Beberapa waktu yang lalu, PSSI resmi mengumumkan jika dua calon pemain naturalisasi baru timnas Indonesia, yakni Luke Vickery dan Mitchell Baker resmi mendapatkan persetujuan dari DPR-RI untuk melanjutkan proses naturalisasinya.
Melansir dari laman akun Instagram @nusantara.ballers, kedua pemain berdarah Indonesia tersebut sebelumnya memang telah diajukan kepada DPR-RI sebagai pemain naturalisasi guna membela timnas Indonesia.
“Komisi X DPR RI telah menyetujui proses naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery. Setelah ini, keduanya tinggal menunggu tahapan berikutnya sebelum resmi memperkuat Timnas Indonesia. Kini, seluruh mata tertuju pada proses berikutnya sebelum keduanya bisa benar-benar mengenakan lambang Garuda di dada,” tulis laman instagram @nusantara.ballers.
Sebelumnya, baik Luke Vickery dan Mitchell Baker juga sempat bergabung dengan pemusatan latihan timnas Indonesia jelang ajang FIFA Matchday bulan Juni 2026 kemarin. Mereka berdua sendiri diketahui hadir di pemusatan latihan skuad garuda kala itu dikarenakan pelatih kepala, John Herdman ingin melihat kualitas keduanya secara langsung.
Namun, di balik proses naturalisasi keduanya yang telah memasuki babak lanjut, ada satu hal yang tentunya menjadi sebuah pertanyaan besar bagi banyak fans sepakbola Indonesia. Mengapa PSSI memilih menaturalisasi Mitchell Baker yang saat ini statusnya masih bermain di kasta liga amatir di Amerika Serikat?
Mitchell Baker Disiapkan Sebagai Program Jangka Panjang Timnas Indonesia?
Melansir dari laman transfermakrt.com, pemain keturunan Indonesia, yakni Mitchell Baker diketahui memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ibunya. Kakek dan neneknya dari pihak ibu diketahui lahir di Indonesia dan sempat memiliki kewarganegaraan Indonesia. Hal inilah yang membuat Mitchell Baker cukup eligible dan bisa menjalani proses naturalisasi melalui jalur garis keturunan.
Namun, tentunya proses naturalisasi Mitchell Baker masih menimbulkan banyak tanda tanya bagi banyak pihak. Hal ini dikarenakan status karir dari Mitchell Baker yang saat ini masih bermain di kasta liga amatir antar Universitas atau Institut di Amerika atau NCAA (National Collegiate Athletic Association). Di kasta liga tersebut dirinya membela klub Universitas, yakni Georgetown University yang juga menjadi tempatnya menimba ilmu.
Kondisi inilah yang ternyata cukup disorot oleh banyak pihak terkait urgensi PSSI menaturalisasi Mitchell Baker. Berbeda dengan Luke Vickery yang membela klub tertinggi liga Australisa bersama Macarthur FC, Mitchell Baker memang diketahui sejauh ini hanya bermain di kasta liga amatir universitas di Amerika Serikat.
Namun, hal yang tidak atau jarang diketahui oleh banyak pihak adalah ternyata Mitchell Baker juga merupakan punggawa dari klub kasta tertinggi liga profesional Amerika Serikat atau Major League Soccer (MLS), yakni Colorado Rapids. Dirinya memang terdaftar menjadi bagian klub tersebut. Namun, sejauh ini memang Mitchell Baker belum pernah bermain bersama Colorado Rapids di kasta liga domestik.
Di sisi lain, dinaturalisasinya Mitchell Baker oleh PSSI juga tentunya merupakan bagian dari proses jangka panjang bagi timnas Indonesia. Pemain yang dikenal memiliki postur tubuh yang cukup jangkung ini masih berusia 19 tahun dan tergolong sebagai pemain muda. Selain itu, posisinya yang juga merupakan striker diharapkan bisa memperkuat kedalaman skuad timnas Indonesia di masa depan.
Seperti yang kita ketahui, posisis striker memang cukup jarang memiliki pemain berkualitas di timnas Indonesia. Bahkan, hanya segelintir saja pemain keturunan Indonesia di posisi striker yang cukup eligible untuk memperkuat skuad garuda. Oleh karena itu, dinaturalisasinya Mitchell Baker tentunya demi proses jangka panjang timnas Indonesia di posisi striker.
Kini, kita doakan supaya karier dari Mitchell Baker kian berkembang dan dapat memberikan dampak yang cukup positif di timnas Indonesia.
Baca Juga
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
-
Lamine Yamal Raih Gelar Piala Dunia, Era Baru Dunia Sepak Bola Telah Dimulai
-
Serba-serbi Piala Dunia 2026: Kiprah Fenomenal Vozinha hingga Drama Intervensi Aturan
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
-
Lebih dari Sepak Bola, Inggris vs Argentina Jadi Laga Sarat Muatan Politik
Artikel Terkait
-
Erick Thohir Bocorkan Road Map Timnas Indonesia hingga 2031, Piala Dunia Target Utama
-
Arti Spesial Bela Timnas Indonesia Bagi Luke Vickery: Nenek Saya Lahir di Sana!
-
Tinggalkan AS, Winger Timnas Indonesia Adrian Wibowo Resmi Hijrah ke Eropa
-
Dari Yugoslavia hingga Hindia Belanda: Negara-Negara yang Pernah Tampil di Piala Dunia Kini Hilang
-
Pernah Dibobol Ragnar Oratmangoen, Kiper Arab Saudi Sabet Rekor Saves Terbanyak di Piala Dunia 2026
Hobi
-
Hasil Piala AFF: Kecerdikan John Herdman Antar Indonesia Libas Timor Leste
-
Bawa Garnacho dan Abraham, Aston Villa Siap Uji Mental Indonesia All Stars
-
Piala Presiden 2026: Persebaya Pastikan Tiket Semifinal usai Tekuk PSMS
-
Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persebaya Tantang PSMS demi Tiket Semifinal
-
Jadwal Perempat Final VNL Putra 2026 Hari Ini: Jepang Hadapi China, Slovenia Ditantang Turki!
Terkini
-
Portofolio Digital Jadi Ijazah Baru, Senjata Gen Z Tembus Dunia Kerja?
-
Review Serafina Makes Waves: Buku Bergambar Penuh Tawa dan Pelajaran Hidup
-
4 Rekomendasi Parfum Lokal Aroma Teh, Cocok untuk relaksasi!
-
Budaya Menghakimi Era Digital: di Balik Layar, Dia Tetaplah Seorang Manusia
-
Cermin Politik Hari Ini: Ketika Fanatisme Memaklumi Etika yang Terabaikan