Dear Muslim Child: Building Self-Esteem and Resilience karya Rahma Rodaah merupakan buku bergambar inspiratif yang ditujukan untuk anak-anak Muslim agar tumbuh dengan rasa percaya diri, bangga terhadap identitasnya, serta memiliki ketahanan mental dalam menghadapi berbagai tantangan.
Melalui bahasa yang sederhana dan puitis, buku ini menyampaikan bahwa setiap anak Muslim memiliki tempat yang istimewa di dunia.
Rahma Rodaah tidak hanya mengajak pembaca mengenal ajaran Islam, tetapi juga menanamkan keyakinan bahwa iman adalah sumber kekuatan, kasih sayang, dan harapan. Pesan tersebut disampaikan dengan hangat sehingga mudah dipahami oleh anak-anak maupun orang tua yang membacakannya.
Secara garis besar, buku ini berisi ungkapan kasih yang ditujukan kepada anak-anak Muslim di berbagai belahan dunia.
Penulis mengingatkan bahwa kisah setiap anak sangat berharga dan layak dihargai. Melalui berbagai ilustrasi yang menggambarkan keberagaman budaya, warna kulit, dan latar belakang keluarga Muslim, pembaca diajak melihat bahwa Islam adalah agama yang menyatukan banyak perbedaan.
Selain memperkenalkan nilai-nilai keislaman, buku ini juga menekankan pentingnya mencintai Allah, menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan, serta menjadikan salat dan doa sebagai tempat kembali ketika menghadapi rasa takut, sedih, atau tidak diterima oleh lingkungan sekitar.
Salah satu kekuatan terbesar buku ini terletak pada cara Rahma Rodaah menyampaikan pesan yang mendalam tanpa terasa menggurui. Dalam beberapa kalimat singkat, ia mampu merangkum makna spiritual dari ibadah sehari-hari, seperti wudu yang bukan sekadar membersihkan tubuh, tetapi juga menjadi momen menenangkan hati.
Penulis juga mengangkat realitas yang dihadapi sebagian anak Muslim, khususnya mereka yang hidup sebagai kelompok minoritas. Rasa takut diejek, dipandang berbeda, atau mengalami perlakuan tidak menyenangkan di sekolah diakui sebagai pengalaman yang nyata.
Namun, alih-alih menanamkan rasa takut, buku ini justru mengajarkan bahwa identitas Muslim adalah sesuatu yang patut disyukuri dan dijaga dengan penuh kebanggaan.
Daya tarik lain dari buku ini adalah ilustrasinya yang penuh warna dan kaya representasi. Anak-anak dapat melihat tokoh-tokoh Muslim dengan berbagai pakaian tradisional, warna kulit, serta latar budaya yang berbeda. Representasi seperti ini penting karena membantu anak memahami bahwa umat Islam hadir di seluruh dunia dengan keberagaman yang indah.
Ilustrasi tersebut juga memperkuat pesan bahwa setiap anak memiliki nilai yang sama di hadapan Allah, tanpa memandang asal-usul atau penampilannya. Perpaduan antara gambar yang lembut dan kalimat yang menyentuh membuat pengalaman membaca terasa hangat sekaligus menenangkan.
Dari sisi bahasa, Dear Muslim Child menggunakan gaya penulisan yang ringan, liris, dan penuh empati. Kalimat-kalimatnya singkat sehingga mudah dipahami oleh pembaca usia dini, tetapi tetap memiliki makna yang mendalam bagi orang dewasa.
Orang tua dapat memanfaatkan buku ini sebagai bahan diskusi mengenai rasa percaya diri, keberanian, kasih sayang, serta pentingnya menjaga hubungan dengan Allah. Guru dan pustakawan pun dapat menjadikannya sebagai bacaan yang mendukung keberagaman dan toleransi di lingkungan pendidikan.
Meski demikian, buku ini memiliki sedikit kekurangan. Karena ditulis dalam bentuk ungkapan inspiratif, alurnya tidak mengikuti cerita dengan konflik dan penyelesaian yang jelas. Pembaca yang mengharapkan kisah petualangan atau narasi yang kompleks mungkin akan merasa isi buku ini terlalu sederhana.
Selain itu, sebagian pesan disampaikan secara puitis sehingga anak-anak yang lebih kecil mungkin memerlukan pendampingan orang tua agar maknanya dapat dipahami secara utuh.
Secara keseluruhan, Dear Muslim Child: Building Self-Esteem and Resilience adalah buku yang berhasil menghadirkan pesan positif tentang identitas, keimanan, dan keberanian dalam balutan ilustrasi yang indah.
Baca Juga
-
Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik
-
I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi
-
Wanderers: Perjalanan Panjang Manusia Menaklukkan Jarak dan Waktu
-
Waiting for Iced Tea: Kisah Hangat tentang Kesabaran dan Keluarga
-
All Brains Welcome: Mengenal Autisme dan Disleksia dengan Cara Menyenangkan
Artikel Terkait
Ulasan
-
The Old Money Rules: Pelajaran Finansial dari Para Konglomerat
-
Review SCTV: The Greatest Show You've Never Heard Of, Jejak Tawa Legendaris
-
Mendidik Anak dengan Kasih Sayang ala Nabi dalam Happy Islamic Parenting
-
MobLand Season 2: Menguak Sisi Gelap Dinasti Kriminal Keluarga Harrigan!
-
Sentilan Isu Sosial dan Arti Ketulusan Keluarga di Novel Kado Terbaik
Terkini
-
Bye Kusam dan PIH! 4 Moisturizer Alpha Arbutin Cuma di Bawah Rp50 Ribuan
-
Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan
-
Jika Presiden Saja Bisa Disadap, Seberapa Aman Privasi Digital Kita?
-
Dari Tagar ke Aksi Nyata: Bukti Gen Z Vocal Awasi Isu Negara, Bukan FOMO!
-
Belajar dari KHW 400: Ini 5 Insight Storytelling Nadia Omara Bagi Kreator