Lintang Siltya Utami | Rahel Ulina Br Sembiring
Poster Film Abang Adik (IMDb)
Rahel Ulina Br Sembiring

Abang Adik adalah film drama asal Malaysia yang dirilis pada 2023 dan mendapat banyak perhatian di kancah internasional. Disutradarai oleh Jin Ong, film ini terpilih sebagai perwakilan resmi Malaysia untuk kategori Film Internasional di ajang Academy Awards (Oscar). Mengangkat kisah dua saudara sebagai imigran ilegal, film ini terasa dekat sekaligus menampar realita tentang hidup di pinggiran.

Sinopsis Film

Film ini menceritakan dua saudara, Abang dan Adik, yang hidup sebagai imigran tanpa identitas resmi di Malaysia. Di Malaysia, imigran tanpa identitas bisa ilegal dan bisa diburu oleh polisi. Abang yang diperankan oleh Wu Kang-ren adalah sosok kakak yang tidak bisa berbicara, bekerja keras sebagai buruh pasar demi bertahan hidup dan menjaga adiknya. Sementara itu, Adik justru tumbuh dengan sifat yang lebih liar, sering terlibat dalam masalah, dan sulit diatur.

Konflik mulai memuncak ketika Adik terjebak dalam urusan dengan calo yang menjanjikan kehidupan yang lebih baik. Situasi jadi kacau saat tanpa sengaja Adik membuat seorang pekerja sosial bernama Jia terluka hingga berdarah di bagian kepala. Kejadian itu bikin Abang panik karena mereka sadar posisi mereka sebagai imigran ilegal sangat rentan—sedikit saja masalah, bisa berujung besar. Tanpa banyak pilihan, Abang akhirnya mengajak Adik kabur untuk menghindari konsekuensi yang lebih buruk.

Namun, pelarian itu justru membawa dampak yang lebih besar dari yang mereka bayangkan. Keputusan-keputusan yang diambil Adik perlahan menyeret Abang ke dalam masalah hukum yang serius, sampai akhirnya Abang memutuskan untuk menyerahkan diri kepada polisi dan akan dihukum mati sesuai dengan hukuman di negara itu. Di titik itulah hubungan mereka diuji, dan Adik mulai dihadapkan pada rasa bersalah atas pilhan hidupnya yang liar.

Review Film Abang Adik

Cuplikan Film Abang Adik (IMDb)

Sebenarnya saya agak sebal sama si adik, yang sudah diingatkan sama abangnya buat hidup baik dan meninggalkan kehidupan liarnya, tapi istilahnya nggak kapok-kapok juga. Hal ini justru bikin abang harus dihukum karena masalah yang dia perbuat, dan jujur itu bikin kesal banget. Baru di titik itu si adik mulai berubah—dan ya, ternyata memang ada orang yang harus merasakan jatuh dulu baru bisa sadar.

Lalu saya juga cukup gemas (lebih ke arah kesal, sih) karena di cerita ini kayak nggak ada jalan sama sekali buat meringankan hukuman si abang. Keadaan mereka tuh, benar-benar terbatas, serba nggak punya kuasa, jadi rasanya kayak “yaudah pasrah aja gitu”—dan itu bikin makin nyesek.

Tapi di sisi lain, si adik akhirnya sadar juga. Dia mulai berubah menjadi lebih baik dan berusaha menciptakan kenangan-kenangan baik sebelum abangnya harus menjalani hukuman. Momen ini cukup hangat, tapi juga pahit. Setelah itu, si adik akhirnya bertemu dengan ayah mereka—bukan karena keinginannya sendiri, tapi karena keinginan si abang. Jujur, saya pribadi pengen banget si ayah ini bisa ketemu juga sama si abang, minimal sekali saja tapi filmnya langsung ditutup, jadi berasa ada yang kurang tuntas.

Terakhir, saya cukup terpesona dengan penampilan Wu Kang-ren di film ini. Dia benar-benar menyayat hati, apalagi dengan kondisi karakternya yang tidak bisa bicara, tapi emosinya tetap sampai ke penonton. Dalam sebuah wawancara, dia bilang kalau dirinya hanya mencoba memposisikan diri sebagai buruh pasar dengan penghasilan minim—dan pendalaman itu berhasil banget, sampai akhirnya dia meraih penghargaan Best Leading Actor di Golden Horse Awards.

Pada akhirnya, menurut saya, film ini mengajarkan kita buat lebih bersyukur. Di luar sana, masih banyak orang yang hidupnya jauh lebih berat daripada kita. Kalau kamu lagi capek sama hidup atau butuh sedikit “tamparan realita” yang hangat, film ini bisa jadi salah satu pengingat supaya kita bisa bangkit lagi.

Identitas Film

Judul: Abang Adik
Tahun rilis: 2023
Negara: Malaysia
Sutradara: Jin Ong
Pemeran utama: Wu Kang-ren, Jack Tan
Genre: Drama, Crime