Diterbitkan oleh Penerbit Akad, novel Jungkir Balik karya Ava hadir sebagai bacaan teen fiction segar. Buku setebal kurang lebih 320 halaman ini mengangkat tema klasik yang selalu relevan bagi remaja: jatuh cinta pada sahabat sendiri.
Namun, alih-alih hanya menyajikan romansa manis, Jungkir Balik memperkaya cerita dengan konflik keluarga dan trauma yang membuat kisahnya lebih emosional dan realistis.
Isabelle, siswi kelas 11 yang ceria dan ekspresif, sudah tiga tahun memendam perasaan pada Jason (sahabat masa kecilnya). Mereka tumbuh bersama, berbagi cerita, dan saling mengandalkan. Tidak heran jika perhatian Jason yang begitu tulus membuat hati Isabelle perlahan “jungkir balik”.
Sinopsis Novel
Jason digambarkan sebagai sosok remaja idaman: peka, perhatian, setia mengantar Isabelle ke sekolah, bahkan tahu cara memperbaiki mood sahabatnya yang sedang ngambek. Karakter seperti ini membuat pembaca mudah memahami mengapa Isabelle jatuh hati. Namun, justru di sinilah konflik bermula.
Ketika Isabelle akhirnya memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya, situasi berubah drastis. Jason mengaku sedang menghadapi masalah besar: isu perselingkuhan ibunya yang menghancurkan pandangannya terhadap perempuan dan hubungan.
Trauma itu membuat Jason nyaris tidak lagi percaya pada cinta. Pengakuan tersebut menjadi tamparan bagi Isabelle. Di satu sisi, ia ingin jujur pada perasaannya; di sisi lain, ia tak tega menambah beban sahabatnya.
Alih-alih mundur, Isabelle memilih bertahan. Ia bahkan membantu Jason menjalankan “misi” untuk membuktikan kebenaran isu tentang ibunya. Di titik ini, cerita berkembang bukan hanya sebagai romansa remaja, tetapi juga drama keluarga yang cukup intens.
Konflik keluarga Jason mengambil porsi besar di bagian tengah novel, menghadirkan ketegangan sekaligus memperlihatkan sisi rapuh seorang remaja laki-laki yang selama ini tampak kuat.
Kelebihan dan Kekurangan
Secara struktur, novel ini menggunakan alur maju dengan konflik yang berkembang bertahap. Isabelle digambarkan sebagai gadis yang impulsif tetapi tulus, sementara Jason adalah sosok kompleks dengan luka batin tersembunyi. Karakter pendukung pun memiliki ciri khas masing-masing, membuat dinamika cerita terasa hidup.
Dari sisi gaya bahasa, Ava menggunakan bahasa sehari-hari yang ringan dan mudah dipahami. Dialog-dialognya terasa natural, khas percakapan anak SMA masa kini. Inilah yang membuat Jungkir Balik cocok dibaca saat sedang reading slump. Unsur romance-comedy terasa melalui adegan-adegan gemas antara Isabelle dan Jason, terutama di awal cerita.
Namun demikian, ada catatan yang bisa menjadi bahan evaluasi. Beberapa pembaca mungkin merasa konflik keluarga Jason digarap terlalu detail sehingga sedikit menggeser fokus dari perkembangan hubungan Isabelle dan Jason.
Porsi “misi” untuk memecahkan masalah keluarga terasa cukup panjang, membuat romansa keduanya sempat tenggelam. Meski begitu, pendekatan ini juga mempertegas bahwa cinta remaja tidak selalu berdiri sendiri. Ia sering kali terpengaruh oleh dinamika keluarga.
Dari segi fisik buku, Jungkir Balik tampil menarik dengan sampul bernuansa pink yang merepresentasikan dunia remaja. Bookmark bawaannya yang unik menjadi nilai tambah tersendiri. Secara teknis, penyuntingan novel ini tergolong rapi, minim kesalahan ketik, dan nyaman dibaca.
Secara keseluruhan, Jungkir Balik menawarkan kisah tentang keberanian mengakui perasaan, ketulusan dalam persahabatan, serta proses memahami luka orang lain. Novel ini mengingatkan bahwa cinta tidak selalu tentang memiliki, tetapi juga tentang mengerti waktu yang tepat untuk berbicara atau memilih diam.
Bagi pencinta romance remaja dengan sentuhan konflik keluarga, buku ini layak masuk daftar bacaan. Karena terkadang, untuk memahami perasaan sendiri, kita memang harus rela “jungkir balik” lebih dulu.
Identitas Buku
- Judul: Jungkir Balik
- Penulis: Ava
- Penerbit: Akad x Skuad
- Tahun Terbit: 2024
- ISBN: 978-623-472-030-3
- Tebal: 320 halaman
- Genre: Fiksi Remaja, Romansa
Baca Juga
-
50 Cara Merayakan Luka dan Menertawakan Kehilangan di Buku Eminus Dolere
-
Dari Wattpad ke Layar Lebar: Menimbang Adaptasi Film After yang Pro-Kontra
-
Review Novel Di Tanah Berhala: Teror Desa Kerti Swara dan Kutukan Berdarah
-
Dilema Ketika Cinta Lama Datang Kembali di Novel Endless Love
-
Tanpa Romansa Guru dan Murid: Sisi Menarik di Absolute Value of Romance
Artikel Terkait
-
Mengurai Emosi Remaja dalam Konflik Keluarga di Novel "Oi Abang Oi"
-
Dari Tanah Wajo ke Belanda: Perjalanan Cinta Lintas Milenium di Novel Lontara
-
Buku Petunjuk Hidup Bebas Stres dan Cemas: Sebuah Upaya Menghalau Kecemasan
-
Siap Mengaduk Emosi, Novel 'Seporsi Mie Ayam sebelum Mati' Segera Diangkat ke Layar Lebar
-
Ramuan Cinta di Sepiring Spaghetti Bolognese dalam Novel Amo Ravierre
Ulasan
-
Neko to Kiss: Mengadopsi Kucing yang Merupakan Jelmaan Teman Satu Kelas
-
Ulasan Propeller One-Way Night Coach: Film yang Asyik Curhat Sendiri
-
50 Cara Merayakan Luka dan Menertawakan Kehilangan di Buku Eminus Dolere
-
Dari Wattpad ke Layar Lebar: Menimbang Adaptasi Film After yang Pro-Kontra
-
Review Film Passenger: Horor Road Trip yang Semakin Langka di Hollywood
Terkini
-
Dibanderol Rp750 Juta, Ponsel Lipat Vertu AlphaFold Dilapisi Kulit Eksotis dan Emas Berlian
-
Acer AR Vision GR0 Resmi Meluncur, Kacamata Pintar Bisa Terhubung ke Android, iPhone, dan PC
-
Bocoran Galaxy Z Fold8: Bodi Super Ringan 210 Gram dan Minim Lipatan Layar
-
5 Masker Rambut yang Ampuh Atasi Rambut Rusak untuk Wanita Berhijab
-
Menakar Tren Slash Career: Alasan Gen Z Tak Cukup Punya Satu Profesi