‘The Ghost Game’ adalah film horor Korea yang mengangkat kisah tentang sekelompok anak muda yang terjebak dalam permainan urban legend.
Awalnya permainan ini dibuat hanya untuk konten saja, namun perlahan berubah menjadi sebuah mimpi buruk yang mengancam nyawa.
Film ini berpusat pada tokoh Ja-young (yang diperankan oleh Yeri). Ja Young adalah seorang gadis yang ikut dalam permainan itu karena dorongan rasa penasaran dan tekanan budaya konten digital yang mengharuskan seseorang selalu tampil berani dan menarik perhatian.
Ja Young, yang selama ini hidup sebagai sosok yang tidak terlalu suka mengambil risiko, justru mendapati dirinya berada di titik paling rentan ketika permainan berubah menjadi sesuatu yang tidak dapat ia kendalikan.
Bersama dengan karakter Ja Young, terdapat karakter Dongjun (Lee Chan Hyung), yang sejak awal ingin memastikan seluruh tantangan berjalan aman namun perlahan kehilangan kendali seiring situasi semakin menakutkan.
Dongjun adalah karakter yang berusaha menutupi rasa takutnya dengan bersikap rasional, tetapi ketegangan yang terus meningkat membuat dirinya semakin rapuh.
Ada pula Giho (Seo Dong Hyun), sosok yang paling berani sekaligus paling nekat dalam kelompok itu.
Giho pada awalnya menganggap semua sebagai trik produksi atau sekadar cara meningkatkan engagement penonton, namun keputusannya yang ceroboh akhirnya berkontribusi memperburuk keadaan.
Mi yeon (Kim Eun Bi) hadir sebagai karakter yang paling sensitif terhadap hal-hal supranatural, sehingga ia sering kali menunjukkan reaksi ketakutan yang tajam sejak awal permainan dimulai.
Karakternya membuat suasana semakin intens, karena rasa takutnya terasa sangat nyata dan menular.
Sementara Yeo eun (Oh So Hyun) dan Seo woo (Park Seo Yeon) memberikan warna tambahan.
Dengan karakter yang satu skeptis, satunya lagi berani secara impulsif. Keduanya memperlihatkan bagaimana manusia, ketika dihadapkan pada rasa takut yang sama, dapat merespons secara sangat berbeda.
Review Film The Ghost Game
Menurut penulis, Film ini sangat kuat dalam membangun atmosfer tegang. Latar tempat yang merupakan bangunan tua yang sudah lama ditinggalkan menciptakan rasa tidak nyaman sejak menit pertama.
Situasi menegangkan yang dibuat yaitu, pencahayaan remang-remang, lorong sempit, derit pintu, dan suara-suara samar bekerja sama memunculkan sensasi bahwa setiap sudut menyimpan ancaman.
Selama menonton, penonton dibuat merasakan bahwa para karakter benar-benar berada dalam bahaya, bukan sekadar menghadapi hantu saja.
Film ini juga tidak mengandalkan jump scare berlebihan, tetapi memilih pendekatan psikologis yang membuat ketakutan terasa lebih membekas.
Selain aspek horor, film ini juga menyoroti fenomena budaya digital modern.
Bagaimana demi konten, demi sensasi viral, dan demi perhatian publik, seseorang bisa mengambil risiko yang seharusnya tidak dilakukan.
Film ini dapat menghadirkan kritik tajam terhadap kecenderungan masyarakat yang semakin haus akan hiburan ekstrem.
Dalam film ini, para karakter hanyalah representasi dari jutaan orang yang berlomba-lomba membuat konten yang semakin menantang untuk tetap relevan.
Akting para pemainnya pun patut diapresiasi. Yeri menunjukkan performa yang matang dan jauh lebih dewasa dibandingkan peran-perannya sebelumnya.
Ketakutannya terasa alami dan membuat Ja-young menjadi karakter yang mudah disukai sekaligus dikasihani
Lee Chan Hyung dan Seo Dong Hyun juga berhasil membawa dinamika ketegangan kelompok, sementara para aktris lain memberikan energi yang membuat situasi semakin intens.
Menurut penulis, ‘The Ghost Game’ adalah film horor modern yang bukan hanya menegangkan, tetapi juga relevan dengan masyarakat saat ini.
Dengan atmosfer kuat, kritik sosial yang tajam, serta karakter-karakter yang mudah beresonansi, film ini layak mendapatkan skor 4/5.
Sebuah tontonan yang memadukan hiburan dan refleksi dalam satu paket yang mencekam.
Baca Juga
-
Korban Speak Up, Kim Geon Woo Alpha Drive One Diduga Lakukan Pelecehan Verbal
-
Polemik Paspor Asing: Refleksi Nasionalisme atau Krisis Kepercayaan?
-
Kerja Tanpa Upah, Risiko Tanpa Perlindungan: Realitas Ibu Rumah Tangga
-
Battle of Fates Dikecam, Ramal Kasus Kematian Petugas Pemadam Kebakaran
-
Dua Dekade Menagih Perlindungan: Siapa Tanggung Jawab Mandeknya RUU PPRT?
Artikel Terkait
-
7 Film Pemenang Best Picture di Blue Dragon Film Awards, Terbaru Ada No Other Choice
-
Review Film Champagne Problems: Kisah Romansa dan Konflik Ayah-Anak
-
Review Film Pangku: Hadirkan Kejutan Hangat, Rapi, dan Tulus
-
Film The First Ride: Komedi Chaos, Persahabatan Hangat, dan Twist Emosional yang Tak Disangka
-
Review Film Pangku: Menyelami Dilema Ibu Tunggal di Pantura yang Terlalu Realistis
Ulasan
-
The Bitcoin Standard: Ketika Uang, Sejarah, dan Masa Depan Ekonomi
-
Mengapa The Raid Menjadi Film Aksi Terbaik Dekade Ini?
-
Sinopsis Asrama Putri: Horor Nyata Tentang Bullying dan Prostitusi Ilegal
-
Novel Her Own Hero, Perjuangan Perempuan Merebut Ruang Publik
-
Batas Tipis Kewarasan dalam Novel Perempuan di Dalam Piano
Terkini
-
Anime Witch Hat Atelier Rilis PV: Ungkap Tanggal Tayang, Seiyuu, Lagu Tema
-
Sinopsis Hot Stove League Versi Jepang, Dibintangi Kazuya Kamenashi
-
4 Parfum Wanita Beraroma Fruity untuk Bukber, Wanginya Bikin Auto Dipuji!
-
Konsep Ramadan Minimalis: Ibadah Maksimal dan Konsumsi Rasional
-
Sungho BOYNEXTDOOR Dikabarkan Isi OST 5 Centimeters per Second Versi Korea