Film Jujutsu Kaisen: Hidden Inventory / Premature Death (2025) merupakan adaptasi sinematik yang mengkompilasi arc Hidden Inventory dan Premature Death dari musim kedua serial anime Jujutsu Kaisen. Disutradarai oleh tim MAPPA dan didistribusikan oleh TOHO, film berdurasi sekitar 110 menit ini menghadirkan kembali kisah masa lalu Satoru Gojo dan Suguru Geto sebagai siswa tahun kedua di Jujutsu High. Sebagai kompilasi, film ini menyajikan narasi yang lebih padat dan visual yang ditingkatkan, menjadikannya pengalaman sinematik yang memukau bagi penggemar lama maupun penonton baru.
Runtuhnya Ideologi Dan Jalan Gelap Yang Dipilih Oleh Geto
Cerita berfokus pada misi pelindungan Riko Amanai, Star Plasma Vessel yang ditakdirkan untuk bergabung dengan Master Tengen guna menjaga keseimbangan dunia Jujutsu. Gojo, dengan sikap arogan dan kekuatan Limitless serta Six Eyes-nya, berpasangan dengan Geto yang lebih idealis dan empati.
Perjalanan mereka dimulai dari misi penyelamatan yang sederhana, namun berkembang menjadi konflik intens melibatkan kelompok agama, pengguna kutukan, dan pembunuh legendaris Toji Fushiguro. Arc ini mengeksplorasi tema persahabatan, tanggung jawab, serta dampak tragis dari kegagalan dalam dunia yang penuh kekerasan dan prasangka terhadap non-sorcerer.
Review Film Jujutsu Kaisen: Hidden Inventory / Premature Death
Secara naratif, film ini unggul dalam membangun dinamika hubungan Gojo dan Geto. Awalnya penuh chemistry ringan, humor, dan kepercayaan diri sebagai the strongest duo, lambat laun berubah menjadi tragedi yang mendalam. Pengembangan karakter Geto menjadi sorotan utama, memperlihatkan transformasinya dari sorcerer yang peduli menjadi figur yang kecewa dengan dunia.
Animasi MAPPA mencapai puncaknya: adegan pertarungan dirender dengan koreografi yang fluid, efek cursed energy yang memukau, dan sinematografi yang ekspresif, termasuk penggunaan slow-motion serta komposisi frame yang artistik. Suara dan musik latar, termasuk variasi akustik dari lagu tema, semakin memperkuat emosi.
Untuk penonton Indonesia, film ini telah tersedia untuk streaming di Crunchyroll. Rilis secara global di platform tersebut di tanggal 5 Juni 2026, dengan dukungan subtitle bahasa Indonesia serta opsi dub. Kamu dapat mengaksesnya langsung melalui akun Crunchyroll, baik versi subbed maupun dubbed, tanpa perlu menunggu jadwal tambahan. Pastikan untuk memeriksa ketersediaan regional di aplikasi atau situs resmi Crunchyroll dulu ya, Sobat Yoursay.
Salah satu adegan paling dramatis adalah kematian Riko Amanai. Setelah misi yang penuh ketegangan, di mana Gojo dan Geto berhasil mengantarkan Riko dengan selamat ke lokasi penyatuan, harapan sempat muncul. Riko, yang sempat menikmati momen kebebasan seperti kunjungan ke akuarium bersama para pelindungnya, tiba-tiba ditembak tepat di kepala oleh Toji Fushiguro.
Adegan ini brutal dalam kesederhanaannya—tanpa dialog panjang atau efek berlebih—hanya suara tembakan yang mendadak, diikuti keheningan yang menyayat. Dampaknya langsung terasa pada Geto, yang menyaksikan secara langsung, serta Gojo yang baru pulih dari kekalahan telak. Momen ini menjadi titik balik yang menghancurkan idealisme keduanya dan mengubah arah kehidupan mereka secara permanen.
Untuk adegan yang paling kuingat saat nonton filmnya adalah pertarungan Gojo versus Toji, khususnya saat Gojo bangkit kembali setelah ditusuk dengan Inverted Spear of Heaven. Dianggap mati, Gojo menguasai Reverse Cursed Technique untuk pertama kalinya, menyembuhkan diri dan mendeklarasikan Throughout Heaven and Earth, I Alone Am the Honored One. Visual Hollow Purple yang menghancurkan sebagian tubuh Toji, dikombinasikan dengan ekspresi dingin Gojo, menciptakan momen epik yang ikonik. Adegan penutup film, berupa slideshow foto-foto kenangan bahagia Gojo, Geto, Shoko, dan Riko, juga sangat mengharukan, meninggalkanku dengan rasa bittersweet yang mendalam.
Secara keseluruhan, Jujutsu Kaisen: Hidden Inventory / Premature Death berhasil mengubah arc televisi menjadi pengalaman film yang kohesif dan emosional. Meski minim konten baru, presentasi sinematiknya—dari animasi hingga pacing—memberikan nilai tambah signifikan.
Film ini tidak hanya memuaskan penggemar dengan aksi spektakuler, tetapi juga mendalami eksplorasi karakter yang menjadi fondasi tragedi seri utama. Dengan rating IMDb sekitar 7.9, film ini direkomendasikan sebagai salah satu highlight franchise. Buat kamu yang belum menonton, siapkan tisu dan nikmati perjalanan tragis persahabatan terkuat di dunia Jujutsu. Rating pribadi: 7/10.
Baca Juga
-
Materialists: Film dengan Refleksi Mendalam tentang Nilai Cinta yang Sejati
-
Harry Potter and the Prisoner of Azkaban: Ancaman Nyata Ramalan Kematian!
-
Assassination Classroom the Movie: Sebuah Ikatan Kuat Antara Guru dan Murid
-
Review The Ugly Stepsister: Reinterpretasi Gelap Cinderella yang Visceral!
-
Review Omniscient Reader: Cerita Apocalypse dengan Elemen RPG yang Unik!
Artikel Terkait
Ulasan
-
Menjelajah Luka Sejarah dan Birahi Cinta dalam Buku Manjali Karya Ayu Utami
-
Review Novel Cahaya Teduhan Luka: Saat Dosa Orang Lain Menjadi Beban Hidup
-
Materialists: Film dengan Refleksi Mendalam tentang Nilai Cinta yang Sejati
-
Memburu Rahasia Dibalik Jutaan Dolar Warisan Sang Hakim di Buku The Summons
-
Harry Potter and the Prisoner of Azkaban: Ancaman Nyata Ramalan Kematian!
Terkini
-
5 Eyeshadow K-Beauty yang Wajib Kamu Punya, Tampilan Natural dan Flawless
-
Bungo Stray Dogs Rilis Manga Spin-off Baru, Terbit 3 Juli 2026
-
Haru, Putri Tablo Epik High, jadi Lyricist untuk Lagu Utama Terbaru RIIZE
-
ASUS Dawn 7 Pro Resmi Meluncur, Laptop Ryzen AI dengan Layar 144Hz dan Performa Kencang
-
Tayang Juli 2026, Film The Odyssey Karya Nolan Diberi Label Rating Dewasa