"Kamu nggak perlu menjadikan penilaian orang lain sebagai standar keberhargaanmu. Just do what makes you happy." (halaman 289).
The Life We Lead adalah salah satu novel bergenre self improvement fiction dengan menggabungkan beberapa topik di dalamnya, seperti drama keluarga, persahabatan, romansa, dan kesempatan kedua. Novel karya Johana Melisa ini akan bercerita mengenai betapa pentingnya mengenali diri sendiri agar dapat menemui tujuan hidup yang sebenarnya.
Penggunaan bahasa sehari-hari yang santai dengan berbagai topik yang dibahas di dalamnya membuat novel dengan tebal 299 halaman ini terasa singkat jika dibaca lebih lanjut.
Sinopsis Novel The Life We Lead
Bethany merupakan anak terakhir dari keluarga Huber yang keluarganya mengelola Nutreau, sebuah perusahaan biji-bijian terbesar. Sejak awal, Bethany atau kerap disapa Any tidak tahu tujuan hidupnya, karena dari kecil ia terbiasa disetir oleh kedua orang tuanya seperti kuliah di jurusan Akuntansi, setelah itu melanjutkan studi pascasarjana ke luar negeri, dan melanjutkan bisnis keluarga.
Semua itu Any lakukan tanpa banyak protes meskipun hati kecilnya menolak. Sampai akhirnya, sebagai bentuk perlawanannya untuk melanjutkan bisnis keluarga, Any mendirikan sebuah kafe yang modalnya dibantu oleh kakak kandungnya. Tujuan Any mendirikan kafe ini adalah untuk membuktikan kepada orang tuanya bahwa ia bisa membuat pilihan sendiri tanpa harus meneruskan perusahaan keluarga.
Nasib Any sama dengan Priska yang memiliki orang tua lebih strict dan suka membandingkan anaknya dengan Any. Jika Priska gagal dalam membuktikan dirinya lebih baik dari Any, ia akan dipukul oleh orang tuanya, membuat Priska lama-lama muak dengan hidupnya dan melampiaskan amarahnya ke Any. Priska rela melakukan hal apa saja agar dapat membuktikan dirinya lebih baik di mata kedua orang tuanya, meskipun harus mempertaruhkan persahabatannya yang sudah terjalin lama dengan Any.
Di tengah krisis pencarian jati diri dan merenggangnya hubungan persahabatannya, Regan hadir di hidup Any dan membuat Any harus kembali mengingat masa lalu menyakitkan yang sudah lama ia lupakan. Bersama Regan, Any mulai menyadari betapa pentingnya kebahagiaan dan memiliki tujuan hidup yang berasal dari keinginan diri sendiri, bukan orang lain. Any juga menyadari bahwa selama ini, ia tidak hidup bukan untuk dirinya, tapi untuk orang lain dan memenuhi ekspektasi orang-orang di sekitarnya.
Kelebihan dan Kekurangan Novel
Novel ini memuat beberapa topik permasalahan yang dikemas dalam satu judul. Di dalamnya terdapat permasalahan menemukan tujuan hidup dan jati diri, konflik keluarga, persahabatan, romansa, hingga kesempatan kedua dalam menghadapi trauma masa lalu. Alur cerita yang tidak terlalu lambat maupun cepat dengan bahasa sehari-hari yang ringan dan mudah dipahami, membuat para pembaca tidak harus berpikir terlalu keras dalam membaca novelnya.
Novel ini juga memiliki banyak sekali pesan moral tentang kehidupan, kebahagiaan, dan dinamika hubungan yang terjadi. Selain menjadi motivasi dan pacuan untuk para pembaca yang merasa relate dengan konflik yang dihadapi Any, novel ini juga mengajarkan bahwa setiap manusia tidak bisa membahagiakan semua orang dan tidak ada kewajiban untuk menjalani hal itu.
Di setiap kelebihan selalu dapat kekurangan. Meskipun novel ini memuat penjabaran yang lengkap, tapi jika penjabaran yang terlalu detail di setiap bagiannya juga dapat membuat para pembaca kehilangan fokus pada pokok permasalahan yang terjadi. Selain itu, dialog antar tokoh yang terlalu panjang membuat para pembaca cepat merasa bosan.
Jika ingin mencoba membaca buku self improvement tapi dibalut dengan cerita fiksi dan mengangkat beberapa topik di dalamnya, buku ini bisa menjadi rekomendasi. Apalagi untuk pembaca yang merasa tidak memiliki tujuan hidup dan berusaha untuk menyenangkan semua orang, buku ini bisa menjadi jawabannya.
Namun, jika pembaca merasa cepat bosan dan tidak terbiasa membaca novel dengan dialog serta detail yang panjang, novel ini dapat dipertimbangkan kembali jika ingin membacanya.
Identitas Novel
- Judul: The Life We Lead
- Penulis: Johana Melisa
- Penerbit: Elex Media Komputindo
- Tahun Terbit: 1 Februari 2023
- Tebal Halaman: 299 Halaman
- ISBN: 9786230045752
- Genre: Self Improvement Fiction
Baca Juga
-
Rayakan 10 Tahun Tayang, Drakor Love in the Moonlight Siapkan Acara Spesial
-
Musikal Hell's Kitchen Pentas Juli, Intip Deretan Pemain Penuh Bintang
-
Lee Jun Ho Berpeluang Bintangi Drakor Embassy for Foreign Monsters in Korea
-
Variety Show Office Worker 3 Siap Tayang, Gong Hyo Jin Jadi Tamu Perdana
-
Han Ji Min dan Koo Kyo Hwan Berpeluang Jadi Pasangan di Film Typhoon
Artikel Terkait
Ulasan
-
Gus Dur dalam Lensa Greg Barton: Potret Utuh Presiden Keempat Indonesia
-
Ulasan Serial Zomvivor: Drama Horor Thriller dengan Efek Visual Luar Biasa!
-
Our Generation: Setting Lokasi Cakep dan Nuansa Psikologis Menggigit Abis!
-
Bentuk Entitled Parent pada Karakter Lee Ji Young di Teach You a Lesson
-
Film Hokum: Menelisik Mitos yang Turun-temurun Hidup dalam Ingatan Kolektif
Terkini
-
Tayang 1 Juli di Netflix, Millie Bobby Brown Siap Kembali di Enola Holmes 3
-
Prancis vs Senegal: Tuntasnya Dendam Kekalahan 24 Tahun yang Sempat Bikin FIFA Ubah Regulasi
-
Seni Menolak Keinginan Anak Tanpa Harus Bikin Dompet Emak Ikut Menangis
-
3 Tahun Kabar Terdepan: Merajut Keberagaman, Mengawal Kebenaran
-
Resmi Disetujui DPR, Mengapa PSSI Ngotot Naturalisasi Pemain Liga Amatir?