Unfinished Goodbye bukan sekadar narasi tentang kehilangan. Karya Syahid Muhammad ini adalah cermin bagi bagian terdalam diri kita yang sering terabaikan, sebuah gudang luka lama yang kerap kita sangka sudah sembuh, padahal hanya tersembunyi. Buku ini mengajukan pertanyaan yang sangat personal: Bagaimana jika selama ini kita tidak pernah benar-benar menyelesaikan masalah, melainkan hanya menghindarinya? Bagaimana jika kesembuhan yang kita rasakan hanyalah distraksi sesaat?
Perjalanan Batin Sang Psikolog yang Rapuh
Kita diajak mengikuti perjalanan batin Ranu Anggara, seorang psikolog yang sehari-harinya membantu orang lain, namun ia sendiri ternyata tak sekuat yang terlihat. Dunia Ranu runtuh saat sahabatnya, Sabrina, meninggal secara tiba-tiba. Kehilangan itu memicu rasa bersalah yang hebat, memaksanya menyadari bahwa kematangan emosionalnya sedang diuji di titik terendah.
Demi menebus rasa bersalahnya, Ranu melakukan perjalanan impulsif ke Almaty, Kazakhstan, untuk menemui Damira, teman lama Sabrina. Berbekal kartu pos sebagai satu-satunya petunjuk, Ranu menjelajahi kota yang dingin dan misterius itu. Namun, jauh di lubuk hatinya, pencarian itu bukan sekadar mencari jejak Sabrina, melainkan upaya untuk menemukan kejujuran dan keberanian dalam menghadapi dirinya sendiri.
Almaty dan Pertemuan yang Menyembuhkan
Alur cerita ini bergerak perlahan namun sarat makna. Penulis menggambarkan kota Almaty dengan sangat detail, mulai dari atmosfer musim dingin hingga aroma kopi di toko roti, yang secara bertahap menghangatkan luka Ranu. Di sanalah ia bertemu Janelle, seorang barista yang menjadi karakter kunci. Janelle bukan hanya pendengar yang baik; ia adalah sosok yang berani menyampaikan kebenaran pahit yang dibutuhkan Ranu untuk bertumbuh.
Novel ini juga dengan tajam menyoroti sisi kelam persahabatan dewasa yang beracun (toxic). Olokan dan lelucon berlebihan dari lingkaran pertemanannya menjadi salah satu sumber trauma yang memperparah luka Ranu. Keberanian Ranu untuk menjauh dari lingkungan tersebut memberikan pelajaran berharga bagi pembaca mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dari orang-orang terdekat.
Trauma Masa Kecil dan "Inner Child"
Satu poin kuat dalam buku ini adalah pembahasan mengenai trauma masa kecil. Ranu digambarkan sebagai sosok yang "ditunggangi" oleh anak kecil batiniah (inner child) yang tidak mendapatkan kasih sayang layak dan dipaksa dewasa sebelum waktunya. Melalui Ranu, kita belajar bahwa menyembuhkan luka pengasuhan orang tua bukanlah proses yang instan, bahkan bagi seorang profesional di bidang kesehatan mental sekalipun. Seperti kutipan di halaman 177: "Hanya karena kau tahu caranya, tidak berarti prosesmu jadi lebih cepat."
Keberanian untuk Berhenti Berpura-pura
Syahid Muhammad menggunakan bahasa yang puitis namun tetap membumi. Suasana melankolis yang menyelimuti buku ini mungkin terasa menyesakkan di beberapa bagian, namun itulah esensi dari sebuah "fiksi penyembuhan".
Buku ini sangat direkomendasikan bagi siapa pun yang sedang berjuang menyembuhkan luka emosional. Unfinished Goodbye mengajarkan kita satu hal penting: tidak apa-apa untuk berhenti berpura-pura kuat. Terkadang, kejujuran pada rasa sakit adalah langkah pertama menuju kedamaian yang sesungguhnya.
Identitas Buku:
- Judul: Unfinished Goodbye: Ternyata Kita Belum Seselesai Itu
- Penulis: Syahid Muhammad
- Penyunting: Jia Effendie
- Penyelaras Aksara: Tri Prasetyo, Fatwa Aulia Sudrajat
- Ilustrator: Agris
- Penerbit: Gradien Mediatama
- Cetakan Kedua, Desember 2024
Baca Juga
-
Petaka Cinta Lintas Planet: Kala Dahlan Menjadi Mak Comblang
-
Review Toko Buku Gerbang Kota: Ketika Buku Menjadi Penyembuh Kesepian
-
Falsafah Siri dan Pidato Presiden: Menakar Keadaban Lisan Pemimpin Kita
-
Runtuhnya Republik Marilah Cerita Sebelum Fajar Tiba
-
Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna: Teman Teduh Memeluk Kerapuhan
Artikel Terkait
-
Konsistensi, Cinta, dan Takdir dalam Rantau 1 Muara
-
Novel Good Girl, Bad Blood, Pencarian Orang Hilang dalam Podcast Kriminal
-
Novel A Man Called Ove: Pelajaran Hidup dari Pria Tua yang Ingin Mati
-
Belajar Empati dari Buku Menjadi Manusia itu Susah, Ya!
-
Review Buku Etiket Bekerja: Upaya Meningkatkan Kualitas Diri
Ulasan
-
Menggugat Hak Pencipta dan Harga Diri dalam Film Power Ballad
-
Ulasan Novel Tragedi, Serangan Misterius dari Sekelompok Orang Tak Dikenal
-
Dari Jalanan hingga Pertarungan Siluman: Budaya Jepang dalam Teito-kun!
-
Selir Kejam Joseon Terjebak di Tubuh Aktris Figuran? Intip Keseruan My Royal Nemesis!
-
Review Petaka Gunung Welirang: Horor Pendakian Masih Menarik atau Sekadar Formula Usang?
Terkini
-
Perang Anglo-Saxon vs Viking: Ujian Mental Juara Inggris Era Tuchel
-
Mengukur Etika dari Kursi Kekuasaan: Siapa yang Sebenarnya Wajib Beretika?
-
Ramai Hotel, Lalu Apa Hubungannya dengan Nasib 280 Juta Penduduk?
-
Jude Bellingham Bawa Inggris Pulangkan Meksiko di 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Portugal Takluk dari Spanyol, Ramalan Kartun The Simpsons Gagal Total!