Awalnya, rumah mereka penuh kehangatan, tapi semua berubah gara-gara keputusan fatal: atas desakan Berna, Gönül dikirim ke panti jompo.
Nah, dari sini, cerita mulai gelap. Rumah yang tadinya damai tiba-tiba jadi sarang teror gaib. Suara-suara aneh, bayangan menyeramkan, sampai kejadian horor yang bikin jantungan mulai menghantui. Fatih, yang ngerasa bersalah abis-abisan, buru-buru bawa pulang ibunya.
Tapi, plot twist: Gönül yang pulang bukan lagi Gönül yang dulu. Ada aura kelam yang bikin suasana makin mencekam. Perlahan, rahasia berdarah dari masa lalu terbongkar, dan keluarga ini terjebak dalam kutukan yang ngeri banget. Pertanyaan besarnya: bisa gak mereka selamat dari teror ini?
Review Film Siccin 8
Kalau ngomongin Siccin, pasti yang kebayang adalah atmosfer horor tradisional Turki yang kental banget. Siccin 8 gak mengecewakan dalam hal ini. Visualnya gelap, dengan pencahayaan yang bikin suasana makin creepy.
Sound design-nya juga juara—dari derit pintu, bisikan misterius, sampai suara mendadak kenceng yang bikin aku melipir ke kursi sebelah. Adegan-adegan jump scare-nya, meski cuma ada beberapa, cukup bikin deg-degan, apalagi buat yang gampang kaget.
Selain itu, film ini tetap setia sama ciri khas Siccin: horor Islami yang ngangkat tema kutukan, ilmu hitam, dan roh jahat yang berhubungan sama tradisi budaya Turki.
Ada ritual-ritual mistis yang bikin kita ngerasa, “Wah, ini sih beneran bikin takut!” Apalagi, film ini berhasil nyampurin ketegangan psikologis sama drama keluarga, jadi gak cuma seram, tapi juga bikin kita mikir soal rasa bersalah dan hubungan ibu-anak.
Sayangnya, Siccin 8 gak sepenuhnya mulus. Menurutku ceritanya agak ribet dan membingungkan. Plotnya memang penuh misteri, tapi kadang terasa berputar-putar tanpa arah jelas.
Beberapa subplot, kayak latar belakang kutukan atau rahasia keluarga, kurang digali mendalam, jadi aku kayak ditinggal dengan tanda tanya besar.
Karakter-karakternya juga kurang punya kedalaman. Fatih dan Berna, misalnya, punya konflik emosional yang menarik, tapi pengembangannya kurang ngena, jadi susah buat bener-bener empati sama mereka.
Satu lagi, penggunaan jump scare yang terasa murahan dan efek visual yang kadang berlebihan. Misalnya, ada adegan makhluk gaib yang tampilannya agak lebay, malah bikin kesan horornya berkurang. Terus suara di film ini terlalu “berisik” dan repetitif, sampai bikin capek telinga.
Dari sisi akting, para pemain Siccin 8 cukup oke. Fatih Gülnar berhasil nampilin rasa bersalah dan kepanikan sebagai kepala keluarga yang terjebak situasi ngeri.
Melike Balçk sebagai Berna juga lumayan, meski karakternya kadang terasa cliché sebagai istri yang “ngotot”. Tapi, bintangnya adalah Gönül Ürer sebagai ibu yang bikin merinding. Tatapan kosong dan vibe misteriusnya bener-bener bikin aku dan penonton yang lain gak nyaman—in a good way!
Soal produksi, Siccin 8 punya nilai plus. Editingnya rapi, dengan pacing yang bikin kita tetep tegang meski ceritanya kadang agak nyasar. Sinematografinya juga patut diacungi jempol, apalagi di adegan-adegan malam yang bikin suasana makin mencekam.
Soraya Intercine Films, yang membawa film ini ke Indonesia, juga patut diapresiasi karena terus memberikan ruang buat horor Turki yang punya pasar kuat di sini.
Jadi, apakah Siccin 8 wajib ditonton? Buat penggemar setia Siccin atau horor Turki, film ini tetap punya daya tarik. Atmosfer mencekam, tema kutukan, dan sentuhan budaya Turki masih jadi magnet.
Tapi, buat yang mencari cerita yang rapi dan karakter yang kuat, mungkin bakal agak kecewa. Film ini lebih cocok buat yang suka horor yang bikin jantungan ketimbang yang pengen narasi mendalam.
Rating akhir dari aku adalah: 6.5/10. Karena Siccin 8 berhasil bikin merinding, tapi plot yang berantakan dan karakter yang kurang greget bikin film ini gak sepenuhnya memuaskan.
Kalau kamu pengin ngerasain teror keluarga yang dikemas dengan nuansa mistis, sih, film ini worth it buat ditonton di bioskop. Tapi, jangan lupa bawa temen biar ada yang dipeluk pas jump scare!
Oh ya, kalau kamu penasaran sama trailernya, cek di YouTube Soraya Intercine Films, atau langsung pesan tiketnya dan tonton di bioskop terdekat di kotamu. Berani nonton gak nih, Sobat Yoursay?
Baca Juga
-
Review Film Henry's First Date: Misteri Ingatan yang Tereset Setiap Pagi
-
Konspirasi Lintas Batas dan Intrik Politik Dua Negara dalam Film Udta Teer
-
Review Film Dokumenter NAZA: Ketika Nyawa Manusia Diringkas Menjadi Angka!
-
Ulasan Siti Si Vampir: Kehangatan Keluarga di Balik Komedi Mistik yang Unik
-
Review The Rope Curse 4: Hadirkan Kisah Kutukan Tali Gantung dan Kuntilanak
Artikel Terkait
-
Lebih Laris dari Hollywood! Inilah Bukti Film Horor Indonesia Kuasai Box Office
-
Luna Maya Tanpa Make Up di Film Horor Baru: Reaksinya Bikin Kaget!
-
Sinopsis Film Horor Getih Ireng: Teror Santet yang Bikin Merinding!
-
Nova Eliza Trauma Usai Adegan Kuburan di Mama: Pesan dari Neraka, Pilih Vakum Main Film Horor
-
99 Gol Musim Lalu Sia-sia, DNA Menyerang Fenerbahce 'Bunuh' Karier Jose Mourinho!
Ulasan
-
Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar
-
Insidious: Out of the Further, Petualangan Baru Melintasi Dua Dimensi
-
Beautiful Pain: Kisah Nyata Perjuangan Perempuan Bangkit dari Luka KDRT
-
Mengapa Pikiran Memengaruhi Keadaan Kita? Review Buku The Law of Attraction
-
Review Film Henry's First Date: Misteri Ingatan yang Tereset Setiap Pagi
Terkini
-
Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah
-
Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi
-
Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me
-
Pemerintah Gemar Solusi Instan, Siapa yang Menyelesaikan Akar Masalah?
-
Sisi Gelap Tren Thrifting: Niat Kurangi Limbah, Malah Nimbun Baju Bekas