"Saat mencintai seseorang, selalu ada cara untuk mengetahui betapa besarnya cinta itu. Caranya, dilihat dari seberapa keras usaha orang itu untuk pergi melarikan diri darimu." (Halaman 152).
My Brilliant Life adalah sebuah novel terjemahan dari Korea Selatan karya Kim Ae Ran yang terbit pada tahun 2014. Karya ini sebelumnya pernah diangkat ke layar lebar dengan judul dan tahun yang sama. Salah satu hal yang membuat karya ini menarik perhatian publik karena premis cerita yang unik dan sedih, namun di saat yang bersamaan menghadirkan sesuatu yang terasa nyaman dan memberikan banyak pelajaran hidup di dalamnya.
Versi terjemahan novel ini pertama kali diterbitkan pada 2021 dan diterbitkan oleh Penerbit Haru, yang terkenal telah menerbitkan berbagai karya literatur Asia. Selain My Brilliant Life, karya Kim Ae Ran lain yang pernah diterjemahkan oleh Penerbit Haru adalah novel After D-100 yang bertema marriage life.
Sinopsis Novel My Brilliant Life
My Brilliant Life menceritakan tentang kisah seorang pasangan muda yang harus menjadi orang tua disaat umur mereka masih 17 tahun dan anak mereka, Areum yang menderita sindrom progeria (kelainan genetik yang sangat langka dan mematikan, di mana penderitanya akan mengalami penuaan dini berkali lipat dibandingkan usianya).
Sudut pandang yang ditampilkan dalam buku ini menggunakan sudut pandang sang anak, Areum yang menceritakan kehidupannya selama 17 tahun terakhir, mulai dari cerita pertemuan pertama orang tuanya, tentang ekonomi keluarganya, rumah yang mereka tinggali, tetangganya, hobinya, hingga kehidupannya ketika menghadapi penyakit langka tersebut.
Meskipun ia telah mengidap penyakit langka yang mematikan dan bisa membunuhnya kapan saja, Areum sama sekali tidak pernah marah ataupun membenci kehidupannya yang berbeda dengan hidup orang lain. Justru, ia memiliki pandangan yang lebih dalam terhadap dunia dan kehidupan seisinya. Perlahan, akhirnya ia sadar bahwa kehidupan sederhana, yang sering kali tidak disadari orang lain justru sebuah hal yang sangat berharga bagi sebagian orang, termasuk dirinya.
Kelebihan dan Kekurangan Novel
Meskipun merupakan novel terjemahan, setiap kata yang diterjemahin sangat mudah untuk dipahami maknanya. Gaya penceritaan Areum yang khas dengan seusianya juga menjadi daya tarik dalam cerita ini, seolah-olah pembaca dianggap sebagai pendengar yang mendengarkan kisahnya. Karakter Areum yang lebih dewasa dibandingkan dengan usianya membuat para pembaca disuguhkan dengan berbagai pemikirannya yang mendalam tentang banyak hal.
Namun, dikarenakan genre buku ini adalah cozy fiction, di mana genre ini akan membuat para pembaca merasakan kenyamanan saat membacanya, dan biasanya memiliki konflik ringan, serta meninggalkan kesan yang menghangatkan hati membuat sebagian para pembaca yang terbiasa dengan konflik berat akan mudah merasa bosan dengan ceritanya. Ditambah, pada bagian awal hingga pertengahan buku yang terbilang memiliki alur yang cukup lambat, membuat para pembaca kemungkinan akan semakin bosan jika membacanya.
Bagi para pembaca yang menyukai genre cozy fiction dengan konflik kehidupan yang ringan, alur yang lebih lambat dibandingkan buku biasanya, dan menyukai topik mengenai arti kehidupan yang sesungguhnya, maka buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca. Namun, jika para pembaca menyukai plot twist yang seru, alur yang tidak terlalu lambat, dan kurang suka dengan penceritaan sudut pandang orang pertama, maka buku ini bisa dipertimbangkan kembali untuk dibaca.
Identitas Novel
- Judul: My Brilliant Life
- Penulis: Kim Ae Ran
- Penerbit: Penerbit Haru (penerjemah)
- Tahun Terbit: 2021 (edisi terjemahan Indonesia)
- ISBN: 9786237351795
- Tebal: 353 halaman
- Genre: Cozy Fiction
Baca Juga
-
The Great Bang Ok Sook Tayang 2027, Ini Daftar Pemain Utamanya!
-
Amnesia Pasca Kecelakaan? Misteri Kelam dalam Novel Ketika Sukma Terjaga
-
Jangan Diklik! Misteri Aplikasi Teror dan Kematian dalam Novel Rahasia Ayu
-
Still Shining Tayang Oktober, Kisahkan Dua Sahabat yang Terpisah 60 Tahun
-
Review Novel Last Minute in Manhattan: Romansa Manis Berlatar di California
Artikel Terkait
Ulasan
-
5 Pesan Moral Bisa Dipelajari dari Karakter Je Moon-jae di Drakor Mousetrap
-
Ketika Cinta Bertemu Realitas: Ulasan Film Before Sunset yang Mengiris Hati
-
Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"
-
Belajar dari The Early Spring: Jangan Meremehkan Orang yang Sedang Berjuang
-
Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang
Terkini
-
Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!
-
Pepatah Lama Kini Dibantah Gen Z, Benarkah Nasihatnya Tak Lagi Relevan?
-
A Wild Last Boss Appeared! Season 2 Ungkap Karakter Baru dan Jadwal Tayang
-
Kembalinya Heiji Hattori dan Kasus Uang Palsu Warnai Spesial 30 Tahun Detective Conan
-
Komodifikasi Paras di Kampus: Ketika Estetika Menggerus Marwah Mahasiswa