Hayuning Ratri Hapsari | Ryan Farizzal
Poster serial Glory (IMDb)
Ryan Farizzal

Glory merupakan serial televisi Hindi bergenre thriller olahraga, misteri, dan kriminal yang dirilis Netflix pada 1 Mei 2026. Serial ini terdiri dari 7 episode dengan durasi rata-rata 47–60 menit per episodenya.

Dibuat oleh Karan Anshuman dan Karmanya Ahuja, Glory membawaku ke dunia tinju di kota kecil Shaktigarh, Haryana, yang dikenal sebagai pusat pembinaan petinju berbakat menuju Olimpiade.

Serial ini menggabungkan elemen drama keluarga, balas dendam, dan intrik korupsi dalam olahraga dengan intensitas tinggi.

Potret Ambisi Atlet di Tengah Korupsi dan Kekerasan

Tangkapan layar adegan di serial Glory (IMDb)

Cerita berpusat pada dua bersaudara, Devinder Singh (Divyenndu) dan Ravinder Singh (Pulkit Samrat), yang terpisah setelah insiden kekerasan tragis merobek keluarga mereka. Mereka dipaksa bersatu kembali dengan ayah mereka, Raghubir Singh (Suvinder Vicky), seorang pelatih tinju ternama yang keras dan otoriter.

Tragedi berupa pembunuhan calon petinju Olimpiade dan serangan brutal terhadap saudara perempuan mereka menjadi pemicu utama. Kedua bersaudara ini harus menyelidiki kasus tersebut sambil menghadapi konflik masa lalu, ambisi Olimpiade, serta jaringan korupsi yang mengakar dalam dunia tinju.

Divyenndu menghadirkan penampilan kuat sebagai Dev, sosok yang penuh amarah terkendali dan tekad membara. Pulkit Samrat melengkapi dinamika persaudaraan dengan nuansa emosional yang lebih rapuh. Suvinder Vicky sebagai ayah yang dominan berhasil menciptakan ketegangan konstan melalui interaksi dingin dan penuh tekanan.

Pemeran pendukung seperti Kashmira Pardeshi, Ashutosh Rana, dan lainnya turut memperkaya lapisan ceritanya, terutama dalam menggambarkan realitas kota kecil yang penuh ambisi dan bahaya.

Sinematografi memanfaatkan arena tinju dengan baik, menghadirkan adegan pertarungan yang realistis dan mentah, sementara skor musik latar memperkuat atmosfer tegang dan emosional.

Ulasan Serial Glory

Tangkapan layar adegan di serial Glory (IMDb)

Kelebihan utama serial ini kurasa terletak pada eksplorasi tema pengorbanan (tyaag), penderitaan (kasht), dan kejayaan (glory) yang terintegrasi dalam narasi. Serial ini tidak hanya menampilkan aksi tinju semata, melainkan juga kritik terhadap sistem yang mengeksploitasi atlet muda demi kepentingan pribadi.

Hubungan keluarga yang rumit digambarkan dengan kedalaman, membuatku merasakan konflik internal karakter. Visualisasi pertarungan tinju dikemas secara sinematik, mengingatkan pada film-film olahraga klasik akan tetapi dengan sentuhan thriller India yang khas. Lokasi di Haryana,membuat autentisitas latar dan budaya lokal menjadi nilai tambah yang signifikan.

Untuk kekurangannya sendiri menurutku ada pada ketidakseimbangan alur di beberapa episode awal, di mana transisi antara drama keluarga, misteri, dan aksi terasa kurang mulus. Beberapa plot twist dapat diprediksi, dan pengembangan subplot korupsi kadang kurang mendalam.

Meski demikian, momentum ceritanya meningkat pesat menjelang episode akhir, menghasilkan klimaks yang memuaskan untukku. Rating IMDb sekitar 7.0 mencerminkan penerimaan positif secara umum, dengan pujian atas akting dan atmosfer, meski ada kritik terhadap konsistensi.

Adegan aksi paling menegangkan terjadi pada episode 4, tepatnya saat Dev dan Ravi terlibat dalam konfrontasi langsung di sebuah gudang latihan tua yang gelap. Dalam adegan ini, mereka menghadapi sekelompok antek koruptor yang ingin membungkam penyelidikan mereka.

Adegan dimulai dengan ketegangan psikologis saat kedua bersaudara menyadari jebakan yang dipasang. Kemudian meledak menjadi pertarungan tinju mentah tanpa sarung tangan, diiringi dialog emosional tentang pengkhianatan ayah dan trauma keluarga.

Kamera handheld yang dinamis, suara pukulan yang realistis, serta pencahayaan minim menciptakan sensasi claustrophobic yang ekstrem. Kamu akan merasakan setiap pukulan, ancaman, dan taruhan nyawa secara langsung.

Adegan ini bukan hanya puncak aksi fisik, melainkan juga klimaks emosional yang mengikat tema persaudaraan dan balas dendam. Ketegangannya begitu tinggi sehingga sulit bernapas selama beberapa menit, menjadikannya momen paling memorable sepanjang serial.

Jadi kesimpulannya, Glory berhasil menyajikan hiburan berkualitas yang memadukan genre dengan cerdas. Bagi penggemar thriller India seperti Sacred Games atau drama olahraga seperti Dangal, serial ini sangat aku rekomendasikan.

Ia menawarkan lebih dari sekadar hiburan; ia mengajak refleksi tentang harga kejayaan dalam dunia yang penuh kompetisi dan pengorbanan. Meski tidak sempurna, kekuatan narasi dan penampilan aktor menjadikannya salah satu rilis Netflix India terbaik di awal 2026.

FYI: Serial ini telah tersedia untuk streaming di Netflix sejak 1 Mei 2026 dan dapat ditonton secara lengkap sekarang. Dengan rating TV-MA, ia cocok untuk penonton dewasa yang menyukai cerita intens dan kompleks. Total durasi sekitar 6–7 jam membuatnya ideal untuk binge-watching dalam satu atau dua hari.

Glory membuktikan bahwa cerita lokal dengan universal appeal dapat bersinar di platform global. Ia mengingatkan kita bahwa di balik setiap kemenangan di ring, terdapat pengorbanan, luka, dan perjuangan yang sering tersembunyi.

Serial ini layak mendapatkan perhatian luas dan berpotensi menjadi pembicaraan panjang di kalangan penikmat konten India. So, selamat menonton ya Sobat Yoursay! Rating Pribadi: 7.5/10.