Hayuning Ratri Hapsari | Ryan Farizzal
Poster film Dan Da Dan: Evil Eye (IMDb)
Ryan Farizzal

Dan Da Dan: Evil Eye merupakan film kompilasi yang berfungsi sebagai preview tiga episode pertama Season 2 dari anime Dandadan, adaptasi dari manga karya Yukinobu Tatsu yang diproduksi oleh studio Science Saru.

Dirilis di bioskop pada akhir Mei hingga awal Juni 2025 di berbagai wilayah Asia (termasuk Indonesia sekitar Juni 2025), film ini menjembatani antusiasme penggemar menjelang peluncuran penuh Season 2.

Dengan durasi sekitar 93 menit, Evil Eye mempertahankan esensi khas seri: perpaduan sempurna antara aksi supernatural intens, horor psikologis, komedi absurd, dan sentuhan romansa remaja yang menyentuh.

Duel Epik Okarun Melawan Kutukan Rumah Jiji

Tangkapan layar adegan di film Dan Da Dan: Evil Eye (IMDb)

Cerita melanjutkan petualangan Momo Ayase dan Ken Takakura (Okarun) setelah peristiwa Season 1. Mereka mendampingi Jiji Enjoji, sahabat masa kecil Momo, ke rumah keluarganya di desa pedesaan yang dikabarkan berhantu.

Rumah tersebut menyimpan kutukan lama yang terkait dengan keluarga Kito, sebuah kultus misterius, dan seekor cacing raksasa bawah tanah yang menggunakan kekuatan psikis untuk mendorong korban bunuh diri.

Di sini, Jiji dikuasai oleh roh jahat bernama Evil Eye, entitas penuh dendam yang lahir dari korban-korban sebelumnya.

Konflik berkembang menjadi pertarungan melawan keluarga Kito, monster bawah tanah, dan Evil Eye sendiri, sambil mengeksplorasi tema persahabatan, trauma, dan kekuatan batin.

Review Film Dan Da Dan: Evil Eye

Tangkapan layar adegan di film Dan Da Dan: Evil Eye (IMDb)

Animasi Science Saru kembali menjadi sorotan utama. Gerakan karakter yang fluid, ekspresi wajah yang ekspresif, dan koreografi pertarungan yang dinamis menciptakan pengalaman visual memukau, terutama di layar lebar.

Desain monster dan efek supernatural kian mengerikan sekaligus kreatif, dengan palet warna yang kontras antara kegelapan horor dan keceriaan komedi.

Soundtrack yang energik semakin memperkuat ketegangan dan humor. Film ini berhasil memperkenalkan elemen baru tanpa kehilangan identitas Dandadan sebagai seri yang tak terduga dan penuh energi.

Dari segi narasi, Evil Eye unggul dalam membangun ketegangan emosional. Karakter-karakter utama semakin matang: Momo dengan kekuatan psikisnya, Okarun yang terus berkembang sebagai pejuang, dan Jiji yang terjebak dalam konflik internal. Interaksi mereka penuh chemistry, baik dalam momen lucu maupun serius.

Akan tetapi, sebagai kompilasi episode, ada sedikit rasa terburu-buru di beberapa bagian, meski tidak mengurangi kenikmatan secara keseluruhan. Dengan pujian dariku untuk aksi dan animasi yang lebih baik dari Season 1.

Season 2 Dandadan, yang mencakup konten Evil Eye, mulai tayang di Netflix pada 3 Juli 2025, baik secara global termasuk Indonesia. Hingga saat ini, seluruh episode Season 2 tersedia untuk ditonton di Netflix Indonesia dengan subtitle dan dubbing bahasa Indonesia.

Penggemar yang melewatkan tayangan bioskop dapat langsung menyaksikannya di platform ini tanpa tambahan biaya berlangganan ekstra.

Salah satu bagian paling menegangkan adalah perseteruan antara Okarun dan Evil Eye yang tengah mengendalikan tubuh Jiji. Pertarungan ini menampilkan perbedaan gaya bertarung yang kontras: kecepatan dan kelincahan Okarun versus kekuatan mentah serta kekejaman Evil Eye. Adegan tersebut penuh dengan serangan kilat, destruksi lingkungan, dan momen di mana Okarun hampir kalah, menciptakan ketegangan luar biasa.

Visual pertarungan yang cepat, dikombinasikan dengan musik intens, membuatku merasa ikut terlibat dalam duel epik tersebut. Ini menjadi puncak aksi yang menunjukkan perkembangan kekuatan Okarun setelah pelatihan sebelumnya.

Adegan yang paling kuingat saat nonton adalah saat Evil Eye melepaskan aura dendamnya secara penuh, diikuti oleh serangan massal terhadap kelompok utama dan alien pendukung.

Kombinasi horor psikologis (rumah horor internal Evil Eye) dengan aksi fisik brutal, serta momen emosional ketika Jiji berjuang melawan penguasaan, menciptakan lapisan kedalaman yang jarang ditemui. Adegan ini tak hanya memukau secara visual tetapi juga menyentuh tema persahabatan dan penebusan, meninggalkan kesan mendalam tentang kekuatan ikatan antar karakter.

Overall, Dan Da Dan: Evil Eye adalah sajian yang memuaskan bagi penggemar anime aksi-supernatural. Film ini berhasil membangun hype untuk Season 2 sambil memberikan hiburan berkualitas tinggi. Dengan cerita yang unik, animasi kelas atas, dan keseimbangan genre yang tepat, Evil Eye memperkuat posisi Dandadan sebagai salah satu anime terbaik generasinya.

Sangat aku rekomendasikan bagi yang menyukai Jujutsu Kaisen atau Chainsaw Man karena elemen aksi dan humornya yang serupa namun dengan sentuhan orisinal yang khas. Rating pribadi: 8/10.