Film The Strangers: Chapter 3 adalah penutup trilogi reboot dari seri horor klasik The Strangers (2008). Disutradarai oleh Renny Harlin, film ini melanjutkan kisah Maya (Madelaine Petsch), seorang wanita yang bertahan dari serangan pembunuh bertopeng di dua film sebelumnya. Trilogi ini difilmkan secara bersamaan, mencoba memperluas cerita home invasion menjadi saga panjang, tapi hasilnya sering dikritik sebagai eksperimen yang gagal.
Di Chapter 3, Maya menghadapi konfrontasi akhir dengan Scarecrow dan Dollface, setelah membunuh Pin-Up Girl di film sebelumnya. Plot berfokus pada survival brutal dan elemen balas dendam, dengan flashback ke masa lalu pembunuh untuk menjelaskan motif mereka.
Sinopsis: Pelarian Maya Pasca-Kematian Pin-Up Girl
Cerita dimulai langsung dari akhir Chapter 2, di mana Maya melarikan diri dari pembunuh di kota kecil Venus. Dia bertemu karakter pendukung seperti Gregory (Gabriel Basso), seorang penduduk lokal, dan Shelly (Ema Horvath), yang ternyata bagian dari misteri. Sheriff Howard Rotter (Richard Brake) juga terlibat dalam penyelidikan.
Tema utama adalah batas antara realitas dan bahaya, dengan rahasia yang muncul mengancam nyawa survivor. Film ini mengeksplorasi latar belakang pembunuh sebagai anak-anak dan remaja, tapi penjelasan ini dinilai dangkal dan tidak memuaskan. Durasi 91 menit, rating R untuk kekerasan dan gore.
Review Film The Strangers: Chapter 3
Madelaine Petsch memerankan Maya dengan ketangguhan, meski karakternya terasa lelah setelah tiga film. Petsch, dikenal dari Riverdale, membawa intensitas fisik dan emosional, tapi performanya monoton karena jadwal syuting yang melelahkan. Gabriel Basso sebagai Gregory memberikan dukungan, tapi interaksinya dengan Maya terasa datar.
Ema Horvath sebagai Shelly/Pin-Up Girl menambah lapisan, sementara Richard Brake sebagai sheriff memberikan nuansa misterius. Cast pendukung termasuk Hannah Galway, Krystal Ellsworth, dan lainnya, tapi kebanyakan terasa underwhelming.
Sutradara Renny Harlin, veteran horor seperti A Nightmare on Elm Street 4, mencoba membangun ketegangan melalui chase scenes panjang dan jump scares. Akan tetapi, pendekatan ini membuat film terasa repetitif, seperti cat-and-mouse game yang tak berujung.
Skrip oleh Alan R. Cohen dan Alan Freedland gagal memberikan kedalaman, dengan dialog klise dan plot yang meandering. Elemen baru seperti romansa aneh antara Scarecrow dan Maya dinilai absurd. Sinematografi oleh José David Montero menangkap atmosfer gelap hutan dan kota kecil, tapi editing Michelle Harrison membuat pacing lambat.
Kelebihan Chapter 3 ini lebih baik daripada dua film sebelumnya, kekerasan lebih brutal, reckoning lebih memuaskan. Musik Justin Burnett dan Óscar Senén berhasil menambah ketegangan. Untuk penggemar slasher, ada momen gore yang menarik. Penampilan Madelaine Petsch jadi sorotan utama, menonjolkan ketangguhan karakternya.
Akan tetapi kelemahannya sebagai trilogi gagal total, tidak bisa membenarkan keberadaannya, dan menghilangkan unsur kejutan dari film asli. Kusebut sebagai inept serta abominable, hampir tidak ada yang berfungsi selama 90 menit. Krisis identitas dari Chapter 2 berlanjut hingga akhir yang membingungkan. Dibanding original karya Bryan Bertino, reboot ini terasa hampa dan tanpa inovasi. Akting terlihat lelah, plot dangkal dan superficial.
Jadi kesimpulannya, The Strangers: Chapter 3 adalah penutup lemah untuk trilogi ambisius tapi gagal. Cocok untuk fans horor die-hard, tapi skip bagi yang mencari orisinalitas. Rating pribadiku: 5/10. Sebagai informasi tambahan, film ini tayang di bioskop Indonesia mulai 6 Februari 2026. Di kota seperti Jakarta, Surabaya, dll., tersedia di jaringan seperti CGV, Cinepolis, dan XXI. Cek BookMyShow untuk jadwal.
Baca Juga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Novel Orang-Orang Proyek: Potret Korupsi yang Membumi
-
Novel Beauty and The Best: Siapa Bilang Cewek Cantik Itu Bodoh?
-
Saat Keluarga Menjadi Medan Perang: Ulasan Nyaliku Kecil Seperti Tikus
-
Eksplorasi Ekologi dan Nasib Hiu di Papua Nugini dalam The Shark Caller
-
The Atala, Novel Perpaduan Time Travel dan Misteri Sejarah Nusantara
Terkini
-
Dibanjiri 40 Ribu Penggemar, G-Dragon Sukses Gelar Fanmeeting Solo Pertama
-
Daftar Drakor Populer Januari 2026: Our Golden Days hingga Taxi Driver 3
-
Marapthon: The Last Tale, Babak Terakhir yang Tetap Berjalan di Tengah Duka
-
5 Parfum Aroma Jeruk untuk Sambut Imlek, Wangi Fresh Bikin Mood Naik!
-
Timnas U-17 Cari Pemain Keturunan Baru, Opsi Cepat Tingkatkan Performa?