Buku Lelaki yang Membelah Bulan merupakan kumpulan cerpen yang mengusung genre realisme magis, yaitu perpaduan antara realitas sehari-hari dengan elemen-elemen yang tampak tidak masuk akal namun terasa wajar dalam cerita.
Tema yang diangkat dalam buku terbitan Kepustakaan Populer Gramedia ini cukup beragam. Mulai dari cinta, kehilangan, kesepian, hingga pergulatan batin manusia. Isu-isu tersebut juga terasa relevan dengan kehidupan modern, di mana banyak orang mengalami konflik emosional yang tidak selalu terlihat di permukaan.
Awal mula, saya tertarik membaca buku karya Noviana Kusumawardhani ini karena terpukau dengan judulnya yang unik dan puitis: Lelaki yang Membelah Bulan. Frasa “membelah bulan” memunculkan kesan magis sekaligus simbolik, seolah menjanjikan cerita-cerita yang tidak biasa.
Setiap cerpen dalam buku ini berdiri sendiri, tetapi memiliki benang merah berupa eksplorasi sisi terdalam manusia. Pembaca akan diajak memasuki dunia tokoh-tokoh yang tampak biasa, namun menyimpan pengalaman batin yang kompleks.
Konflik yang dihadirkan kerapkali sederhana, seperti hubungan antarindividu atau pergulatan dengan diri sendiri, tetapi dikemas dengan sentuhan magis yang membuatnya terasa unik.
Dalam cerpen yang bertajuk Lelaki yang Membelah Bulan menceritakan seorang lelaki dengan tubuh separuh bercahaya (dari negeri bulan) yang menjalin cinta dengan seorang perempuan, tetapi hubungan mereka terpisah oleh keadaan. Mereka hanya berjanji bertemu kembali di sebuah makam.
Sementara cerpen-cerpen lain seperti Lampion Merah Bergambar Phoenix mengandung cerita yang berpusat pada simbol lampion merah yang berkaitan dengan kenangan, perayaan, dan luka masa lalu. Cerpen Penari Hujan tentang seorang tokoh dengan kemampuan atau keyakinan mengendalikan hujan hidup di antara realitas dan kepercayaan.
Cerpen Perempuan Senja mengisahkan seorang perempuan yang hidup dalam kesunyian dan menunggu sesuatu yang tak pasti. Pemburu Air Mata tentang tokoh yang mengumpulkan air mata orang lain sebagai sesuatu yang bernilai. Sebuah Pagi dan Seorang Lelaki Mati bertutur tentang kematian hadir secara tiba-tiba dalam kehidupan yang tampak biasa.
Kekuatan utama buku ini terletak pada gaya penceritaan yang puitis dan atmosferik. Noviana Kusumawardhani mampu merangkai kalimat dengan indah tanpa terasa berlebihan.
Setiap cerita seperti memiliki lapisan makna yang bisa ditafsirkan berbeda oleh setiap pembaca. Karakter-karakternya tidak selalu dijelaskan secara gamblang, tetapi justru memberi ruang interpretasi yang luas.
Bagi saya, buku ini menghadirkan pengalaman membaca yang tenang namun menggugah. Ada rasa hening yang menyertai setiap cerita, seolah pembaca diajak merenung.
Kelebihan buku kumpulan cerpen ini adalah gaya bahasa yang puitis dan khas, penggunaan realisme magis yang kuat dan konsisten, serta tema universal yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Sedangkan yang menjadi kekurangan pada buku ini adalah terdapat beberapa cerita yang terasa amat abstrak bagi pembaca yang menyukai alur jelas, dan tidak semua cerpen memiliki dampak emosional yang sama kuat.
Buku ini cocok bagi pembaca yang menyukai karya sastra reflektif dan tidak sekadar mencari hiburan ringan. Dan pada akhirnya, mereka yang menikmati cerita dengan makna tersembunyi dan gaya bahasa puitis akan menemukan pengalaman membaca yang berkesan.
Identitas Buku
- Judul: Lelaki yang Membelah Bulan
- Penulis: Noviana Kusumawardhani
- Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)
- Cetakan: I, Juni 2011
- Tebal: xiv + 82 halaman
- Genre: Sastra, Cerpen
Baca Juga
-
Redmi A7 Pro: Smartphone Rp 1 Jutaan dengan Layar 120Hz dan Baterai Jumbo, Layak Jadi Andalan
-
Di Antara Waras dan Gila: Membaca Luka Sosial dalam Novel Jack & Si Gila
-
Daya Tarik Vivo Y11 5G dan Y21 5G di Kelas Terjangkau: Baterai Tahan hingga 5 Tahun
-
Al-Ahkam as-Sulthaniyyah: Kitab Klasik yang Mengajari Cara Mengelola Negara
-
Novel Laut Bercerita: Kekerasan Fisik yang Terus Berulang dan Belum Usai
Artikel Terkait
Ulasan
-
Memburu Rahasia Kuno: Ketegangan Tanpa Henti dalam Sang Kolektor
-
Novel Napas Mayat, Bagaimana Kematian Berbicara Lebih Keras dari Hidup
-
Inspirasi Kebijaksanaan Hidup dalam Novel Sang Pemanah
-
Ulasan Novel O, Garis Tipis Antara Topeng Monyet dan Topeng Kehidupan
-
Di Antara Waras dan Gila: Membaca Luka Sosial dalam Novel Jack & Si Gila
Terkini
-
Redmi A7 Pro: Smartphone Rp 1 Jutaan dengan Layar 120Hz dan Baterai Jumbo, Layak Jadi Andalan
-
FOMO atau Tak Ada Waktu: Mengapa Tetap Liburan Meski Tahu Akan Berdesakan?
-
Hon Nara Uru Hodo Menang Manga Taisho 2026, Angkat Kisah di Toko Buku Bekas
-
Anime Firefly Wedding Rilis Teaser PV dan Seiyuu Utama, Tayang Oktober 2026
-
4 Ide Daily Outfit Feminin ala Park Min Young, Tampil Chic dan Elegan!