Hayuning Ratri Hapsari | Ryan Farizzal
Poster film Modual Nekad (IMDb)
Ryan Farizzal

Film Modual Nekad merupakan sekuel yang dinanti-nantikan dari film sukses Modal Nekad (2024), yang menandai debut penyutradaraan Imam Darto. Dirilis sebagai lanjutan cerita, film ini mengusung genre drama komedi dengan sentuhan aksi dan petualangan yang lebih intens.

Dibintangi oleh ensemble cast yang familiar, termasuk Tarra Budiman sebagai Jamal, Fatih Unru sebagai Marwan, dan kemungkinan kembalinya Gading Marten sebagai Saipul, film ini diproduksi oleh StarVision Plus.

Selain itu, ada penampilan dari Gisella Anastasia dan aktor pendukung lain yang menambah warna. Dengan tagline "modal nekad dua kali lipat," Modual Nekad menjanjikan petualangan yang lebih berani dan emosional, sambil mempertahankan humor absurd yang menjadi ciri khas seri ini.

Petualangan Nekat Tiga Bersaudara Selamatkan Rumah Warisan

Salah satu adegan di film Modual Nekad (Instagram/modualnekadfilm)

Cerita Modual Nekad melanjutkan kisah tiga bersaudara—Saipul, Jamal, dan Marwan—yang sebelumnya terjebak dalam dunia kriminal akibat upaya nekat membayar tagihan medis ayah mereka.

Di sekuel ini, fokus bergeser pada usaha Marwan untuk menyelamatkan rumah warisan keluarga dari ancaman kehilangan. Niat baik ini justru menyeret saudara-saudaranya kembali ke situasi rumit, melibatkan elemen heist yang lebih besar, konfrontasi dengan figur kriminal, dan dinamika keluarga yang semakin dalam.

Plotnya dibangun dengan lapisan-lapisan ketegangan, di mana setiap keputusan nekat membawa konsekuensi tak terduga, mulai dari kejar-kejaran lucu hingga momen dramatis yang menyentuh hati.

Tanpa spoiler, cerita ini mengeksplorasi tema persaudaraan, pengorbanan, dan ketahanan di tengah tekanan ekonomi, yang relevan dengan masyarakat Indonesia kontemporer.

Skrip yang ditulis oleh Imam Darto bersama timnya berhasil menyatukan elemen komedi slapstick dengan narasi emosional, meski kadang terasa formulaik.

Dari segi penyutradaraan, Imam Darto menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan debutnya. Pengambilan gambar di lokasi Jakarta dan sekitarnya memberikan nuansa urban yang autentik, dengan sinematografi yang dinamis—terutama dalam adegan aksi seperti pencurian atau pelarian.

Penggunaan musik latar yang upbeat dan efek visual sederhana tapi efektif membuat film ini terasa segar, meski anggaran tampaknya tidak sebesar blockbuster Hollywood.

Durasi film sekitar 107 menit terasa pas, dengan pacing yang cepat di babak pertama untuk membangun humor, lalu melambat di bagian akhir untuk menyelesaikan konflik emosional.

Akan tetapi, beberapa transisi antar adegan terasa agak kasar, mungkin karena upaya memasukkan terlalu banyak subplot.

Review Film Modual Nekad

Salah satu adegan di film Modual Nekad (Instagram/modualnekadfilm)

Penampilan aktor menjadi salah satu kekuatan utama Modual Nekad. Tarra Budiman sebagai Jamal menghadirkan karisma komikal yang natural, dengan timing punchline yang tepat untuk membuat penonton tertawa.

Fatih Unru, memerankan Marwan yang lebih serius dan impulsif, berhasil menyuntikkan kedalaman emosional, terutama dalam adegan yang menyoroti konflik internal keluarga.

Gading Marten kembali sebagai Saipul, perannya sebagai kakak tertua yang pragmatis akan menjadi jangkar cerita, seperti di film pertama.

Gisella Anastasia, yang muncul di seri sebelumnya, menambahkan elemen romantis dan dukungan yang menyegarkan, meski perannya tidak terlalu dominan.

Chemistry antar-aktor terasa lebih solid, mungkin karena pengalaman dari film pertama, membuat interaksi mereka believable dan menghibur. Aktor pendukung, seperti yang memerankan bos mafia atau teman-teman keluarga, juga memberikan kontribusi lucu tanpa berlebihan.

Humor dalam film ini adalah campuran antara komedi fisik dan situasional. Beberapa momen slapstick, seperti kegagalan pencurian yang absurd, mengingatkan pada film-film komedi Indonesia klasik seperti Warkop DKI.

Tetapi, Modual Nekad tidak sekadar bergantung pada itu; ada punchline yang cerdas tentang kehidupan sehari-hari, seperti tekanan finansial atau hubungan saudara, yang membuatnya relatable.

Sayangnya, beberapa joke terasa repetitif atau cringe, terutama jika penonton sudah familiar dengan formula komedi lokal.

Di sisi lain, elemen drama juga berhasil dieksekusi dengan baik kok, menyentuh isu keluarga dan ketabahan, yang membuat film ini bukan hanya hiburan ringan tapi juga reflektif.

Dibandingkan pendahulunya, sekuel ini lebih ramah keluarga, dengan konten yang minim kekerasan eksplisit dan lebih fokus pada pesan positif.

Kelebihan film ini terletak pada hiburannya yang dobel—komedi yang seru dan drama yang ngena! Ini membuatnya cocok untuk ditonton bersama keluarga atau teman, terutama di akhir tahun.

Untuk kekurangannya mungkin ada pada plot yang terprediksi dan beberapa adegan yang terasa dipaksakan untuk menambah durasi.

Secara keseluruhan, Modual Nekad berhasil meningkatkan kualitas dari film pertama, dengan pendekatan yang lebih matang dan tidak hanya bergantung pada komedi slapstick. Rating pribadiku untuk film ini: 7.5/10, layak ditonton bagi penggemar komedi Indonesia.

Informasi tayang: Film Modual Nekad tayang perdana di bioskop seluruh Indonesia pada 31 Desember 2025. Ini menjadikannya pilihan sempurna untuk liburan akhir tahun, dengan potensi menjadi box office hit mengikuti kesuksesan pendahulunya yang meraih jutaan penonton.

Tiket sudah bisa dipesan melalui aplikasi bioskop seperti CGV, XXI, atau Cinepolis. Jangan lewatkan kalau kamumencari tawa dan inspirasi di tengah hiruk-pikuk kehidupan.

Dalam konteks industri film Indonesia, Modual Nekad membuktikan bahwa sekuel lokal bisa berkembang, bukan sekadar mengulang sukses. Imam Darto sebagai sutradara baru menjanjikan masa depan cerah, mungkin dengan seri lanjutan.

Film ini juga mencerminkan tren komedi yang menggabungkan elemen sosial, membuatnya relevan di era pasca-pandemi di mana banyak orang menghadapi tantangan serupa.

Secara teknis, produksi ini solid dengan editing yang rapi dan sound design yang mendukung humor. Efek spesial, meski minim, digunakan dengan bijak untuk adegan aksi.

Bagi penonton internasional, film ini mungkin tersedia di Netflix nantinya, seperti film yang sebelumnya. Kesimpulannya, Modual Nekad adalah paket lengkap: lucu, mengharukan, dan nekat—persis seperti judulnya.