Kita semua tahu bahwa masa muda merupakan masa yang indah. Sebab pada masa itulah seseorang mulai mengenal dunia luar, seperti persahabatan, cinta, hingga pencarian jati diri. Namun, masa muda juga kerap menjadi fase penuh gejolak, yaitu ketika idealisme bertabrakan dengan realitas, dan kebebasan sering kali harus dibayar dengan kesepian.
Berbicara tentang masa muda, pada artikel ini saya akan mengulas sebuah film yang bercerita tentang perjalanan seorang pemuda dalam meninggalkan kenyamanan hidup demi kebebasan sejati di alam liar. Penasaran dengan ulasan filmnya? Yuk, simak artikel ini sampai selesai.
Film yang bercerita tentang perjalanan seorang pemuda dalam meninggalkan kenyamanan hidup demi kebebasan sejati di alam liar yang akan saya ulas pada kesempatan kali ini ialah sebuah film yang disutradarai oleh Sean Penn, dengan judul Into The Wild.
Adapun film ini pertama kali pada tahun 2007 di Amerika Serikat, dan didistribusikan oleh Paramount Vantage. Sementara itu, film Into The Wild ini merupakan adaptasi dari buku nonfiksi berjudul sama karya Jon Krakauer yang terbit pada tahun 1996; dan merupakan film yang bersifat biografi berdasarkan kisah hidup Christopher McCandless, seorang pemuda cerdas yang meninggalkan kenyamanan hidup demi menemukan kebebasannya di alam liar.
Sedangkan, film Into The Wild ini dibintangi oleh Emile Hirsch sebagai tokoh utamanya; serta didukung oleh aktor dan aktris ternama seperti Marcia Gay Harden, William Hurt, dan Hal Holbrook.
Sinopsis
Film Into The Wild bercerita tentang seorang pemuda cerdas bernama Christopher McCandless (Emile Hirsch), yang baru saja lulus dari universitas ternama dengan prestasi akademik yang gemilang. Alih-alih memilih jalur hidup yang mapan seperti bekerja atau melanjutkan studi, Christopher justru memutuskan untuk meninggalkan seluruh kehidupan lamanya.
Ia menyumbangkan tabungan pribadinya, memutus hubungan dengan keluarganya, dan memulai perjalanan panjang menjelajahi Amerika Serikat dengan nama samaran Alexander Supertramp.
Dalam perjalanannya, Christopher bertemu dengan berbagai macam orang dari latar belakang yang berbeda. Ia berkenalan dengan pasangan hippie yang bebas, seorang petani gandum yang baik hati, hingga seorang pria tua bernama Ron Franz (Hal Holbrook) yang kesepian dan menganggap Christopher seperti cucunya sendiri. Pertemuan-pertemuan tersebut memberikan warna tersendiri dalam perjalanan hidup Christopher, sekaligus membentuk cara pandangnya terhadap kehidupan, manusia, dan kebahagiaan.
Meski sering menjalin hubungan hangat dengan orang-orang yang ditemuinya, Christopher tetap teguh pada tujuannya, yakni mencapai Alaska dan hidup menyatu dengan alam liar tanpa bantuan peradaban modern. Baginya, alam adalah tempat paling jujur untuk menemukan kebebasan sejati. Setelah melalui perjalanan yang panjang dan penuh rintangan, Christopher akhirnya tiba di Alaska dan menetap di sebuah bus tua yang terbengkalai di tengah hutan belantara.
Namun, kehidupan di alam liar tidaklah seindah yang ia bayangkan. Christopher harus berjuang melawan rasa lapar, kesepian, dan keterbatasan pengetahuan tentang alam. Seiring berjalannya waktu, kondisi fisiknya semakin melemah. Dalam kesendiriannya, ia mulai menyadari bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya ditemukan dalam kebebasan individual, tetapi juga dalam kebersamaan dengan orang lain. Sayangnya, kesadaran itu datang terlambat. Christopher akhirnya ditemukan meninggal dunia di dalam bus tersebut, meninggalkan catatan reflektif tentang hidup dan kebahagiaan.
Kelebihan Film Into The Wild
Beberapa kelebihan yang terdapat dalam film Into The Wild ini, menurut saya, antara lain ialah terletak pada kekuatan visualnya. Sebab dalam film ini, pengambilan gambar alam yang luas dan indah mampu menghadirkan suasana kebebasan sekaligus keterasingan yang dirasakan oleh sang tokoh utama. Selain itu, kelebihan lainnya yang terdapat dalm film Into The Wild ini, menurut saya, antara lain ialah pendalaman karakter sang tokoh utamanya yang sangat kuat.
Sebab dalam film ini, penonton diajak untuk menyelami pemikiran dan idealisme Christopher melalui monolog, dialog, serta interaksinya dengan tokoh-tokoh lain. Lebih daripada itu, film ini juga didukung oleh musik latar karya Eddie Vedder yang terasa sangat emosional dan dapat menyatu dengan cerita. Menurut saya, film Into The Wild ini sangat cocok untuk kalian saksikan, karena film ini bukan sekadar film tentang petualangan, melainkan juga sebuah refleksi filosofis tentang makna hidup, kebebasan, dan hubungan antarmanusia.
Nah, itu tadi merupakan ulasan mengenai sebuah film yang bercerita tentang perjalanan seorang pemuda dalam meninggalkan kenyamanan hidup demi kebebasan sejati di alam liar, yang berjudul Into The Wild. Adalun ulasan ini merupakan ulasan saya pribadi, berdasarkan film tersebut. Lalu bagaimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik untuk menyaksikan film tersebut?
Baca Juga
-
Review Never Back Down (2008): Film dengan Latar Belakang Seni Bela Diri Campuran!
-
Film Good Will Hunting: Kisah Matematikawan Jenius dengan Trauma Masa Lalu
-
Sinopsis The Outsider (2018): Veteran Amerika yang Menjadi Anggota Yakuza Jepang
-
Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah: Drama Keluarga yang Penuh Konflik
-
Film City of Angels: Kisah Malaikat yang Jatuh Cinta kepada Manusia
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Buku 'Tahun Penuh Gulma': Suara Masyarakat Adat Melawan Rakusnya Korporasi
-
Film Kuyank: Prekuel Saranjana yang Penuh Misteri Gelap!
-
The Lost Library: Menyusuri Jejak Rahasia Perpustakaan yang Hilang
-
Visual ala Ghibli, The Camphorwood Custodian Berhasil Bikin Mewek
-
4 Cafe Dekat Stasiun Bandung, Cocok untuk Nunggu Kereta hingga Nongkrong
Terkini
-
Wanita Di Ujung Senja
-
ZeroBaseOne Kenang Momen Indah Bareng Penggemar di Lagu Baru, Lovepocalypse
-
Sinopsis Film Sadali, Ketika Cinta Lama dan Masa Lalu Datang Bersamaan
-
Tecno Camon 50 Series Siap Meluncur ke Indonesia, Dukung SuperZoom 20X dan Sensor Sony LYTIA 700C
-
Psychological Reactance: Alasan di Balik Rasa Kesal Saat Disuruh dan Dilarang