Sekar Anindyah Lamase | Athar Farha
Foto Series I Will Find You (Netflix)
Athar Farha

Nama Harlan Coben tampaknya sudah menjadi jaminan bagi pecinta thriller misteri. Novel-novelnya berkali-kali diadaptasi menjadi sinema yang bikin nagih ditonton, dan kini giliran series I Will Find You yang rilis di Netflix sejak 18 Juni 2026. 

Adaptasi ini dikembangkan Robert Hull sebagai kreator dan showrunner. Penyutradaraannya digarap secara kolaborasi: Brad Anderson, Adam Davidson, Maggie Kiley, dan Maja Vrvilo. Menariknya lagi, series ini diproduksi Netflix Worldwide Productions bersama Final Twist Productions, I Have An Idea Productions, dan Take 5 Productions. 

Deretan pemainnya pun diisi nama-nama besar. Di antaranya: Sam Worthington sebagai David Burroughs, Britt Lower sebagai Rachel Mills, kemudian ada Milo Ventimiglia, Erin Richards, Jonathan Tucker, Madeleine Stowe, Clancy Brown, Chi McBride, hingga Logan Browning. Dengan delapan episode, series jni menawarkan misteri yang perlahan dibuka sedikit demi sedikit. penasaran kisahnya?

Nah, kisahnya mengenai David Burroughs, sosok ayah yang telah menjalani hukuman penjara selama lima tahun setelah dinyatakan bersalah membunuh putranya sendiri menggunakan tongkat bisbol. Semua bukti ketika itu mengarah kepadanya sehingga pengadilan menjatuhkan vonis bersalah. Hidup David praktis hancur. Dia kehilangan kebebasan, keluarganya, dan tentu saja nama baiknya.

Segalanya berubah ketika Rachel Mills, mantan jurnalis, menemukan sebuah foto yang memperlihatkan anak laki-laki dengan tanda lahir yang sangat identik dengan putra David. Penemuan itu memunculkan pertanyaan yang seharusnya mustahil: bagaimana jika anak yang diyakini telah meninggal ternyata masih hidup?

Harapan kecil itu membuat David nekat melarikan diri dari penjara. Dia mempertaruhkan segalanya demi menemukan sang anak sekaligus membuktikan bahwa dirinya mungkin telah dihukum atas kejahatan yang nggak pernah dilakukan. Dari titik itulah misteri berkembang menjadi konspirasi yang jauh lebih besar dari kasus pembunuhan biasa.

Sistem Peradilan yang Menghancurkan Kehidupan Seseorang

Foto Series I Will Find You (Netflix)

Yup, Vonis hakim memang memiliki kekuatan hukum. Namun, hukum bukan berarti kebenaran mutlak. Putusan pengadilan lahir dari bukti, saksi, dan proses penyelidikan. Ketika salah satu bagian itu keliru atau dimanipulasi, hasil akhirnya pun bisa menyeret orang yang nggak bersalah ke balik jeruji.

David menjadi gambaran paling menyakitkan dari situasi tersebut. Bahkan jika suatu hari namanya berhasil dipulihkan, lima tahun hidupnya nggak akan pernah kembali. Waktu yang hilang nggak bisa diganti. Hubungan dengan keluarga sudah berubah. Trauma yang tertinggal pun akan terus hidup jauh setelah pintu penjara terbuka.

Inilah yang menurutku membuat ‘I Will Find You” relevan dan sangat menarik. Salah vonis bukan sekadar persoalan hukum, melainkan juga persoalan kemanusiaan. Ketika seseorang dihukum atas kesalahan yang nggak dilakukan, sebenarnya bukan hanya dirinya yang menjadi korban. Orang-orang terdekatnya ikut kehilangan. Keluarganya menanggung stigma. Sementara pelaku sebenarnya memiliki kesempatan untuk terus bebas.

I Will Find You juga memperlihatkan sisi negatif sosial terkait masyarakat yang seringkali terlalu cepat percaya pada label ‘bersalah’. Begitu seseorang divonis, banyak orang langsung menganggap perkara selesai. Sangat sedikit yang mau mempertanyakan apakah seluruh prosesnya benar-benar berjalan adil.

Padahal sejarah di berbagai negara menunjukkan, salah vonis bukan sesuatu yang mustahil. Bukti baru, kesaksian yang berubah, hingga perkembangan teknologi forensik berkali-kali berhasil membebaskan orang yang telah mendekam bertahun-tahun di penjara. Sayangnya, pembebasan itu hampir nggak pernah mampu mengembalikan kehidupan mereka seperti semula.

Meski demikian, menurutku I Will Find You belum sepenuhnya memaksimalkan potensi emosinya. Hubungan seorang ayah dengan anaknya seharusnya bisa menjadi pusat cerita yang sangat menguras perasaan. Namun Series I Will Find You lebih sering sibuk mengejar kejutan demi kejutan daripada membangun kedalaman karakter.

Sam Worthington memang mampu memperlihatkan kelelahan dan keputusasaan David, tapi ruang eksplorasi karakternya terasa terbatas. Sebaliknya, Britt Lower justru tampil lebih mencolok sebagai Rachel Mills. Karakternya membawa semangat investigasi yang membuat cerita tetap bergerak ketika ritme mulai melambat.

Aku juga merasa delapan episode sebenarnya sedikit terlalu panjang. Beberapa adegan mengulang informasi yang sudah diketahui penonton sehingga ketegangannya sesekali menurun. Untungnya, misteri utama tetap cukup menarik untuk membuat rasa penasaran bertahan hingga akhir.

Begitulah, bagiku I Will Find You bukan hanya tentang ayah yang mencari anaknya. Series ini juga menjadi perenungan banyak pihak: kesalahan dalam sistem peradilan dapat menghancurkan kehidupan seseorang jauh sebelum kebenaran menemukan jalannya.

Sebab ketika hukum keliru menjatuhkan vonis, yang dipenjara bukan hanya tubuh seseorang, melainkan juga masa depan, keluarga, dan harapan yang mungkin nggak akan pernah pulih begitu saja. 

Sobat Yoursay yang kepo bisa langsung cek Netflix. Bagi yang sudah nonton, gimana dengan pendapatmu terkait series ini?