Sekar Anindyah Lamase | Oktavia Ningrum
Self Love with Allah (Dok.Pribadi/Oktavia)
Oktavia Ningrum

Di tengah maraknya tren self-love yang sering dimaknai sebatas memprioritaskan diri sendiri, buku Self Love with Allah karya Astri Kartika hadir membawa sudut pandang berbeda.

Buku yang diterbitkan oleh Motivaksi Inspira pada April 2023 ini mencoba mengajak pembaca memahami bahwa mencintai diri sendiri tidak cukup hanya dengan afirmasi positif atau menyenangkan diri sesaat, tetapi juga dengan memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah.

Buku setebal 170 halaman ini terasa seperti teman bicara bagi orang-orang yang sedang lelah menjalani hidup. Bahasanya sederhana, ringan, dan penuh kalimat reflektif yang mudah menyentuh hati. Buku ini cocok dibaca berulang kali, terutama ketika hati sedang rapuh atau kehilangan arah.

Isi Buku

Salah satu gagasan paling menarik dalam buku ini adalah analogi tentang manusia dan penciptanya. Astri Kartika menulis bahwa ketika telepon genggam rusak, kita tentu membawanya ke tempat servis resmi milik pembuatnya. Lalu bagaimana dengan manusia?

Bukankah manusia juga ciptaan Allah? Jika hati rusak, jiwa lelah, dan hidup terasa berantakan, mengapa manusia justru sering menjauh dari Tuhan yang menciptakannya?

Analogi sederhana itu terasa sangat menampar.

Buku ini mengingatkan bahwa banyak orang sibuk mencari validasi dari manusia, tetapi lupa meminta pertolongan kepada Allah. Padahal menurut Astri, ketenangan sejati lahir ketika seseorang merasa dekat dan berserah kepada-Nya.

Tema utama buku ini memang tentang bagaimana menghadapi luka dan masalah hidup dengan pendekatan spiritual. Astri Kartika tidak menggambarkan hidup sebagai sesuatu yang selalu indah. Ia justru mengakui bahwa manusia pasti akan mengalami lelah, kecewa, sedih, marah, bahkan merasa ingin menyerah. Namun di balik semua itu, selalu ada pelajaran yang Allah titipkan.

Salah satu kutipan yang paling membekas adalah ketika penulis mengatakan bahwa terkadang Allah mematahkan hati kita untuk menyelamatkan jiwa kita.

Kalimat itu sederhana, tetapi sangat dalam.

Buku ini juga mengajak pembaca melihat masalah dari sudut pandang berbeda. “Problem today can be the biggest gift,” tulis Astri mengutip pepatah Inggris. Masalah hari ini bisa menjadi hadiah terbesar di masa depan, asalkan manusia mau belajar darinya.

Ada tiga hal yang menurut penulis menjadi sisi terbaik dari ujian hidup.

Pertama adalah proses belajar. Astri mengingatkan bahwa semua manusia pasti diuji, bahkan para nabi pun tidak luput dari ujian. Nabi Adam diuji dengan buah khuldi, Nabi Yunus diuji dalam perut ikan paus, dan Nabi Ibrahim diuji dengan perintah menyembelih anaknya.

Dari sini pembaca diajak memahami bahwa ujian bukan tanda Allah membenci hamba-Nya, melainkan cara Allah mendidik manusia agar naik level.

Pesan ini terasa menenangkan, terutama bagi orang-orang yang sedang menghadapi masalah berat.

Kedua, ujian membuat manusia mengetahui siapa teman sejati dalam hidupnya. Ketika seseorang jatuh, akan terlihat siapa yang tetap bertahan memberi dukungan dan siapa yang justru menjauh atau ikut menjatuhkan. Bagian ini terasa sangat relevan dengan kehidupan modern yang penuh relasi semu.

Astri juga mengingatkan pentingnya menjadi sahabat yang hadir ketika orang lain sedang diuji. Bukan malah menghakimi atau menyebarkan keburukan mereka.

Ketiga, ujian akan membawa manusia naik ke level yang berbeda. Menurut buku ini, orang yang berhasil belajar dari masalah akan memiliki pandangan hidup yang lebih jernih, hati yang lebih sabar, dan tawakal yang lebih kuat. Hal-hal yang dulu terasa penting perlahan terlihat hanya sebagai ilusi dunia.

Kelebihan dan Kekurangan

Yang menarik, buku ini tidak hanya berisi motivasi kosong. Astri Kartika sebagai praktisi kesehatan mental mencoba memadukan pendekatan psikologi dengan nilai-nilai Islam. Karena itu isi buku terasa cukup hangat dan membumi.

Selain membahas hubungan manusia dengan Allah, buku ini juga menyinggung hubungan manusia dengan sesama. Ada pengingat bahwa orang mulia akan memuliakan orang lain, sedangkan orang yang hina akan senang merendahkan sesamanya. Perlakuan orang lain kepada kita sebenarnya lebih menunjukkan siapa diri mereka, bukan siapa diri kita.

Pada akhirnya, Self Love with Allah bukan sekadar buku self-improvement biasa. Buku ini adalah ajakan untuk merawat hati, memperbaiki hubungan dengan Allah, dan memahami bahwa mencintai diri sendiri yang paling hakiki adalah ketika manusia mampu menerima hidup, terus berikhtiar, lalu berserah penuh kepada Tuhan yang menciptakannya.

Identitas Buku

  • Judul: Self Love with Allah
  • Penulis: Astri Kartika
  • Penerbit: Motivaksi Inspira
  • Tahun Terbit: April 2023
  • Tebal: 170 Halaman 
  • Kategori: Self-Improvement/Islami