Menyambangi rak-rak perpustakaan selalu saja membawa kejutan tersendiri. Di antara deretan judul populer, mata saya justru tertambat pada sebuah buku “tua” dalam balutan cetakan baru yang masih segar. Dari sanalah perkenalan saya dengan Elizabeth Gaskell bermula—seorang pengarang besar era Victoria yang, jujur saja, selama ini belum pernah masuk dalam radar bacaan saya.
Buku ini merupakan terjemahan dari The Grey Woman and Other Tales yang pertama kali terbit pada tahun 1925. Meski disebut sebagai kumpulan cerpen, rasanya lebih tepat jika menyebutnya sebagai novelet, mengingat hanya terdapat empat cerita dengan panjang sekitar 90 halaman masing-masing. Namun, jangan terkecoh oleh ketebalannya. Membaca antologi ini serasa memasuki mesin waktu. Inilah empat cerita yang disampaikan Gaskel dalam sekali jamuan:
- Perempuan Kelabu (The Grey Woman)
Mengisahkan seorang pengantin baru yang perlahan menyadari bahwa suaminya adalah seorang psikopat. Ia terjebak di sebuah kastel suram, jauh dari keluarga yang mencintainya, ditemani pelayan yang juga tidak bersimpati padanya. Ketegangannya terasa nyata, ditambah relasi persahabatan sesama perempuan (sisterhood) yang menyentuh antara tokoh utama dan pelayannya. - Tiga Era dari Libbie Marsh (Libbie Marsh’s Three Eras)
Inilah puncak emosional dalam buku ini. Berlatar di Manchester—kota asal Gaskell—kita diajak mengikuti perjalanan Libbie yang kesepian dalam menemukan jati diri dan tujuan hidup. Kisahnya sederhana, tetapi menyentuh, terutama melalui kebaikan-kebaikan kecil yang ia lakukan untuk orang-orang di sekitarnya. - Masalah Bessy di Rumah (Bessy’s Troubles at Home)
Cerita slice-of-life tentang perjuangan seorang putri sulung yang harus mengurus rumah tangga dan adik-adiknya saat sang ibu sedang berobat. dengan fokus pada konflik keterbatasan ekonomi dan rencana yang tidak selalu berjalan sesuai keinginan. - Penghilangan (Disappearances)
Sebagai penutup, cerita ini hadir dalam bentuk anekdot tentang kasus-kasus orang hilang secara misterius. Meski tidak sekuat tiga cerita sebelumnya secara emosional, konsepnya tetap menarik dan menambah wawasan.
Keajaiban di Balik Rutinitas
Membaca kisah Libbie dan Bessy terasa seperti mendengarkan lagu syahdu di sore hari—ada nuansa bening di tengah kerasnya kehidupan masyarakat kelas pekerja era Victoria. Meski sarat dengan kepahitan dan kesedihan, selalu ada kehangatan yang tersisa. Gaskell begitu lihai menunjukkan bahwa di tengah rutinitas yang menjemukan, selalu ada hal-hal kecil yang bermakna.
Memang, ada sedikit kendala pada kualitas penyuntingan dan beberapa bagian terjemahan yang terasa kurang luwes. Namun, secara keseluruhan, buku ini tetap mudah dipahami berkat deskripsi yang detail serta catatan kaki yang membantu. Pada akhirnya, kekuatan cerita tetap bersinar. Pengalaman membaca ini justru membuat saya semakin tertarik untuk menelusuri karya-karya lain dari Elizabeth Gaskell.
Identitas Buku
Judul: Perempuan Kelabu
Penulis: Elizabeth Gaskell
Penerbit: Noktah
Tahun Terbit: Cetakan pertama, 2021
Baca Juga
-
Ketika Dongeng Ayah Berhadapan dengan Skeptisisme Anak yang Beranjak Dewasa
-
Prestasi dan Tuntutan Sosial: Ketika Kemenangan Berujung Tagihan Traktiran
-
Guru Honorer Bukan Cuma di Indonesia: Ironi dalam Dua Belas Pasang Mata
-
Jangan Anggap Remeh Trailer Kusuriya Season 3, Semua Adegan Punya Petunjuk
-
Bukan Musim Semi, Mengapa Bunga-Bunga Bermekaran Serentak di Jalanan Kota?
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ketika Dongeng Ayah Berhadapan dengan Skeptisisme Anak yang Beranjak Dewasa
-
Ancaman Penggusuran dan Teror Arwah Seram di Film Warga Rusun 609
-
Lagi Tayang! Review Film Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki, Horor Jepang yang Mengusik Pikiran
-
The First Ride: Perjalanan Kacau yang Menyimpan Pesan tentang Persahabatan
-
Escape from Mogadishu: Tentang Musuh yang Harus Saling Menyelamatkan
Terkini
-
Bikin Malu Negara! 7 Perusahaan Indonesia Kena Semprot Singapura Gara-Gara Biang Kerok Karhutla
-
Capek Ditanya Kapan Nikah? Ini Alasan Main Aplikasi Kencan Malah Terasa Kayak Interview Kerja
-
Gods With Badges: Game Taktis di Mana Kamera Polisi Menentukan Nasibmu!
-
Timur Tengah Memanas, Timnas Indonesia Terancam Batal Lawan Yordania?
-
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta oleh MSCI, Akibat Terlalu Sering Goreng Saham?