Ada orang-orang yang ditakdirkan hadir hanya sebagai pelajaran, bukan untuk tinggal selamanya. Dengan mengenal mereka, kita belajar sabar, berkorban, dan akhirnya melepaskan.
Setelah Dia Pergi karya Dedy Chandra adalah novel bergenre romance religius yang mengangkat tema patah hati, pengkhianatan, dan proses hijrah dengan bahasa yang sederhana namun sarat makna.
Novel ini banyak menyasar pembaca muda, terutama mereka yang sedang berada di fase kehilangan, galau, dan berusaha memahami takdir dengan cara yang lebih dewasa dan spiritual.
Sinopsis Novel
Cerita berpusat pada tokoh utama bernama Fatih, seorang mahasiswa pascasarjana Administrasi Bisnis di ITB yang harus menghadapi kenyataan pahit dalam hubungan cintanya. Fatih menjalin hubungan dengan Astrid, perempuan yang ia cintai dan harapkan sebagai pendamping hidup.
Namun, hubungan itu terus diuji oleh pengkhianatan Astrid yang berulang kali menjalin hubungan dengan pria lain bernama Ramadhan. Yang paling menyakitkan, pengkhianatan itu terjadi hingga tiga kali dengan orang yang sama.
Pada awalnya, Fatih memilih memaafkan. Ia berharap Astrid akan berubah, percaya bahwa cinta dan kesabaran mampu memperbaiki segalanya. Namun harapan itu runtuh ketika Astrid kembali mengulangi kesalahan yang sama. Konflik ini diperparah oleh campur tangan orang tua Astrid.
Sang ibunda lebih merestui Ramadhan karena dianggap lebih mapan dan siap menikah, sementara Fatih masih berjuang menyelesaikan pendidikan dan belum memiliki pekerjaan tetap. Dari sinilah pembaca diajak melihat bagaimana cinta tidak selalu kalah oleh rasa, tetapi seringkali oleh realitas.
Setelah perpisahan, Fatih berada dalam fase tergelap hidupnya. Kenangan bersama Astrid terus menghantui, lagu-lagu yang dulu terasa bahagia kini justru menegaskan kesunyian.
Ia gelisah, sulit bangkit, dan mempertanyakan banyak hal. Tentang rasa memiliki, tentang keikhlasan, dan tentang doa yang terasa tak kunjung terjawab. Namun, novel ini tidak berhenti pada kesedihan. Dedy Chandra perlahan membawa pembaca pada proses pemulihan yang realistis dan membumi.
Pertemuan Fatih dengan Ustadz Ami menjadi titik balik penting. Setelah menjalani itikaf dan mencurahkan kegelisahan hatinya, Fatih mendapat nasihat untuk tidak terjebak pada cinta yang belum semestinya. Ia diajak memahami bahwa manusia sering tahu cara berdoa dan berusaha, tetapi lupa cara berserah.
Dari sinilah Fatih memutuskan untuk hijrah. Menata ulang niat hidup, fokus pada pendidikan, mengembangkan rencana bisnis bersama temannya, dan memperbaiki hubungannya dengan Allah.
Pesan Moral
Pesan utama novel ini terasa kuat dan membekas. Allah Maha Baik, bahkan ketika cara-Nya terasa memaksa. Perpisahan bukan selalu hukuman, melainkan perlindungan dari hal-hal yang tidak kita ketahui.
Kisah baru dimulai ketika Fatih tanpa sengaja menemukan akun Instagram seorang wanita muslimah bernama Amelia Hanifah. Interaksi sederhana melalui media sosial perlahan tumbuh menjadi ketertarikan yang sehat.
Dengan niat yang lebih terarah, Fatih berkonsultasi kembali dengan Ustadz Ami dan memilih jalur ta’aruf. Menariknya, Ustadz Ami ternyata mengenal Amel, seolah menegaskan keyakinan Fatih bahwa niat baik akan selalu dimudahkan jalannya.
Secara keseluruhan, Setelah Dia Pergi menawarkan kisah yang hangat, reflektif, dan penuh nasihat yang relevan bagi pembaca yang sedang patah hati. Meski ceritanya tergolong singkat dan terasa akan lebih kuat jika digarap lebih detail, novel ini tetap berhasil menyampaikan pesan utama: ketika seseorang pergi, bukan berarti segalanya berakhir. Bisa jadi itu justru awal dari pertemuan yang lebih tepat.
Identitas Buku
- Judul Buku: Setelah Dia Pergi
- Penulis: Dedy Chandra
- Penerbit: Qultum Media
- Tebal: 246 Halaman
- ISBN: 978-979-017-427-6
- Genre: Religi
Baca Juga
-
Sisi Tragis Kehidupan Bujang di Novel Pulang Karya Tere Liye
-
Sisi Gelap Dunia Sepak Bola di Novel Sebelas Karya Tere Liye
-
Belajar Empati dari Buku Menjadi Manusia itu Susah, Ya!
-
Seni Memilah Prioritas di Buku Mencari Intisari Karya Sherly Annavita
-
Buku Pesan Cinta untuk Diriku: Sumber Cinta Terbesar Ada di Dalam Diri
Artikel Terkait
Ulasan
-
Dubai Edisi Ramadan: Saat Burj Khalifa Jadi Saksi Dentuman Meriam dan Lumeran Kunafa
-
Sang Pemenang Berdiri Sendiri: Kehampaan di Balik Kilau Festival Cannes
-
Membaca Unfinished Goodbye: Tentang Luka, Trauma, dan Berhenti Berpura-pura
-
Mengenal Kirab Sultan Jogja, Simbol Kedekatan Pemimpin dan Warga
-
Novel Ranah 3 Warna: Menaklukkan Badai dengan Mantra Kesabaran
Terkini
-
3 HP Terbaik Februari 2026, dari Entry Level 1 Juta sampai Flagship 10 Juta
-
4 Milky Toner Lactobacillus, Andalan Skin Barrier Tetap Sehat Bebas Iritasi
-
Ketika Helm Baja Menjadi Senjata: Saatnya Memulangkan Brimob ke Posnya
-
Samsung Galaxy S26 Ultra: Apakah Layak Disebut HP Terbaik 2026?
-
Pasar Jin Kebon Duren