Lintang Siltya Utami | Oktavia Ningrum
Dear Parents: Gamers Juga Bisa Sukses (Dok.Pribadi/Oktavia)
Oktavia Ningrum

Selama bertahun-tahun, bermain game sering dianggap sebagai aktivitas yang membuang waktu. Banyak orang tua khawatir anaknya menjadi malas belajar, sulit bersosialisasi, bahkan kecanduan.

Kalimat seperti “main game terus tidak akan sukses terasa sangat akrab di telinga. Namun buku Dear Parents: Gamers Juga Bisa Sukses karya Caezario Rei Kyrksen mencoba mematahkan stigma tersebut melalui sudut pandang yang berbeda.

Buku ini hadir bukan untuk membela kecanduan game, melainkan untuk menjelaskan bahwa dunia gaming juga memiliki sisi positif yang sering diabaikan. Yang menarik, penulisnya sendiri adalah mantan pecandu game akut.

Isi Buku

Karena pernah berada di posisi itu, Caezario memahami bagaimana pola pikir seorang gamer bekerja, sekaligus bagaimana mengarahkan hobi tersebut menjadi sesuatu yang produktif.

Menurutku, kekuatan utama buku ini terletak pada perspektifnya yang realistis. Buku ini tidak berkata bahwa semua gamer pasti sukses, tetapi menunjukkan bahwa bermain game bukan otomatis tanda masa depan seseorang hancur. Justru jika diarahkan dengan benar, dunia game bisa menjadi tempat belajar keterampilan penting yang relevan dengan kehidupan modern.

Dalam buku ini dijelaskan bahwa game melatih banyak kemampuan yang sebenarnya berguna di dunia nyata. Seorang gamer terbiasa berpikir cepat, menyusun strategi, bekerja sama dalam tim, hingga menyelesaikan masalah secara kreatif. Banyak game juga mengajarkan pemainnya untuk terus mencoba meski gagal berkali-kali.

Mental seperti inilah yang sebenarnya dibutuhkan dalam dunia kerja maupun bisnis.

Caezario juga menyoroti bagaimana industri game saat ini berkembang sangat pesat. Dulu mungkin bermain game hanya dianggap hiburan, tetapi sekarang dunia gaming sudah menjadi industri bernilai miliaran dolar. Ada banyak profesi baru yang lahir dari perkembangan tersebut, seperti atlet esports, streamer, content creator, game developer, caster, hingga analis game.

Hal yang dulu dianggap tidak memiliki masa depan, kini justru menjadi ladang karier yang menjanjikan.

Buku ini juga terasa relevan karena membahas keresahan para orang tua terhadap anak yang terlalu sering bermain game. Caezario tidak menyangkal bahwa kecanduan game memang nyata dan berbahaya. Ia bahkan membagikan pengalamannya sendiri yang pernah sampai tidur di warnet dan terlalu tenggelam dalam dunia virtual.

Namun menariknya, penulis tidak hanya menawarkan larangan atau hukuman. Ia justru membahas pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak. Menurutnya, banyak konflik muncul karena orang tua hanya melihat game sebagai ancaman tanpa mencoba memahami alasan anak menyukai dunia tersebut.

Di sinilah buku ini terasa berbeda dari buku parenting lainnya.

Kelebihan dan Kekurangan

Caezario mengajak orang tua memahami cara berpikir gamer terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan. Ia menjelaskan bahwa melarang secara keras sering kali justru membuat anak semakin tertutup. Sebaliknya, komunikasi yang baik bisa membantu anak belajar disiplin dalam membagi waktu antara bermain game dan tanggung jawab utama seperti sekolah atau pekerjaan.

Kunci utamanya adalah keseimbangan.

Bermain game boleh saja, selama tidak membuat seseorang melupakan kehidupan nyata. Buku ini berkali-kali menekankan bahwa disiplin adalah fondasi terpenting. Gamer yang sukses bukan mereka yang bermain tanpa henti, tetapi mereka yang mampu mengendalikan diri dan memanfaatkan kemampuan yang dipelajari dari game untuk kehidupan nyata.

Yang menarik lagi, Caezario juga memasukkan pembahasan tentang pikiran bawah sadar dan pengembangan diri. Ia mencoba menghubungkan strategi dalam permainan game dengan strategi menghadapi kehidupan. Misalnya bagaimana gamer terbiasa mengulang level sulit berkali-kali sampai berhasil. Sikap pantang menyerah seperti itu sangat berguna dalam menghadapi kegagalan di dunia nyata.

Ada satu pesan besar yang terasa kuat setelah membaca buku ini: jangan terlalu cepat meremehkan generasi baru hanya karena mereka tumbuh dengan dunia yang berbeda.

Pesan Moral

Dulu banyak orang menganggap bermain game hanya membuang waktu. Namun hari ini, banyak gamer justru menjadi pemimpin perusahaan, kreator digital, hingga pengusaha sukses. Bahkan sebagian dari mereka masih aktif bermain game sampai sekarang.

Tentu saja buku ini bukan berarti membenarkan kecanduan. Tetap ada batas yang harus dijaga. Tetapi Dear Parents: Gamers Juga Bisa Sukses berhasil membuka mata bahwa game tidak selalu identik dengan kemalasan atau kegagalan.

Pada akhirnya, buku ini bukan hanya cocok untuk orang tua, tetapi juga untuk anak muda dan gamer sendiri. Sebab buku ini mengingatkan bahwa teknologi dan zaman terus berubah. Dan mungkin, tugas terbesar orang tua hari ini bukan sekadar melarang, melainkan belajar memahami dunia yang sedang dijalani anak-anak mereka.

Identitas Buku

  • Judul Buku: Dear Parents: Gamers Juga Bisa Sukses
  • Penulis: Caezario Rei Kyrksen
  • Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama 
  • Tahun Terbit: 2020
  • Tebal: 224 halaman
  • ISBN: 978-602-06-3802-7