Hayuning Ratri Hapsari | Leonardus Aji Wibowo
Idgitaf - Masih Ada Chaya Feat. Hindia (YouTube/Idgitaf)
Leonardus Aji Wibowo

Idgitaf kembali merilis lagu terbaru berjudul “Masih Ada Cahaya” bersama Hindia pada Jumat (15/5/2026). Kolaborasi ini langsung menarik perhatian pendengar karena mempertemukan dua musisi yang dikenal sering menghadirkan lagu dengan lirik reflektif dan dekat dengan keresahan anak muda.

“Masih Ada Cahaya” hadir dengan nuansa musik yang lembut dan menenangkan. Permainan instrumen yang sederhana dipadukan dengan karakter vokal Idgitaf dan Hindia membuat lagu ini terasa hangat sejak awal.

Tidak hanya menjadi lagu untuk didengar, karya ini juga terasa seperti ruang untuk menemani seseorang yang sedang lelah menjalani hidup. Nuansa yang dibangun dalam lagu menghadirkan kesan tenang dan reflektif.

Sejak bagian awal, lagu ini sudah membawa pendengar pada gambaran tentang luka dan proses bertahan hidup. Hal itu terasa dari lirik “Lahir dari bola api dan air mata yang dihindari, bukan ranahku 'tuk hakimi, mungkin caramu bertahan hidup sejak dini.”

Lewat penggalan tersebut, Idgitaf dan Hindia seolah ingin menunjukkan bahwa setiap orang memiliki luka dan perjuangannya masing-masing. Lagu ini tidak mencoba menghakimi rasa sakit seseorang, melainkan mengajak pendengar untuk lebih memahami diri sendiri maupun orang lain.

Salah satu bagian yang paling menonjol dalam lagu ini muncul saat lirik “Tapi terang bercahaya dalam gelap dan gelap tak dapat menguasainya” dinyanyikan berulang. Kalimat itu membawa pesan sederhana bahwa harapan masih bisa ditemukan, bahkan ketika hidup sedang terasa berat.

Tidak hanya berbicara tentang harapan, lagu ini juga mencoba melihat sisi gelap hidup sebagai bagian dari perjalanan manusia. Hal itu terasa dalam lirik “Tapi terang tak berguna tanpa gelap dan gelap juga tempat-Nya bekerja.”

Penggalan tersebut bisa dimaknai bahwa rasa sedih, kecewa, maupun luka tidak selalu menjadi akhir. Dalam beberapa kondisi, rasa sakit justru dapat menjadi proses untuk memahami hidup dengan cara berbeda.

Sementara itu, bagian “Di balik mendung hatimu kulihat sesuatu, di situ masih ada cahaya” menjadi inti emosional dari keseluruhan lagu. Lirik tersebut terdengar sederhana, tetapi terasa dekat dengan banyak orang yang sedang berada di fase kehilangan arah atau kelelahan emosional.

Alih-alih menawarkan jawaban besar, “Masih Ada Cahaya” hadir seperti pengingat kecil bahwa seseorang tidak harus selalu kuat setiap waktu. Terkadang, bertahan dan tetap berjalan perlahan juga sudah cukup.

Nuansa reflektif dalam lagu ini terasa semakin kuat karena Idgitaf dan Hindia membawakan liriknya dengan cara yang tenang dan tidak berlebihan. Hal itu membuat pesan dalam lagu terasa lebih natural dan mudah diterima pendengar.

Dengan perpaduan lirik yang emosional, aransemen hangat, dan pesan tentang harapan, “Masih Ada Cahaya” menjadi salah satu lagu yang terasa personal bagi banyak orang. Lagu ini seperti mengingatkan bahwa di tengah rasa gelap sekalipun, selalu ada kemungkinan untuk kembali menemukan cahaya.