Pernah merasa sangat bosan sampai tidak tahu harus melakukan apa? Rita dalam buku bergambar Bored karya Felicita Sala mungkin akan terasa sangat familiar. Ia berada di kamar, mencoba berbagai cara untuk mengusir kebosanan, tetapi tidak ada satu pun yang berhasil. Waktu terasa berjalan sangat lambat, sementara dirinya hanya bisa terdiam dalam rasa bosan yang luar biasa.
Namun, siapa sangka kebosanan yang tampaknya tidak menghasilkan apa-apa justru bisa menjadi awal dari petualangan imajinasi yang sangat liar?
Bored bercerita tentang Rita yang sedang mengalami kebosanan ekstrem. Ia mencoba meregangkan tubuh, melihat dirinya sendiri di cermin, menghentakkan kaki, dan mengayunkan lengan. Sayangnya, semua hal tersebut tetap tidak membuatnya merasa lebih baik. Rita masih bosan. Sangat bosan.
Ketika tubuhnya akhirnya tidak lagi banyak bergerak, pikirannya justru mulai berkelana. Rita membayangkan bagaimana jika semua orang yang sedang bosan di dunia berkumpul dan menaiki sebuah bus.
Bagaimana jika kebosanan memenuhi tubuh mereka seperti balon, dengan kepala dan tangan kecil yang mencuat? Bagaimana jika mereka kemudian melayang ke langit dan mencari sesuatu yang cukup menarik untuk membuat kebosanan itu pergi? Dari sinilah imajinasi Rita berkembang menjadi sebuah petualangan yang unik, absurd, dan sangat menghibur.
Saat ibunya memanggil untuk makan malam, Rita yang sebelumnya mengeluh tidak memiliki kegiatan ternyata sudah sangat sibuk dengan dunia imajinasinya sendiri. Hal paling menarik dari buku ini adalah cara Felicita Sala mengubah sesuatu yang sangat sederhana, yaitu rasa bosan, menjadi sebuah petualangan yang penuh kreativitas.
Anak-anak tentu sangat akrab dengan kalimat, “Aku bosan,” atau “Tidak ada yang bisa dilakukan.” Melalui kisah Rita, pembaca diajak melihat bahwa kebosanan tidak selalu harus segera dihilangkan dengan mainan, gawai, atau hiburan dari luar.
Terkadang, ketika tidak ada sesuatu yang mengalihkan perhatian, imajinasi justru mulai bekerja. Dari sebuah kamar yang tampak membosankan, Rita menciptakan dunia yang luas dan penuh kemungkinan. Ia membuktikan bahwa kebosanan dapat menjadi titik awal munculnya ide-ide yang tidak terduga.
Ilustrasi menjadi salah satu kekuatan terbesar Bored. Felicita Sala menghadirkan gambar yang ekspresif, dinamis, dan penuh energi. Ekspresi Rita berhasil menggambarkan kebosanan dengan cara yang lucu dan menghibur. Mata yang awalnya terlihat kosong dan lelah kemudian seolah berubah ketika imajinasinya mulai berkembang.
Perubahan suasana tersebut terasa sangat menarik. Halaman-halaman yang menggambarkan kebosanan terasa lebih lambat dan tenang, sementara bagian imajinasi Rita menjadi lebih ramai, liar, dan penuh gerakan.
Perpaduan warna serta ilustrasi yang ekspresif membuat buku ini terasa hidup. Yang juga membuat Bored menarik adalah kemampuannya menghibur pembaca dari berbagai usia. Anak-anak dapat menikmati petualangan imajinatif Rita, sedangkan orang tua mungkin akan tersenyum karena sangat mengenal keluhan “aku bosan” yang sering disampaikan anak-anak.
Buku ini juga menyampaikan pesan sederhana tetapi penting: tidak semua waktu kosong harus segera diisi. Dalam keadaan tanpa kegiatan, seseorang bisa menemukan ruang untuk berpikir, berkhayal, menciptakan cerita, dan menemukan ide baru. Meski demikian, pembaca yang mengharapkan cerita dengan alur panjang dan konflik yang kompleks mungkin akan merasa buku ini terlalu sederhana.
Namun, kesederhanaan tersebut memang menjadi bagian dari kekuatannya. Bored adalah buku bergambar yang mengandalkan ekspresi, visual, humor, dan kekuatan imajinasi.
Secara keseluruhan, Bored karya Felicita Sala adalah buku bergambar yang lucu, kreatif, dan sangat menghibur. Buku ini cocok dibaca bersama anak-anak, terutama mereka yang sering merasa tidak ada kegiatan yang bisa dilakukan.
Bukan kebosanan yang harus selalu ditakuti, melainkan bagaimana kita memberi ruang bagi imajinasi untuk tumbuh. Karena terkadang, ketika tidak ada apa-apa untuk dilakukan, justru dari situlah petualangan paling menarik dimulai. Buku ini cocok dibaca untuk anak-anak usia 4 tahun ke atas, orang tua, guru, dan pencinta buku bergambar yang kreatif.
Baca Juga
-
Belajar Jadi Anak Besar dengan Cara yang Lucu dalam Buku Loops
-
Bukan Sekadar Buku Anak, 'Dad' Menggambarkan Sisi Kompleks Seorang Ayah
-
Bukan Hantu Menyeramkan! Ini Alasan "Aggie and the Ghost" Begitu Lucu
-
Review The Sweater: Pelajaran Sederhana tentang Berbagi dan Peduli
-
Kura-Kura Pakai Kostum Beruang? Ini Keseruan Buku Bob Shea
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Drama Gannibal, Sisi Gelap Desa Kuge yang Menelan Banyak Korban Jiwa
-
Review The War of the Worlds: Kisah Invasi Alien yang Sarat Kritik Sosial
-
Stuart Fails to Save the Universe: Suguhkan Aksi Antardimensi yang Kocak!
-
Agent Kim Reactivated: Drama Aksi Penuh Strategi dengan Eksekusi Gokil!
-
Review Serial Musafir Cafe: Balada Cinta, Ambisi Karier, serta Pengorbanan
Terkini
-
Paradoks Transportasi Jakarta: Penumpang Naik Pesat, Kenapa Macet Makin Parah?
-
John Cena Beraksi Selamatkan Dunia di Matchbox The Movie, Ini Trailernya!
-
Eksistensi Warga Kampung Kota Jakarta
-
Jebakan Budaya "Ewuh Pakewuh": Kenapa Warga +62 Sering Jadi People Pleaser?
-
Lawan Penuaan! 4 Hydrogel Mask Adenosine Bikin Wajah Kencang dan Kenyal