Lintang Siltya Utami | Ryan Farizzal
Poster film Aftersun (IMDb)
Ryan Farizzal

Aftersun merupakan karya debut penyutradaraan Charlotte Wells yang mengusung genre drama coming-of-age semi-autobiografi. Setelah pertama kali diperkenalkan di Cannes pada Mei 2022, film ini mulai menghiasi bioskop Amerika Serikat dan Inggris pada akhir tahun yang sama. Di Indonesia, setelah sempat masuk dalam jajaran penayangan akhir 2025, film ini kembali hadir secara terbatas di jaringan CGV dan Cinepolis lewat program Matinee KlikFilm pada 25-26 April 2026.

Pencarian Makna di Balik Memori yang Rapuh

Salah satu adegan di film Aftersun (IMDb)

Berlatar di sebuah resor sederhana di Turki pada tahun 1999, kisah ini mengikuti perjalanan liburan Sophie yang berusia 11 tahun bersama ayahnya, Calum. Meski tinggal terpisah—Sophie di Skotlandia bersama ibunya dan Calum di London—keduanya mencoba memanfaatkan waktu luang dengan berenang, bermain gim, dan mendokumentasikan momen kebersamaan mereka melalui kamera camcorder. Di saat Sophie mulai mengeksplorasi ketertarikan masa remajanya, Calum berjuang menutupi kerapuhan batinnya. Di balik senyum dan kehangatan seorang ayah, ia sebenarnya sedang tenggelam dalam depresi berat, kecemasan, dan himpitan masalah finansial yang ia sembunyikan rapat-rapat.

Narasi ini dibingkai melalui sudut pandang Sophie dewasa (31 tahun) yang diperankan oleh Celia Rowlson-Hall saat ia memutar kembali rekaman masa kecilnya. Melalui memori yang terfragmentasi, ia mencoba mengisi kekosongan dan memahami sosok ayahnya, Calum, yang selama ini tetap menjadi misteri baginya. Adegan rave yang diselimuti kegelapan dan lampu strobo menjadi simbol jarak emosional yang memisahkan mereka; di sana, Sophie berusaha merengkuh sang ayah yang menari dalam kesendiriannya. Isyarat-isyarat halus Calum—seperti keraguan menghadapi usia 40, pembelian karpet mahal sebagai warisan terakhir, hingga momen-momen berbahaya di balkon dan laut—menjadi kepingan petunjuk atas keputusasaan yang ia sembunyikan.

Ulasan Film Aftersun

Salah satu adegan di film Aftersun (IMDb)

Alih-alih menggunakan dramatisasi yang berlebihan, Wells memilih gaya penyutradaraan yang halus namun tetap terasa nyata. Perpaduan visual handheld dan footage asli membuatku seolah masuk ke dalam ruang privat karakter tersebut. Akting Corio terasa begitu tulus, bersanding dengan penampilan brilian Mescal yang memperlihatkan kesedihan tersembunyi. Elemen musik dan editing di dalamnya semakin memperkuat rasa melankolis, terutama saat mengeksplorasi tema kerinduan dan sulitnya memahami sisi manusiawi orang tua saat kita masih belia.

Tanpa plot yang muluk-muluk, film ini justru bersinar melalui kesederhanaan momen liburan biasa. Kekuatannya tertuang dalam detail-detail sunyi: tatapan kosong dan helaan napas yang menyimpan duka mendalam. Di sini, aku melihat sendiri perjuangan Calum untuk tetap menjadi sosok ayah yang hangat di tengah reruntuhan hidup pribadinya, sementara Sophie dewasa berupaya menjembatani memori tentang ayah idola dengan kenyataan pria yang rapuh. Film ini ditutup dengan akhir yang sangat emosional dan menyesakkan jiwa, membuktikan bahwa emosi paling jujur tak butuh banyak kata.

Mendapatkan pujian kritis yang masif, Aftersun berhasil mengamankan rating tinggi di Rotten Tomatoes serta berbagai nominasi bergengsi di BAFTA, termasuk kemenangan Charlotte Wells untuk kategori Outstanding Debut. Film ini sering digadang-gadang sebagai salah satu mahakarya sinema di dekade 2020-an berkat kedalaman emosinya yang begitu halus.

Penting untuk dicatat bahwa film ini bukanlah tontonan hiburan yang ringan; ia menuntut atensi penuh serta refleksi mendalam dari penontonnya. Bagi Anda yang menyukai drama intim dengan nuansa melankolis seperti Nomadland atau Manchester by the Sea, film ini adalah rekomendasi yang sangat tepat.

Secara teknis, arahan visual Gregory Oke berhasil menangkap estetika resor yang mulai usang namun kontras dengan kedalaman emosi yang kelam. Hal ini diperkuat oleh desain suara yang mempertajam suasana kesepian di sepanjang film. Dengan durasi 103 menit, narasi terasa sangat efisien tanpa ada satu pun adegan yang terbuang percuma.

Alur yang lambat mungkin terasa membosankan buat kamu yang mengharapkan intensitas tinggi. Beberapa kiasan tentang dunia rave juga kurang eksplisit, akan tetapi ini adalah pilihan estetika yang sengaja diambil untuk memperkuat narasi memori yang terputus-putus.

Secara keseluruhan, Aftersun berhasil memotret cinta yang tak sempurna melalui akting memukau Mescal dan Corio. Charlotte Wells sukses menunjukkan bagaimana memori membentuk jati diri kita di tengah hubungan yang rapuh. Sebuah masterpiece emosional dengan skor 9/10. Nantikan penayangannya di bioskop tertentu mulai 25 dan 26 April 2026 atau di layanan streaming setelahnya.