Enola Holmes 3, film petualangan misteri yang dirilis Netflix pada 1 Juli 2026, merupakan kelanjutan yang dinanti dari seri berbasis novel Nancy Springer ini. Disutradarai oleh Philip Barantini dan dibintangi Millie Bobby Brown sebagai Enola Holmes, film ini membawa nuansa yang lebih matang, gelap, dan ambisius dibandingkan dua pendahulunya, sambil mempertahankan semangat pemberontakan dan kecerdasan karakter utama. Dengan durasi sekitar 108 menit, film ini berhasil menggabungkan elemen misteri klasik Sherlock Holmes dengan tema feminisme, warisan kolonialisme, dan romansa yang menyentuh.
Misteri Emas Afghanistan yang Tersembunyi
Cerita dimulai di Malta, lokasi pernikahan Enola dengan Lord Tewkesbury (Louis Partridge). Enola, yang kini menjalankan agensi detektif sendiri, menghadapi dilema internal: apakah pernikahan akan mengorbankan independensinya sebagai wanita yang setara dengan saudaranya, Sherlock Holmes (Henry Cavill)? Rencana bahagia itu buyar ketika Sherlock diculik. Enola pun terlibat dalam kasus rumit yang melibatkan Professor Moriarty (Sharon Duncan-Brewster) yang kembali dengan identitas baru sebagai Professor Adeline Rathe. Plot berkembang ke konspirasi pencurian emas Afghanistan yang disembunyikan di Malta, menyentuh isu kolonialisme Inggris dan perjuangan kemerdekaan Malta.
Review Film Enola Holmes 3
Millie Bobby Brown kembali memukau sebagai Enola. Ia membawakan karakter yang tegas, cerdas, dan penuh semangat, dengan kemampuan breaking the fourth wall yang khas untuk berbicara langsung kepada penonton. Chemistry dengan Louis Partridge tetap kuat, meski romansa mereka diuji oleh konflik identitas dan tanggung jawab.
Henry Cavill memberikan kedalaman pada Sherlock yang lebih manusiawi, sementara Helena Bonham Carter sebagai Eudoria Holmes memberikan sentuhan kekacauan yang menyenangkan. Sharon Duncan-Brewster sebagai Moriarty menjadi penjahat yang tangguh dan cerdas, menciptakan persaingan seimbang dengan Enola.
Secara visual, film ini memanfaatkan lokasi Malta dengan indah—pemandangan Valletta dan Mdina yang romantis kontras dengan aksi intens. Desain produksi dan kostum era Victoria yang mewah mendukung atmosfer misterius. Skor musik oleh Aaron May dan David Ridley menambah ketegangan tanpa mengganggu. Meski plotnya agak rumit dan kurang inovatif, film ini tetap menghibur dengan ritme cepat dan pesan moral tentang keadilan serta penolakan terhadap warisan kolonial yang korup. Rating Rotten Tomatoes sekitar 69% mencerminkan penerimaan yang solid di kalangan penggemar franchise.
Film Enola Holmes 3 sudah tersedia untuk streaming di Netflix Indonesia sejak tanggal rilis globalnya, yaitu 1 Juli 2026. Sebagai produksi Netflix Original, ia dapat diakses secara eksklusif di platform tersebut tanpa penundaan regional. Kamu dapat menontonnya sekarang dengan akun aktif, termasuk opsi download untuk offline.
Salah satu momen aksi yang paling membuat jantungku berdebar adalah bentrokan puncak di dalam gua rahasia tempat penyimpanan harta karun. Enola, dikelilingi oleh tentara bayaran Moriarty, harus menggunakan kecerdasan dan keberanian fisik untuk melarikan diri sambil membawa peti emas. Adegan ini penuh dengan tembakan, ledakan, dan kejar-kejaran di terowongan sempit, di mana taruhan bukan hanya nyawa Enola dan Watson (Himesh Patel), melainkan juga kebenaran sejarah.
Ketegangan meningkat saat Enola menghadapi Moriarty secara langsung—pertarungan tangan kosong yang brutal, di mana keduanya saling mendominasi dengan keterampilan bela diri dan strategi. Elemen waktu yang mendesak, ditambah ancaman terhadap Sherlock yang disiksa, membuatku benar-benar tegang. Adegan ini menonjolkan evolusi Enola dari detektif muda menjadi pahlawan aksi yang tangguh.
Adegan paling berkesan saat menonton adalah momen Enola meyakinkan Sherlock untuk tidak membunuh Moriarty. Setelah pertarungan sengit, Sherlock yang trauma hampir melampaui batas moralnya. Enola, dengan ketenangan dan empati, mengingatkan saudaranya tentang nilai keadilan sejati. Adegan ini emosional, menyatukan tema persaudaraan, pertumbuhan karakter, dan penolakan terhadap siklus kekerasan. Dialognya kuat, dipadukan dengan ekspresi Millie Bobby Brown yang penuh keyakinan, meninggalkan kesan mendalam tentang kekuatan moral di tengah kekacauan. Kurasa, adegan tersebut adalah puncak emosional dari film ini.
Intinya, Enola Holmes 3 adalah hiburan berkualitas yang memuaskan penggemar misteri dan petualangan. Meski tidak sempurna, film ini memperkaya warisan seri dengan elemen dewasa tanpa kehilangan pesona orisinal. Sangat aku rekomendasikan bagi yang menyukai cerita detektif yang cerdas dan penuh aksi. Rating pribadi: 8/10.
Baca Juga
-
Review Reacher Season 3: Kembalinya Sang Serigala Penyendiri yang Tangguh!
-
Tegang Maksimal! Potret Kelam Remaja Kaya Los Angeles Era 80-an dalam Serial The Shards
-
Review Serial Reacher Season 2: Drama Kriminal Penuh Adrenalin dan Taktik!
-
Ulasan Dan Bandung: Adaptasi Novel Pidi Baiq yang Sukses Menguras Air Mata
-
Melihat Batas Tipis Kebenaran dan Naluri dalam Film Ayah, Aku Mau Cerita!
Artikel Terkait
Ulasan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Ulasan Drakor Snowdrop: Debut Akting Jisoo Blackpink yang Tercoreng Kontroversi
-
Ketika Mengompol Jadi Cerita Lucu: Ulasan How to Pee Your Pants
-
Di Antara Pelarian, Prasangka, dan Cinta dalam Novel Honor Bound
-
Review Bartender Glass of God: Mengobati Luka Jiwa Lewat Segelas Koktail
Terkini
-
Indonesia Dapat Kategori E untuk Kesejahteraan Hewan, Kok Bisa?
-
Fenomena Lifestyle Inflation: Saat Pendapatan Bertambah Tapi Dompet Tetap Menjerit
-
5 Serum Kombinasi Peptide dan Retinol untuk Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
-
Politik Burung Unta Pemerintah: Ilusi Keberhasilan yang Menutup Realita
-
Netflix Umumkan Anime Baru hingga Tanggal Tayang Cyberpunk: Edgerunners 2