Saya yakin setiap orang pernah terluka. Luka bukan dalam arti secara fisik, melainkan luka yang berhubungan dengan batin. Misalnya, luka batin yang disebabkan oleh kata-kata atau komentar negatif orang lain tentang kita. Ketika batin sedang terluka, terkadang butuh waktu lama untuk menyembuhkannya. Bahkan meski luka itu sudah sembuh, tetapi bekas yang ditinggalkan tidak akan pernah sirna.
Mengenali apa itu luka batin dan bagaimana cara menangangi atau menyembuhkannya sangatlah penting bagi setiap orang. Tujuannya agar kita tidak mudah terluka dan berkubang kesedihan saat ada orang-orang yang ingin melukai batin kita.
Pengertian luka batin, sebagaimana dipaparkan oleh Michael Wiseman dalam buku Sikap Melupakan (Proses Menyembuhkan Diri dari Luka Batin) adalah luka yang terjadi pada lapisan batin yang terdalam akibat suatu tekanan yang terjadi secara luar biasa berat atau terjadi secara terus menerus. Batin yang terluka akan menimbulkan kesedihan yang mendalam, perasaan tidak menentu, kemarahan, emosi tidak terkendali, kejengkelan, hidup tidak terarah, sesekali timbul keinginan mengakhiri hidup yang terasa pahit.
Luka batin adalah semacam trauma yang dirasa amat sangat menyakitkan yang terjadi dari suatu peristiwa tidak menyenangkan yang kita alami pada masa lalu. Jika dibiarkan maka akan menjadi kerak dan berdampak terhadap kehidupan kita. Luka batin di masa kecil, tentu proses ini sangat lama dan kenyataannya setelah dewasa masih saja membekas. Dampak dari luka batin yang dialami di masa kecil akan membentuk kepribadian kita saat dewasa, seperti apa diri kita dan bagaimana kita melihat dunia (halaman 2).
Luka batin juga berkaitan erat dengan apa yang sudah kita alami selama ini. Misalnya, kita pernah membuat kesalahan fatal dan menjadi penyebab batin kita tersiksa, merasa sangat terpuruk dan membenci diri sendiri. Seolah-olah kesalahan yang pernah kita lakukan itu tidak pernah bisa kita maafkan.
Memendam luka batin dalam jangka waktu lama tentu sangat berbahaya, terutama bagi kesehatan jiwa dan raga. Oleh karenanya, kita harus berupaya untuk melaupakan dan segera keluar dari luka itu. Salah satu cara untuk bisa melepaskan diri dari luka batin adalah dengan berdamai dengan diri sendiri. Berdamai dengan apa yang sudah terjadi.
Maafkanlah diri kita yang pernah berbuat salah di masa lalu. Sebab, hidup dengan rasa bersalah terus-menerus hanya akan merugikan diri sendiri. Jangan bawa perasaan bersalah itu di masa depan, karena bisa mencegah kebahagiaan hidup kita. Dengan memaafkan diri sendiri, bisa membuat kita menerima kesempatan untuk melakukan hal-hal luar biasa di dalam hidup ini. Maafkan juga orang lain. Agar kita bisa melepaskan apa yang telah terjadi dan melanjutkan hidup tanpa beban masa lalu (halaman 11).
Berdialog dengan diri sendiri merupakan cara berikutnya yang diterangkan dalam buku ini dalam upaya menyembuhkan luka batin. Bicaralah pada diri sendiri tentang apa yang sebenarnya diinginkan. Jujur pada diri sendiri lebih baik ketimbang melampiaskan segala perasaan buruk kita pada sesuatu. Satu-satunya orang yang mampu berbicara dengan lubuk hati terdalam adalah diri sendiri. Saatnya mulai memahami diri sendiri untuk bisa bersyukur atas apa yang hidup ini berikan.
Buku ini penting dibaca oleh siapa saja, terutama yang sedang mengalami luka batin yang tak kunjung reda. Semoga setelah membaca buku ini, luka batin yang ada akan segera terobati. Selamat membaca.
Identitas Buku
- Judul Buku: Sikap Melupakan (Proses Menyembuhkan Diri dari Luka Batin)
- Penulis: Michael Wiseman
- Desain Cover: Ikhsan
- Editor: Gerardo Irawan
- Setting Suryaputra
- Penerbit: Cahaya Harapan, Yogyakarta
- Tebal buku: vi + 72 halaman
- ISBN: 978-623-8493-32-6 (pdf)
Baca Juga
-
Dikatakan Atau Tidak Dikatakan itu Tetap Cinta: Memahami Rasa Lewat Sajak Tere Liye
-
Inspirasi Kebijaksanaan Hidup dalam Novel Sang Pemanah
-
Merenungi Sajak Cinta Tere Liye di Buku 'Sungguh, Kau Boleh Pergi'
-
Menjaga Kesehatan Mental dengan Bercerita dalam Buku Psikologi Cerita
-
Upaya Mendeteksi Minat pada Anak sejak Dini dalam Buku Bimbingan Karier
Artikel Terkait
-
Menggugat Narasi Tunggal Orde Baru dalam Menolak Sejarah Penguasa
-
Tim Kopi Hitam Mana Suaranya? 5 Tanda Kepribadian Pecinta Kopi Pahit Tanpa Gula
-
Ketika Setan Bicara Jujur: Membaca Ulang Kegelapan dalam Buku Curhat Setan
-
Mengapa Tidak Semua Orang Kaya? Mengupas The Value Investors
-
Novel Lebih Senyap dari Bisikan, Jeritan Sunyi Seorang Ibu Pascamelahirkan
Ulasan
-
Ketika Setan Bicara Jujur: Membaca Ulang Kegelapan dalam Buku Curhat Setan
-
Bukan Pengikutmu yang Sempurna: Saat Iman Menabrak Tembok Logika
-
Street Flow 3: Film tentang Kritik Sosial Prancis Lewat Kisah Persaudaraan
-
Novel Salah Asuhan, Benturan Budaya Barat dan Nilai Tradisional Minangkabau
-
Ulasan Novel Setan Van Oyot, Misteri Perkebunan Tua dan Dendam Sejarah
Terkini
-
Aku Hanya Pelakon Ulung
-
4 Ide Gaya OOTD Dress ala Joy Red Velvet, Tampil Manis di Semua Kesempatan!
-
Biaya Editing hingga Mic Rp0, Fakta di Balik Kasus Videografer Amsal Sitepu
-
Drama Setelah Lebaran: Kenapa Transisi dari Rebahan ke Kerja Begitu Menyiksa?
-
5 Ide Layering Outfit ala Yoo Yeon Seok, Bikin Penampilan Makin Memesona