Menjadi seorang Muslimah yang ambisius dalam berkarier sejak usia muda bukanlah perkara mudah di tengah konstruksi sosial masyarakat kita. Sering kali, pilihan untuk bekerja di luar rumah harus berbenturan keras dengan tembok ekspektasi sosial dan nilai tradisional keluarga. Ada pandangan tajam yang menghakimi bahwa kesuksesan profesional hanyalah sebuah bentuk pengabaian terhadap kodrat yang seharusnya dijaga rapat-rapat di dalam rumah. Stigma ini sering kali membuat banyak perempuan merasa bersalah saat mereka ingin mengaktualisasikan diri.
Muncul sebuah dilema klasik yang menghantui pikiran: Apakah menjadi wanita karier berarti harus mengorbankan "tiket surga" yang katanya hanya berada di dalam rumah? Atau, mungkinkah seorang perempuan tetap bisa berdaya di dunia profesional yang kompetitif tanpa harus kehilangan identitas spiritualnya sebagai hamba Allah? Pertanyaan-pertanyaan ini sering kali menjadi beban mental yang tidak kasatmata bagi mereka yang ingin berkembang.
Jika kamu sedang berada di persimpangan jalan tersebut, buku berjudul Wonderful Muslimah Karier karya Sri Bandiyah bisa menjadi kompas yang sangat menarik untuk disimak. Buku ini mencoba mendamaikan ambisi duniawi dengan nilai-nilai ukhrawi, mengemas topik karier perempuan dari sudut pandang Islam yang menyejukkan.
Wonderful Muslimah Karier membahas secara detail tentang bagaimana peran seorang Muslimah di dunia kerja tetap bisa bertransformasi menjadi jalan ibadah yang panjang. Penulis menekankan bahwa meski surga memang ada di rumah melalui bakti kepada keluarga, bukan berarti dunia luar adalah tempat yang terlarang atau penuh dosa. Selama seorang wanita tetap berpegang teguh pada pedoman syariat, ia bisa menjemput surganya melalui karya yang bermanfaat bagi orang banyak, meski ia aktif berkarya di kantor, sekolah, maupun perusahaan.
Menariknya, buku ini tidak hanya bicara soal teori atau angan-angan semata. Penulis memberikan "patokan" sejarah yang nyata melalui tokoh-tokoh besar dalam Islam. Kita diajak meneladani Bunda Khadijah binti Khuwailid, seorang pengusaha sukses yang luar biasa, serta Bunda Aisyah r.a. yang cerdas dan mewariskan ribuan hadis bagi umat. Melalui dua potret wanita mulia ini, pembaca diajak untuk tidak ragu mengoptimalkan potensi intelektual dan keterampilan yang Allah titipkan.
Namun, bekerja bukan berarti tanpa aturan atau bebas tanpa batas. Penulis tetap memberikan rambu-rambu penting mengenai adab, batasan kemampuan diri, hingga seni menyeimbangkan antara pendidikan, pekerjaan, dan urusan domestik yang sering kali menguras energi. Buku ini seolah-olah ingin mengingatkan bahwa menjadi produktif adalah hal mulia, asalkan tidak ada hak-hak keluarga yang terzalimi atau terabaikan di sepanjang prosesnya.
Kelebihan dari buku ini adalah gaya penulisannya yang santai namun memiliki kedalaman makna sehingga sangat nyaman dibaca di sela-sela kesibukan yang padat. Perpaduan antara kutipan sejarah tokoh mulia dan nasihat praktis membuat narasi di dalamnya sangat memotivasi bagi mereka yang ingin meraih kesuksesan yang seimbang di dunia dan akhirat.
Hanya saja, buku ini akan makin lengkap jika pada masa depan penulis memperluas cakupan bahasannya agar lebih relevan bagi Muslimah lajang yang baru merintis karier. Selain itu, penambahan panduan teknis seperti tip manajemen waktu dan strategi menghadapi konflik di dunia kerja akan sangat membantu pembaca. Hal ini penting untuk menyeimbangkan sisi idealis buku dengan solusi praktis yang lebih aplikatif dalam menghadapi realitas dunia kerja yang kompleks.
Namun, terlepas dari kekurangan tersebut, buku ini tetaplah sebuah karya yang sangat inspiratif. Bagi pembaca yang sedang mencari penguatan spiritual dan ingin memahami bagaimana mengharmonisasikan peran sebagai istri, ibu, sekaligus profesional, Wonderful Muslimah Karier adalah bacaan yang sangat berharga untuk dikoleksi dan direnungkan.
Baca Juga
-
Satu Babak Patah Hati dan Langkah Baru dalam Novel I Love U, Bu Nurlia
-
Teror di Perlintasan Mati: Misteri Masinis Tanpa Kaki di Tengah Malam
-
Biografi Imam al-Bukhari: Menelusuri Jejak Ketelitian Sang Penulis Kitab Shahih
-
Lebih dari Menahan Lapar, Ini Hikmah Puasa Menurut Buku 'Puasa: Kado Spesial untuk Allah'
-
Aku dan Sosok Perempuan Penunggu Jembatan Batu
Artikel Terkait
-
Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati: Alasan Bertahan di Balik Depresi
-
Seri Kedua Novel Na Willa: Konflik dan Kisah Lama Masa Kanak-Kanak
-
Novel Jangan Bercerai, Bunda: Sebuah Cermin Retak Rumah Tangga
-
Novel Le Petit Prince: Potret Kehidupan Dewasa dari Kacamata Pangeran Cilik
-
Novel Saman: Pendobrakan Tabu Sosial di Tengah Politik Indonesia
Ulasan
-
Membaca Drama Can This Love Be Translated? Lewat Lensa Pengasuhan
-
Film Sentimental Value: Testament Penting Hubungan Manusia yang Mendalam
-
Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati: Alasan Bertahan di Balik Depresi
-
Drama China Perfect and Casual: Berjanji Tanpa Cinta, Berakhir dengan Cinta
-
Novel Jangan Bercerai, Bunda: Sebuah Cermin Retak Rumah Tangga
Terkini
-
Redmi Note 15 Pro 5G: Midrange Rasa Flagship di Tengah Harga HP Naik
-
Cha Eun Woo Terseret Skandal, Drakor The Wonder Fools Terancam Tak Tayang?
-
Antara Jurnal Scopus dan Kerokan: Membedah Pluralisme Medis di Indonesia
-
4 Hybrid Sunscreen Vegan dengan Proteksi Maksimal, Nyaman Dipakai Seharian
-
Pernah Titip Doa, Kenangan Jennifer Coppen tentang Lula Lahfah Bikin Haru