Berawal dari niat baik untuk membantu seorang teman menjaga hewan peliharaannya justru menjadi awal dari mimpi buruk yang mengancam nyawa dan penuh pengorbanan.
Demikianlah gambaran singkat dari film Caught Stealing rilisan 2025 dari tangan dingin Darren Aronofsky, sutradara di balik kesuksesan film Black Swan (2010). Film ini sendiri merupakan hasil adaptasi dari novel bertajuk serupa karya penulis kenamaan Amerika, Charlie Huston.
Filmnya berlatar di New York sekitar 1998, penonton akan diperkenalkan pada Hank Thompson (diperankan oleh Austin Butler), seorang mantan pemain dan pencinta bisbol yang hidup tenang sebagai bartender.
Hidupnya yang monoton berubah drastis saat temannya, Russ (diperankan oleh Matt Smith), menitipkan seekor kucing bernama Bud sebelum pergi menyambangi ayahnya yang sedang sakit.
Nahasnya, Hank mendapati dirinya terseret dalam pusaran konflik berdarah akibat dari seekor kucing temannya itu yang membawa petunjuk kepada harta karun senilai jutaan dolar.
Lewat film ini, Aronofsky menyuguhkan potret konflik batin Hank yang tidak lagi memiliki apapun, namun dipaksa oleh keadaan untuk mempertaruhkan seluruh keberadaannya di tengah kekacauan.
Ditambah pesona akting Austin Butler sebagai Hank patut diacungi jempol karena pembawaannya yang sangat membumi. Ia dengan apik memerankan sosok pria sederhana yang terperangkap dalam kemelut yang mengancam nyawanya.
Melalui aktingnya, Butler mampu memperlihatkan bagaimana sisi tangguh dalam diri Hank, seorang pria yang dirundung trauma masa lalu dan kecemasan namun memiliki daya juang luar biasa untuk tetap bertahan hidup di tengah situasi yang kian memojokkannya.
Ditambah, chemistry-nya dengan Bud si kucing menjadi salah satu elemen menghibur dalam film ini, memberikan napas lega di tengah adegan kejar-kejaran yang melelahkan nan memacu adrenalin bagi penonton.
Hemat penulis, kekuatan narasi film ini justru terletak pada alurnya yang sederhana dan tidak neko-neko. Meskipun terkesan klise, setidaknya ia tidak mencoba tampil terlalu rumit yang bisa membuat penonton tidak nyaman, melainkan tetap setia pada inti ceritanya tentang aksi kejar-kejaran yang cukup mendebarkan. Kesederhanaan itulah yang membuat film ini terasa begitu menyenangkan untuk dinikmati dari awal hingga akhir.
Secara keseluruhan, penulis memberikan skor untuk film ini sebesar 7.5/10.
Baca Juga
-
Ulasan Film Your Letter: Petualangan Penuh Makna Lewat Sebuah Surat
-
Ulasan Film Forget Me Not (2015): Saat Cinta Melawan Takdir untuk Tidak Dilupakan
-
Ulasan Film Eleanor The Great: Kisah Pilu di Tengah Kebohongan
-
Ulasan Film Steve: Kisah Satu Hari yang Mengancam Kewarasan
-
Ulasan Film In Your Dreams: Tatkala Mimpi Jadi Kunci Mengubah Nasib
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Film Pemikat Jiwa: Pelet, Ego, Obsesi, dan Cinta Laknat
-
Layak Tonton atau Lewatkan? Kupas Tuntas Film Moana Live Action 2026
-
Lebih dari Sekadar Kungfu: Mengapa Tai Chi Master adalah Film Jet Li yang Paling Ngenes?
-
Ulasan "Limited Time", Novel Korea dengan Kisah Remaja yang Menyentuh
-
Drama Study Group, Ketika Hierarki Sekolah Ditentukan oleh Kekuatan Fisik
Terkini
-
Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa
-
Wonderwall, Oasis, dan Mimpi Inggris Menjuarai Piala Dunia 2026
-
Urban Eco Journey: Cara Seru Trash Ranger Rayakan Ulang Tahun Sambil Menyelamatkan Bumi
-
Cuaca Makin Terik! Lakukan 5 Langkah Ini Agar Kulit Tak Cepat Kusam dan Menua
-
Kereta Api Bukan Dapur Berjalan! Alasan Logis Mengapa Stopkontak KAI Haram untuk Rice Cooker