Ketika scroll Youtube Short, aku nemu cuplikan suatu drama yang bikin penasaran. Bukan tipe menggelitik macam Descendant of the Sun yang mengisahkan romansa tentara dan dokter, atau What’s Wrong with Secretary Kim tentang bos nyentrik dan bawahan. Apa ya, seperti ada magnet yang menarikku untuk menemukan drama yang berjudul To Two tersebut.
Melansir Mydramalist, To Two adalah salah satu drama web series pendek dengan total 8 episode saja dalam durasi 15 menitan per episode. Drama ini mengusung tema thriller, psychological, dan youth dengan rating 15+ di bawah arahan sutradara Kim Do Won. Drama ini tersaji di Youtube, ya. Untuk nama channel-nya, maaf aku nggak bisa menyebutkan. Sebab, menggunakan Hangeul Korea.
Naksir Berujung Jadi Developer Aplikasi
To Two mengisahkan Seo Bo Rin (Lee So Hee), seorang siswi pendiam nan introvert, yang naksir Park Ji Min (Cha Yoo Jin), salah satu teman sekelasnya yang keren, rupawan, dan pandai bergaul. Mereka berdua ini bak Bumi dan langit.
Suatu hari, muncul aplikasi media sosial bernama To Two yang hanya bisa diakses oleh siswa-siswi SMA tempat Bo Rin dan Ji Min bersekolah. Aplikasi tersebut memungkinkan membentuk grup chat yang disebut room, lalu melakukan percakapan antar member dengan memberlakukan tiket undangan (invitation). Hanya yang mendapatkan invitation saja yang bisa bergabung ke dalam room. Selain itu, aplikasi ini juga memperlihatkan jumlah follower, sehingga bakal ketahuan siapa saja pemilik room, ditinjau dari banyaknya follower.
Di sekolah itu, Ji Min dan Yang Hye Rim (Lee Hyo Bin) adalah sedikit siswa populer yang memiliki banyak follower dan memiliki kewenangan membuat room dan membagikan tiket invitation di To Two. Hye Rim sendiri adalah siswi nakal yang membentuk suatu geng, yang selalu mendominasi para murid lain. Dia nggak segan membully mereka, termasuk membully Yoon Da Jeong (Jo Seung Hee), seorang siswi yang selalu rendah diri, bahkan mengejek Bo Rin tidak gaul karena tidak mengetahui aplikasi To Two.
Namun siapa sangka, bahwa To Two sejatinya adalah aplikasi ciptaan Bo Rin guna menyadap percakapan para murid terutama Ji Min sendiri.
Sekolah dalam Kehidupan Murid-murid
To Two sejatinya menampilkan sederet fakta murid-murid sekolah yang relate kapanpun itu. Mengenai sosok siswa siswi populer karena paras atau kekayaannya, para murid pendiam yang senantiasa awkward dan canggung, hingga murid-murid nakal yang membentuk sirkel khusus.
Sayangnya, beberapa murid populer itu justru membentuk piramida kekuasaan, bahkan nggak segan melakukan bullying. Diperparah dengan ketiadaan dan sikap abai para guru. Namun, drama ini juga menyoroti latar belakang para siswa nakal tersebut. Sebagaimana Ji Min yang memiliki hubungan buruk dengan ayahnya, atau Hye Rim yang sebetulnya rendah diri sehingga haus mengejar validasi dengan cara apapun, termasuk menumbangkan murid lain.
Bahkan pada puncaknya, ketika Da Jeong melakukan bunuh diri akibat bullying, Hye Rim tetap tidak mengakui perbuatannya. Dia malah kian menekan siswa lain, termasuk mengancam Bo Rin.
Meski menampilkan sisi bullying, To Two juga menyajikan kejeniusan Bo Rin dalam mengembangkan aplikasi media sosial di usianya yang masih muda. Walau yah, tujuan utamanya adalah stalking Ji Min. Namun, dia tetap bertanggung jawab saat aksinya kepergok Ji Min, dan menghadapi hukuman dari siswa populer itu.
Cara Membuat Orang Bungkam: Pegang Kartu As Mereka
Ada satu hal yang kupelajari dari drama ini, yakni bahwasanya kita dapat mengendalikan seseorang kalau kita memegang rahasia dan kartu As mereka. Sebagaimana Bo Rin yang mengetahui hubungan buruk Ji Min dan sang ayah, hingga percakapan kotor para murid di room, sebab dia adalah developer aplikasi.
Atau bisa juga sebagai Ji Min yang memegang rahasia Bo Rin sebagai developer aplikasi, sekaligus manager To Two yang bisa menyadap percakapan apapun di room. Dengan beberapa ancaman, Bo Rin pun setuju untuk mengembangkan To Two bersama Ji Min dengan menambah beragam fitur baru, dan sukses mendapat keuntungan milyaran Won.
Teror di Wajah Bo Rin Sewaktu Ji Min Mulai Tahu
To Two sendiri adalah drama yang mengusung genre thriller. Walau bukan tipe berdarah atau horor misteri, ya. Drama ini menyajikan sisi nggak nyaman saat kita dimata-matai, saat ada stalker di sekitar hidupmu. Bukankah itu mengerikan? Mau buang air besar saja pasti nggak nyaman, kan?
Nah, sisi nggak nyaman itu seharusnya dirasakan oleh Ji Min begitu tahu bahwa Bo Rin adalah pengembang To Two dan selalu mengetahui isi percakapan dalam room. Namun, Ji Min justru menebarkan teror pada Bo Rin, kala merangkul pundak siswi tersebut dan membisikkan sederet kata-kata.
Jatuhnya bukan romansa, melainkan teror dan ketakutan. Mana ngomongnya di depan lift pula!
Kimi no Todoke Versi Drakor
Dari episode pertama, aku menyadari adanya kemiripan To Two dengan salah satu anime Jepang yang berjudul Kimi no Todoke. Mulai dari visual dan karakter para tokohnya yang persis. Mulai dari rambut panjang berponi Bo Rin, sikapnya yang pendiam dan canggung, sampai kekaguman tersembunyi terhadap Ji Min yang mirip Sawako Kuronuma.
Sedangkan dari sisi Ji Min, penggambarannya sebagai murid populer memang mirip Shouta Kazehaya. Tetapi sifat mereka bertolak belakang. Shouta adalah murid pintar, teladan, dan digandrungi banyak siswi karena kepandaiannya.
Chemistry Lee So Hee dan Cha Yoo Jin pun cukup manis, dengan karakter Bo Rin yang canggung dan Ji Min yang mencoba mendominasi. Aku tertarik dengan tatapan mata mereka sih sebenarnya, rasanya deep banget.
Lalu untuk Lee Hyo Bin, menurutku sedikit kurang kejam. Iya, dia sudah terlihat kejam dan khas murid nakal, tetapi masih ada sedikit kekosongan. Entah apakah karena ini drama pendek dan mengambil konsep murid sekolah, sehingga kekejamannya sengaja dikurangi?
Anyway, aku memberikan nilai 8/10 untuk To Two. So, kamu berminat nonton?
Identitas Drama
- Judul: To Two
- Sutradara: Kim Do Won
- Genre: Thriller, Psychological, Youth
- Rilis: 17 Desember 2021
- Saluran: https://youtu.be/gaCguXFu7_8?si=8ZXZUClubloxmQ4u
- Negara Asal: Korea Selatan
- Bahasa: Bahasa Korea
- Jumlah Episode: 8
Baca Juga
-
Pertikaian dan Konflik Kian Menyaru dalam Anime Diabolik Lovers: More Blood
-
Misteri Lampu Petromax, Siapakah Lelaki Pengantar Makanan Tengah Malam Itu?
-
Trauma dan Beban Mental yang Ditularkan Lewat Film Grave of the Fireflies
-
Perempuan Misterius yang Menyeberang Jalan di Tengah Malam
-
Kuroko no Basket: Persahabatan, Persaingan Sehat, Pengakuan, & Bola Basket
Artikel Terkait
Ulasan
-
Novel Kotak-Kotak Ingatan: Kotak yang Tak Pernah Benar-Benar Terkunci
-
Drama Korea Live On: Di Balik Sorotan, Ada Sisi yang Tidak Ingin Terlihat
-
Review Soewardi Soerjaningrat: Melacak Jejak Bapak Pendidikan di Belanda
-
Seni Mengenal Diri Lewat Teman: Membaca Kita Adalah Siapa yang Kita Temui
-
Buku Waras di Zaman Edan: Seni Bertahan Tanpa Ikut Gila
Terkini
-
Antara Adab dan Inferioritas: Membaca Ulang Warisan Mentalitas Kolonial
-
Perempuan dalam Dunia Pendidikan: Dari Murid hingga Penggerak Perubahan
-
Hardiknas, Masa Depan Guru, dan Pertarungan Melawan 'Mesin Pintar'
-
Adaptasi Anime dari Novel The World's Strongest Witch Siap Tayang Oktober
-
Seiris Kenangan yang Diasinkan