Hipnosis masih menjadi salah satu bidang psikologi yang paling sering disalahpahami masyarakat. Sebagian orang menganggap hipnosis identik dengan gendam, sihir, atau kemampuan mengendalikan pikiran seseorang.
Padahal, dalam dunia psikologi klinis, hipnosis merupakan teknik yang telah lama digunakan sebagai bagian dari intervensi terapeutik untuk membantu individu mengatasi berbagai permasalahan psikologis tertentu.
Melalui buku Hypnotherapy Mastery, psikolog klinis Danang Setyo Budi Baskoro, M.Psi., berupaya meluruskan berbagai mitos tersebut sekaligus menyajikan panduan yang sistematis mengenai praktik hipnoterapi.
Buku setebal 215 halaman yang diterbitkan oleh Sastra Jendra Media pada tahun 2019 ini ditujukan tidak hanya bagi praktisi hipnoterapi, tetapi juga mahasiswa, konselor, maupun pembaca umum yang ingin memahami hipnosis dari sudut pandang ilmiah.
Isi Buku
Salah satu keunggulan buku ini adalah pendekatannya yang sangat praktis. Berbeda dengan buku teori yang dipenuhi konsep abstrak, penulis menyusun materi berdasarkan pengalaman langsung di ruang praktik. Pembaca diajak memahami bagaimana suatu gangguan psikologis terbentuk, bagaimana proses asesmen dilakukan, hingga bagaimana seorang terapis menyusun intervensi yang sesuai dengan kondisi klien.
Pada bagian awal, buku ini menjelaskan bahwa hipnosis bukanlah terapi, melainkan suatu keadaan mental (state of consciousness) yang memungkinkan seseorang lebih fokus dan lebih mudah mengakses proses psikologis tertentu. Dalam kondisi tersebut, perhatian menjadi lebih terarah sehingga intervensi psikologis dapat dilakukan dengan lebih efektif pada klien yang sesuai. Hipnosis bukan berarti seseorang kehilangan kesadaran atau sepenuhnya berada di bawah kendali terapis. Sebaliknya, klien tetap memiliki kendali atas dirinya dan tidak akan melakukan sesuatu yang bertentangan dengan nilai maupun keinginannya.
Penulis juga menjelaskan konsep trance, yaitu perubahan kondisi kesadaran dari dominasi gelombang otak beta menuju kondisi yang lebih rileks, seperti alpha hingga theta.
Dalam hipnoterapi, kedalaman trance dibagi menjadi beberapa tingkatan, mulai dari Hypnoidal Level, Light Trance, Medium Trance, Full Somnambulism, hingga Profound Somnambulism. Semakin dalam kondisi trance, semakin besar peluang untuk mengeksplorasi pengalaman, emosi, atau pola pikir yang berkaitan dengan keluhan psikologis klien. Namun, kedalaman trance bukanlah satu-satunya penentu keberhasilan terapi.
Kelebihan dan Kekurangan
Salah satu pesan penting yang berulang kali ditekankan dalam buku ini adalah bahwa hipnoterapi bukan sekadar teknik induksi hipnosis. Yang paling menentukan justru kompetensi terapis dalam memahami kondisi klien. Setelah klien berada dalam kondisi hipnosis, berbagai pendekatan psikoterapi dapat diterapkan sesuai kebutuhan. Dengan kata lain, hipnosis berfungsi sebagai media yang mempermudah proses terapi, bukan sebagai terapi itu sendiri.
Buku ini juga sangat kaya akan contoh praktik. Penulis menyajikan berbagai skrip percakapan (verbatim) yang dapat menjadi panduan bagi praktisi ketika melakukan sesi hipnoterapi. Selain itu, terdapat contoh penanganan berbagai kasus, seperti fobia, keluhan psikosomatis, kecemasan, hingga pengembangan diri. Penyajian yang rinci membuat pembaca dapat membayangkan jalannya sesi terapi secara nyata.
Meski demikian, penulis tidak menggambarkan hipnoterapi sebagai solusi untuk semua masalah. Justru salah satu kekuatan buku ini adalah penekanannya pada batasan hipnoterapi.
Tidak semua klien dapat dihipnosis dengan tingkat yang sama, dan tidak semua gangguan psikologis cocok ditangani menggunakan hipnoterapi. Oleh sebab itu, seorang hipnoterapis harus mampu melakukan asesmen secara menyeluruh sebelum menentukan apakah hipnoterapi merupakan pilihan intervensi yang tepat atau justru perlu dikombinasikan dengan pendekatan psikologis lainnya.
Rekomendasi Pembaca
Selain membahas teknik dasar hingga lanjutan, buku ini juga memberikan panduan bagi praktisi untuk membangun rasa percaya diri dalam praktik profesional. Penulis menekankan bahwa keterampilan hipnoterapi tidak diperoleh hanya dengan membaca teori, tetapi melalui latihan yang terstruktur, supervisi, serta pengalaman menangani berbagai karakter klien.
Secara keseluruhan, Hypnotherapy Mastery merupakan buku yang berhasil menjembatani teori psikologi dengan praktik lapangan. Pembahasannya sistematis, bahasa yang digunakan mudah dipahami, serta dilengkapi contoh kasus yang aplikatif.
Bagi pemula, buku ini memberikan fondasi yang kuat untuk memahami hipnoterapi secara ilmiah. Sementara bagi praktisi, buku ini dapat menjadi referensi untuk memperkaya teknik, meningkatkan kepercayaan diri, dan menyusun intervensi yang lebih tepat sesuai kebutuhan klien. Di tengah masih banyaknya kesalahpahaman mengenai hipnosis, buku ini menawarkan perspektif yang lebih rasional, profesional, dan berbasis praktik klinis.
Identitas Buku
- Judul: Hypnotherapy Mastery
- Penulis: Danang Setyo Budi Baskoro, M.Psi.
- Penerbit: Sastra Jendra Media
- Tahun Terbit: 2019
- Tebal: 215 halaman
- Kategori: Non Fiksi, Psikologi Klinis
Baca Juga
-
Waktu untuk Tidak Menikah: Merawat Hak Perempuan atas Pilihannya
-
Membaca Bahasa Tubuh Lewat Gesture: Benarkah Tubuh Sulit Berbohong?
-
Indonesia Ekspor Listrik ke Luar Negeri, Mengapa Warga Masih Sering Gelap-gelapan?
-
Dari Mati Lampu ke Ekspor Listrik: Sebuah Ironi Kebijakan?
-
Viral Hari Ini, Hilang Esok Hari: Mengapa Kita Sering Terjebak 'Lupa' pada Masalah?
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Sewelas, Kelahiran Seorang Anak yang Dianggap Sebagai Kutukan
-
Novel The Lost Library: Cerita Misteri Ringan dengan Pesan Mendalam
-
Novel Deja Vu: Serangkaian Peristiwa Tragis yang Mengguncang Jiwa
-
Membaca Bahasa Tubuh Lewat Gesture: Benarkah Tubuh Sulit Berbohong?
-
Bedah Buku Presiden Solusi, Abdul Mu'ti Ajak Publik Jangan Cuma Melihat Kekurangan Prabowo
Ulasan
-
Ulasan Novel Sewelas, Kelahiran Seorang Anak yang Dianggap Sebagai Kutukan
-
Ulasan Brain Works: Mengungkap Aksi Kriminal Melalui Perspektif Neurosains
-
Review Film Dan Da Dan: Evil Eye, Babak Baru Petualangan Momo dan Okarun
-
Menjajal Katsu Matcha, Kawin Silang Makanan Kekinian
-
Enola Holmes 3: Hadir dengan Konflik Pernikahan dan Konspirasi Kolonial
Terkini
-
Anime Digimon Beatbreak Umumkan Arc Kyo, Tayang 12 Juli 2026
-
Kontroversi VAR Argentina Menang Dramatis, Mesir Kehilangan Keadilan?
-
Babak Belur di Kandang Sendiri: Akhir Perjalanan Tragis AS, Kanada, dan Meksiko di Piala Dunia 2026
-
Siklus Finansial Gen Z: Gaji Belum Masuk, Tagihan Sudah Antre Paling Depan
-
Keluarga Pejabat Mau Berkarier: Antara Hak Individu atau Praktik Nepotisme?