Sekar Anindyah Lamase | Ervina E. W.
Visual utama anime The Camphorwood Custodian (animenewsnetwork/The Camphorwood Custodian)
Ervina E. W.

Siapa yang tidak kenal dengan karya-karya Keigo Higashino? Penulis legendaris ini selalu punya cara jenius untuk mengaduk-aduk emosi lewat misteri yang tidak tertebak.

Nah, sekarang salah satu novel best seller-nya, The Camphorwood Custodian (Kusunoki no Bannin), baru saja resmi diangkat ke layar lebar dalam bentuk anime dan mulai tayang di Jepang pada 30 Januari 2026.

Camphorwood Custodian bukan cuma sekadar tontonan biasa, tapi sebuah perjalanan spiritual yang dibalut dengan visual kelas atas dari studio A-1 Pictures.

Lewat tokoh utamanya, Reito Naoi, kita bakal diajak masuk ke dunia di mana sebuah pohon tua bukan cuma sekadar tanaman, tapi penyimpan memori manusia yang paling dalam. Penasaran kenapa film ini langsung jadi pembicaraan hangat di awal tahun? Yuk, kita bedah fakta-faktanya!

1. Visual estetik yang setara kelas dunia

Cuplikan anime The Camphorwood Custodian (anime-planet/The Camphorwood Custodian)

Satu hal yang bakal bikin kamu melongo saat menit-menit pertama film The Camphorwood Custodian adalah seni visualnya. Penggambaran Kuil Tsukigo dan lanskap Tokyo dibuat dengan sangat detail, bahkan banyak kritikus yang membandingkan keindahannya dengan gaya klasik Studio Ghibli. Kamu bakal merasa seolah bisa mencium bau kayu kamper dan merasakan angin sepoi-sepoi di halaman kuilnya.

Meskipun di beberapa bagian animasinya sempat dikritik sedikit kaku, kualitas seni diamnya (A+) tetap tidak tertandingi. Setiap sudut kuil Tsukigo digambarkan dengan palet warna yang hangat, menciptakan atmosfer "healing" yang sangat kuat. Buat kamu yang suka memanjakan mata dengan pemandangan anime yang puitis, film The Camphorwood Custodian benar-benar memberikan standar baru di tahun 2026.

2. Akting suara Yuki Amami yang "mencuri panggung"

Cuplikan anime The Camphorwood Custodian (anime-planet/The Camphorwood Custodian)

The Camphorwood Custodian tidak akan hidup tanpa karakter Chifune Yanagisawa, sosok wanita tangguh yang memberikan kesempatan kedua bagi Reito. Pengisi suaranya, Yuki Amami, benar-benar tampil luar biasa dan bahkan disebut-sebut memberikan performa terbaik di film ini. Dia berhasil membawakan karakter Chifune yang terlihat berwibawa di luar, tapi punya kerentanan yang dalam di balik wajah tegasnya.

Banyak fans yang berpendapat kalau kehadiran Amami di sini benar-benar "menggendong" emosi penonton dari awal sampai akhir. Bahkan pengisi suara veteran sekelas Takehito Koyasu pun terasa seperti tertutup bayang-bayang kehebatan akting suara Amami. Perpaduan antara suara yang elegan dan penuh kekuatan ini bikin karakter Chifune jadi sosok yang sangat membekas di hati setelah keluar dari bioskop.

3. Alur cerita paralel yang saling berkaitan

Cuplikan anime The Camphorwood Custodian (anime-planet/The Camphorwood Custodian)

Keigo Higashino memang masternya kalau soal menjahit banyak cerita menjadi satu kesatuan yang utuh. Dalam film The Camphorwood Custodian, kamu tidak cuma mengikuti kisah Reito, tapi ada empat alur cerita paralel yang berjalan bersamaan. Semuanya punya satu benang merah: keterikatan emosional mereka dengan pohon kamper raksasa di kuil tersebut.

Mulai dari misteri keluarga Saji, konflik batin Soki Oba dengan ayahnya, sampai rahasia di balik kunjungan orang-orang saat Bulan Baru dan Bulan Purnama. Ceritanya tidak cuma soal keinginan yang terkabul, tapi lebih ke arah bagaimana manusia mencoba berdamai dengan masa lalu dan memori yang mereka titipkan. Meskipun transisi antar-ceritanya terkadang terasa cepat, penyelesaiannya dijamin bakal bikin kamu merasa "plong" sekaligus tersentuh.

4. Eksplorasi tema emosional yang mendalam

Cuplikan anime The Camphorwood Custodian (anime-planet/The Camphorwood Custodian)

The Camphorwood Custodian berani menyentuh tema yang cukup sensitif, tapi sangat nyata: penyakit demensia. Lewat plot yang melibatkan nenek dari karakter Yumi, kita diperlihatkan bagaimana rasa kehilangan memori bisa sangat menyakitkan bagi keluarga yang ditinggalkan. Hal ini bikin elemen fantasi tentang pohon kamper yang bisa "menyimpan memori" jadi terasa sangat relevan dan tidak sekadar khayalan belaka.

Kehadiran tema ini membuat The Camphorwood Custodian bukan cuma sekadar film hiburan, tapi juga punya bobot moral yang kuat. Penonton diajak untuk lebih menghargai setiap momen dan ingatan yang kita punya saat ini. Pesan moralnya tersampaikan dengan sangat halus tanpa terkesan menggurui, membuat drakor atau anime drama lainnya terasa kurang "mendalam" kalau dibandingin sama mahakarya satu ini.

5. Musik latar yang membangun nuansa magis

Cuplikan anime The Camphorwood Custodian (anime-planet/The Camphorwood Custodian)

Musik garapan Yugo Kanno di film The Camphorwood Custodian punya peran yang sangat krusial dalam membangun suasana. Di bagian awal, kamu bakal mendengar instrumen yang sedikit "menyeramkan" setiap kali pohon kamper disorot, seolah ingin menegaskan kalau pohon ini punya kekuatan mistis yang luar biasa. Namun, seiring berjalannya cerita, musiknya berubah menjadi melodi yang sangat emosional dan hangat.

Meskipun ada bagian di mana musiknya dianggap terlalu "tegas" dalam menggiring emosi penonton, secara keseluruhan tata musiknya berhasil menghidupkan suasana kuil yang sakral. Klimaks film ini didukung dengan aransemen yang pas, sanggup memancing air mata tanpa perlu dialog yang berlebihan. Ini adalah bukti kalau kolaborasi antara visual indah dan musik yang tepat bisa menghasilkan sebuah masterpiece.

Melihat perpaduan antara naskah jenius Keigo Higashino, visual ala Ghibli, dan akting suara yang juara, The Camphorwood Custodian jelas bukan film anime kaleng-kaleng. Film ini adalah bukti kalau anime drama misteri bisa tetap seru dan emosional tanpa harus banyak adegan aksi. Jadi, kalau kamu cari tontonan yang bisa bikin hati hangat sekaligus otak berpikir, film ini adalah jawabannya!

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS