Sekar Anindyah Lamase | Ryan Farizzal
Poster film Ready or Not 2: Here I Come (IMDb)
Ryan Farizzal

Ready or Not 2: Here I Come (2026) adalah sekuel yang dinanti-nantikan dari film horor-komedi hits 2019, Ready or Not. Disutradarai kembali oleh duo Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett (Radio Silence), film ini mengusung skenario karya Guy Busick dan R. Christopher Murphy.

Dengan durasi 108 menit dan rating R, film ini membawa kembali Samara Weaving sebagai Grace MacCaullay, ditemani Kathryn Newton sebagai adiknya yang estranged, Faith.

Deretan pemeran pendukung termasuk Sarah Michelle Gellar sebagai Ursula Danforth, Elijah Wood sebagai The Lawyer, Shawn Hatosy, David Cronenberg, serta aktor-aktor lain yang memerankan keluarga-keluarga elite saingan.

Genre slasher-comedy horror ini hadir dengan tagline yang menggoda: “Double or nothing.”

Kelanjutan Malam Neraka: Grace Bangkit dari Rumah Le Domas

Salah satu adegan di film Ready or Not 2: Here I Come (IMDb)

Cerita berlanjut tepat setelah akhir film pertama. Grace yang baru saja selamat dari permainan maut keluarga Le Domas kini terseret ke level yang lebih tinggi dan mematikan. Ia harus melindungi adiknya, Faith, sambil dikejar oleh empat keluarga elite saingan yang berebut High Seat—takhta kekuasaan tertinggi yang mengendalikan dunia.

Pemenangnya menguasai segalanya, termasuk sebuah cincin ajaib yang penuh kutukan. Permainan ini diatur oleh aturan-aturan aneh yang dijelaskan secara ekspositori oleh karakter Elijah Wood, menciptakan nuansa dunia yang lebih luas, mirip perluasan mitologi John Wick.

Lokasi utama berpindah ke kompleks mewah milik keluarga Danforth, dengan adegan kejar-kejaran di lapangan golf, mansion, dan hutan gelap yang semakin intens.

Secara visual, sinematografi Brett Jutkiewicz tetap tajam dan dinamis. Adegan aksi penuh darah dan ledakan spontan disajikan dengan gaya yang brutal namun stylish.

Musik Sven Faulconer mendukung ketegangan dengan irama yang playful, mengingatkan kita pada campuran horor dan komedi hitam yang menjadi ciri khas Radio Silence. Efek praktis gore-nya memuaskan—darah muncrat, tusukan, dan ledakan tubuh terasa realistis tanpa berlebihan CGI.

Film ini jelas menyasar kepada penonton yang haus kekerasan absurd ala Ready or Not pertama, tapi kali ini skala lebih besar: bukan lagi satu keluarga, melainkan konspirasi global elite.

Review Film Ready or Not 2: Here I Come

Salah satu adegan di film Ready or Not 2: Here I Come (IMDb)

Samara Weaving sekali lagi mencuri perhatian. Penampilannya sebagai Grace yang tangguh, sarkastik, dan penuh emosi tetap memukau. Ia tidak hanya berlari dan bertarung, tapi juga menunjukkan kerapuhan saat berhadapan dengan hubungan kakak-adik yang retak.

Kathryn Newton sebagai Faith memberikan chemistry yang manis sekaligus lucu; momen mereka saling melengkapi menjadi salah satu highlight emosional di tengah kekacauan.

Sarah Michelle Gellar tampil garang sebagai villainess yang karismatik, sementara Elijah Wood dan Shawn Hatosy menyumbang humor gelap yang pas. Ensemble cast ini membuat setiap keluarga elite terasa unik, meski kadang stereotip budaya mereka agak kentara.

Kelebihan terbesar film ini adalah bagaimana ia berhasil memperluas dunia tanpa kehilangan esensi Ready or Not. Tema kritik terhadap kekuasaan elite dan kapitalisme tetap relevan—bahkan lebih tajam di 2026.

Adegan-adegan komedi muncul dari absurditas aturan permainan dan kebodohan orang kaya yang sombong. Akan tetapi, bukan berarti tanpa kekurangan.

Beberapa kritik menyebut plot terasa cluttered dengan terlalu banyak karakter dan penjelasan mitologi. Subplot hubungan Grace-Faith kadang terasa setengah matang dan memperlambat ritme.

Dibandingkan film pertama yang rapat dan intim seperti chamber piece, sekuel ini lebih bombastis tapi kadang kehilangan ketegangan murni. Beberapa adegan kekerasan terhadap karakter perempuan terasa agak berat, menggeser nuansa fun menjadi sedikit gelap.

Menurutku sih ekspansi dunianya sudah bagus tapi catatanku lebih ke penambahan karakter yang berlebihan dan kurasa itu bisa mengganggu alur pada film.

Secara keseluruhan, Ready or Not 2: Here I Come adalah sekuel yang layak ditonton bagi penggemar horor-komedi. Ia tidak mengulang formula lama secara membosankan, tapi juga tidak sempurna.

Film ini memberikan lebih banyak darah, tawa, dan twist yang memuaskan, meski kadang terasa bloated. Bagi yang menyukai The Menu atau Knives Out versi lebih brutal, ini pilihan tepat.

Rating pribadiku 7/10. Layak ditonton di bioskop untuk pengalaman imersifnya—jangan lewatkan momen-momen crowd-pleasing yang bikin aku dan penonton yang lain bertepuk tangan.

Film ini tayang perdana di Indonesia mulai 15 April 2026. Tiket presale sudah dibuka sejak 10 April di jaringan bioskop besar seperti CGV Cinemas, XXI, Cinépolis, Cinema 21, Movimax, dan lainnya.

Durasi tayang diperkirakan 2D reguler dengan subtitle Bahasa Indonesia. Cek jadwal di aplikasi atau situs resmi bioskop terdekat karena jadwal bisa berubah. Karena rilis global di AS pada 20 Maret 2026, penonton Indonesia sudah bisa menikmati film ini tanpa menunggu terlalu lama, meski sedikit delay dari Lebaran. So, jangan lewatkan Ready or Not 2: Here I Come di bioskop kesayanganmu, tentunya—siap atau tidak, permainan dimulai lagi!