Hayuning Ratri Hapsari | Ryan Farizzal
Poster film Cinta Lama Babak Kedua: CLBK (Instagram/clbkthemovie)
Ryan Farizzal

Film Cinta Lama Babak Kedua atau yang disingkat CLBK merupakan sebuah drama komedi romantis Indonesia yang disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana dan diproduksi oleh MIR Productions.

Film ini tayang perdana di seluruh bioskop Indonesia pada 2 Juli 2026. Dengan durasi sekitar 106 menit, CLBK mengusung tema nostalgia, cinta pertama, penyesalan, serta kesempatan kedua di usia senja, yang dikemas dengan sentuhan humor ringan dan emosi yang mendalam.

Nostalgia Cinta yang Menggugah Hati

Tangkapan layar adegan di film Cinta Lama Babak Kedua: CLBK (instagram/clbkthemovie)

Cerita berpusat pada pasangan muda, Raka (diperankan oleh Iskak Khivano atau Khiva Rayanka) dan Ambar (Sintya Marisca), yang sedang mempersiapkan pernikahan impian mereka.

Rencana bahagia ini terganggu ketika terungkap bahwa nenek Raka, Sita (Widyawati Sophiaan), dan kakek Ambar, Aby atau Akung Abi (Slamet Rahardjo), adalah mantan kekasih yang berpisah 56 tahun lalu di Bandung pada era 1970-an.

Pertemuan tak terduga antara Sita dan Aby membangkitkan kembali bara cinta lama yang belum terselesaikan, sehingga memicu konflik yang menguji hubungan Raka dan Ambar.

Melalui alur yang bolak-balik antara masa kini dan flashback ke masa lalu, film ini mengeksplorasi bagaimana kenangan dapat memengaruhi generasi berikutnya.

Sita dan Aby mewakili cinta yang terhenti oleh keadaan, sementara Raka dan Ambar melambangkan perjuangan mempertahankan cinta di tengah tekanan keluarga.

Ivander Tedjasukmana berhasil menyeimbangkan elemen komedi dengan drama, menghadirkan momen-momen absurd yang lucu sekaligus menyentuh hati. Sinematografi dengan grading warna vintage memperkuat nuansa nostalgia, didukung musik dan OST yang relate dengan tema cinta lama.

Review Film Cinta Lama Babak Kedua: CLBK

Tangkapan layar adegan di film Cinta Lama Babak Kedua: CLBK (instagram/clbkthemovie)

Para pemeran senior seperti Slamet Rahardjo dan Widyawati memberikan penampilan yang kuat dan meyakinkan, membawa kedalaman emosional pada karakter mereka. Chemistry mereka di layar terasa autentik, seolah-olahaku menyaksikan kisah nyata.

Sementara itu, Sintya Marisca dan Iskak Khivano menyuguhkan dinamika pasangan muda yang segar, meski kadang terbayang oleh konflik yang lebih dominan dari generasi tua. Pemeran pendukung seperti Yusuf Mahardika, Gisellma Firmansyah (muda Sita), dan lainnya turut memperkaya cerita.

Salah satu adegan paling romantis yang menonjol adalah saat Sita dan Aby bertemu kembali di lokasi kenangan lama mereka di Bandung.

Di tengah suasana senja yang lembut, mereka berbagi momen diam-diam di mana Aby mengulang janji masa muda sambil memegang tangan Sita dengan penuh kerapuhan.

Adegan ini tidak berlebihan dengan dialog panjang, melainkan mengandalkan ekspresi wajah, tatapan mata, dan latar belakang musik yang mellow.

Kehangatan cinta yang telah lama terpendam terasa begitu nyata, membuatku merenung tentang kekuatan kenangan dan maaf di usia lanjut. Adegan ini menjadi puncak emosional yang membuktikan bahwa romansa tidak mengenal usia.

Momen ketika Sita dan Aby meluapkan emosi mereka di depan keluarga menjadi adegan yang paling menempel di kepalaku setelah menonton filmnya, di mana Sita dengan kebesaran hati memilih melepaskan cinta lamanya demi kebahagiaan cucu-cucunya.

Moment ini penuh air mata dan dialog yang powerful, menekankan tema pengorbanan dan prioritas generasi mendatang.

Sampai aku pun meninggalkan bioskop dengan perasaan campur aduk—terharu sekaligus terinspirasi—karena adegan tersebut mengingatkan bahwa cinta sejati kadang berarti melepaskan. Kombinasi komedi absurd sebelumnya, dengan drama ini menciptakan kontras yang memorable.

Pada akhirnya, CLBK berhasil sebagai hiburan keluarga yang ringan namun bermakna. Kelebihannya terletak pada pemeran senior yang mumpuni dan pesan positif tentang rekonsiliasi serta melepaskan masa lalu.

Akan tetapi, bagi sebagian penonton, alur flashback yang cukup sering mungkin terasa sedikit berulang, dan konflik utama terkadang lebih fokus pada generasi tua dibanding pasangan muda.

Meski demikian, film ini cocok untuk mereka yang menyukai cerita romantis dengan sentuhan nostalgia dan pelajaran hidup.

Dengan rilis pada 2 Juli 2026, Cinta Lama Babak Kedua hadir di waktu yang tepat untuk mengingatkan penonton bahwa cinta bisa datang kembali kapan saja, tetapi kebijaksanaan dalam menanganinya adalah kunci.

Film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mendorong refleksi pribadi tentang hubungan dan keluarga. Sangat direkomendasikan untuk ditonton bersama pasangan atau orang tua, karena akan memicu diskusi hangat pasca-nonton. Rating pribadi: 7.8/10.