Film Setan Alas! (juga dikenal sebagai The Draft!) adalah karya horor Indonesia yang unik, disutradarai oleh Yusron Fuadi. Rilis di bioskop Indonesia pada 5 Maret 2026, film ini tayang serentak di lebih dari 180 layar, termasuk jaringan XXI dan 21 Cineplex.
Dengan durasi 84 menit dan rating D17+, ia mengusung genre meta-horror yang memadukan teror supranatural dengan elemen satire, mengkritik klise film horor lokal. Diproduksi oleh Akasacara Films pada 2022-2023, film ini sebelumnya meraih penghargaan di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2023 dan festival lain, sebelum akhirnya debut komersial di bioskop.
Kesadaran Meta: Ini Hanya Skenario Horor
Sinopsis cerita berpusat pada lima mahasiswa: Budi (Haydar Salishz), Ani (Putri Anggi), Iwan (Adhin Abdul Hakim), Wati (Anastasia Herzigova), dan Amir (Winner Wijaya). Mereka memutuskan liburan akhir pekan di villa tua terpencil di tengah hutan, mungkin di sekitar Kaliurang, Yogyakarta.
Apa yang dimulai sebagai rencana santai berubah menjadi mimpi buruk saat salah satu anggota kelompok ditemukan tewas secara misterius. Panik, mereka berusaha melarikan diri melalui hutan, tapi jalan keluar seolah tertutup oleh kekuatan gelap. Amir, yang paling skeptis, mulai curiga ada entitas supranatural yang memanipulasi nasib mereka, membunuh satu per satu. Tagline Fight for your fate!! menekankan perjuangan mereka melawan takdir yang tampak sudah ditentukan.
Konsep meta-horror menjadi daya tarik utama. Film ini bukan sekadar horor konvensional dengan jumpscare atau hantu tradisional; ia menyadarkan karakter (dan penonton) bahwa mereka berada dalam skenario film horor klise. Mirip Cabin in the Woods versi Indonesia, tapi dengan sentuhan lokal seperti villa hutan dan zombie figuran dari masyarakat sekitar.
Yusron Fuadi dengan cerdik mengejek pakem horor Tanah Air: kelompok remaja ceroboh, lokasi terpencil, pembunuhan berantai, dan elemen mistis yang berlebihan. Pendekatan ini membuat Setan Alas! terasa segar, menghindari ketergantungan pada efek kejut murahan, dan lebih fokus pada dinamika psikologis serta prasangka antar-karakter.
Ulasan Film Setan Alas!
Dari segi karakter, para pemeran muda berhasil menyampaikan nuansa. Haydar Salishz sebagai Budi tampil sebagai pemimpin kelompok yang pragmatis, sementara Winner Wijaya sebagai Amir membawa elemen skeptis yang memicu debat meta tentang cerita horor. Anastasia Herzigova dan Putri Anggi menambahkan kedalaman emosional, meski beberapa dialog terasa kaku karena keterbatasan anggaran indie.
Pemeran pendukung seperti Ernanto Kusumo sebagai Mang Dadang dan Ibrahim Allami menambah warna lokal. Produksi melibatkan banyak figuran zombie dari komunitas, menekankan semangat kolaboratif UGM dan masyarakat Yogyakarta.
Visual dan atmosfernya layak diacungi jempol, sih. Pembukaan dengan aerial shot hutan diiringi musik sendu mengingatkanku pada klasik seperti Cannibal Holocaust, menciptakan ketegangan awal.
Sinematografi menangkap keindahan sekaligus kegelapan hutan, dengan efek praktis yang efektif meski low-budget. Sound design memperkuat teror, terutama saat karakter menyadari loop horor mereka. Akan tetapi, kelemahan muncul di pacing: bagian tengah terasa lambat, dan beberapa twist meta bisa membingungkan buat kamu yang mencari horor straight-forward. Humor satire kadang terlalu absurd sih, berisiko membuat horornya kurang menyeramkan.
Secara keseluruhan, Setan Alas! adalah angin segar di industri horor Indonesia yang sering terjebak formula repetitif. Ia bukan hanya menghibur, tapi juga mengajak refleksi atas genre itu sendiri. Dukungan dari figur seperti Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan potensi film indie untuk bersaing nasional. Bagi penggemar horor yang cerdas, ini wajib tonton ya, Sobat Yoursay! Rating pribadi: 7.5/10.
Baca Juga
-
Goyangan Elvis Bangkit Lagi! Review Film EPiC yang Bikin Satu Bioskop Senam Irama
-
Hoppers: Film tentang Pesan Lingkungan dalam Balutan Animasi yang Memukau!
-
Lebaran Masih Lama, tapi Pesugihan Massal Udah Mulai di Bioskop: Review Film Setannya Cuan!
-
Panda Plan: The Magical Tribe, Hadirkan Petualangan Panda yang Menggemaskan
-
Film Titip Bunda di Surga-Mu: Kisah Penyesalan Anak Kepada Ibu
Artikel Terkait
Ulasan
-
Mengintip Isi Buku 'Sorry, My Younger Self' Karya Alvi Syahrin yang Bikin Nyesek tapi Menenangkan
-
Puncak Watu Bengkah Gunung Klotok Kediri: 536 Mdpl yang Bikin Ngos-ngosan
-
Cerpen Putik Safron di Sayap Izrail: Kematian Sang Marbut di Tengah Pandemi
-
Perburuan Kriminal Paling Berbahaya: Membaca Novel Bintang Karya Tere Liye
-
Menghargai Perbedaan dari Kisah Sophie dan Andjana dalam Novel Titik Temu
Terkini
-
Sepasang Cincin Berkarat Milik Kita
-
Lebaran, Tradisi Baju Baru dan Tekanan Sosial Kelas Menengah
-
Klub Ada, Kompetisi Tiada: Sepak Bola Perempuan Indonesia Ada Masa Depannya Gak?
-
Overtourism Bahayakan Lingkungan? Ketika Jejak Karbonmu Lebih Berat dari Koper
-
Rossa Ungkap Kerinduan untuk Vidi Aldiano: Kirim Yasin Bukan Donat Lagi