Hayuning Ratri Hapsari | aisyah khurin
Drama Mouse (mydramalist.com)
aisyah khurin

Televisi Korea Selatan mengalami pergeseran paradigma yang signifikan melalui kehadiran drama "Mouse" (2021), sebuah serial bergenre thriller kriminal dan fiksi ilmiah medikal sebanyak 20 episode yang disutradarai oleh Choi Joon-bae dan ditulis oleh Choi Ran.

Sejak penayangan perdananya di saluran tvN, drama ini berhasil menyita perhatian publik dan media karena keberaniannya melampaui formula prosedur kepolisian konvensional.

"Mouse" tidak sekadar menyajikan perburuan pembunuh berantai yang menegangkan, melainkan mengkonstruksi studi psikologis mendalam mengenai determinisme genetik, eksistensi nurani, serta batas-batas moralitas manusia dalam menghadapi potensi kejahatan yang teridentifikasi sejak dalam kandungan. 

Melalui struktur penceritaan yang kompleks, "Mouse" menantang penonton untuk mempertanyakan kembali hakikat empati dan kejahatan murni. Drama ini membedah dilema bioetika modern melalui penemuan gen psikopat oleh karakter peneliti ilmiah, lalu membenturkannya dengan tragedi kemanusiaan yang dialami oleh para korbannya.

Sinopsis Drama Mouse

Narasi "Mouse" berakar pada peristiwa kelam 25 tahun silam di kota Mujin, ketika masyarakat dihantui oleh aksi pembunuh berantai sadis berjuluk Headhunter (Han Seo-joon) yang memenggal kepala korban-korbannya. Penangkapan Han Seo-joon berhasil dilakukan setelah seorang anak kecil bernama Go Moo-chi selamat dari pembantaian keluarganya dan memberikan kesaksian kunci.

Pada periode yang sama, Dr. Daniel Lee menemukan identifikasi sekuens genetik yang mampu mendeteksi gen psikopat pada janin dengan tingkat akurasi 99%, sementara 1% sisanya berpotensi melahirkan seorang jenius. Penemuan ini memicu perdebatan sengit di parlemen mengenai undang-undang aborsi paksa bagi janin pembawa gen tersebut, meskipun pada akhirnya RUU tersebut ditolak. 

Dua puluh lima tahun kemudian, narasi berpindah ke masa kini ketika serangkaian pembunuhan berantai baru yang terinspirasi dari kisah-kisah masa lalu kembali meneror publik. Detektif Go Moo-chi (Lee Hee-joon), yang kini tumbuh menjadi polisi impulsif dan didorong oleh dendam masa lalu, memimpin penyelidikan kasus tersebut.

Ia dipasangkan dengan Jeong Ba-reum (Lee Seung-gi), seorang petugas polisi muda di pos lokal yang dikenal sangat ramah, polos, dan memiliki empati tinggi terhadap sesama. Penyelidikan ini juga melibatkan Oh Bong-yi (Park Ju-hyun), seorang siswi SMA yang menyimpan trauma kekerasan seksual masa kecil, serta Choi Hong-ju (Kyung Soo-jin), seorang produser acara TV kriminal yang menyembunyikan keterkaitan rahasia dengan pembunuh masa lalu. 

Kecurigaan awal kepolisian mengarah pada Dr. Seong Yo-han (Kwon Hwa-woon), seorang dokter bedah dingin yang diyakini sebagai putra biologis Headhunter. Pertarungan berdarah antara Ba-reum dan Yo-han berujung pada kematian Yo-han serta cedera otak parah yang dialami oleh Ba-reum. Dalam kondisi kritis, operasi transplantasi otak rahasia dilakukan oleh Han Seo-joon atas desakan pihak tertentu, dengan mencangkokkan sebagian jaringan otak Yo-han ke dalam kepala Ba-reum demi menyelamatkan nyawanya. 

Pasca-operasi, Ba-reum terbangun dengan ingatan yang terfragmentasi dan kemampuan merasakan empati emosional yang belum pernah ia miliki sebelumnya. Seiring dengan terurainya potongan ingatan masa lalu, terungkap fakta yang memutarbalikkan seluruh premis awal, Seong Yo-han sebenarnya adalah pemilik gen jenius yang tidak bersalah dan berusaha menghentikan pembunuhan, sedangkan Jeong Ba-reum adalah pembunuh berantai psikopat yang asli. 

Kelebihan  

Kekuatan utama "Mouse" terletak pada performa akting jajaran pemerannya serta kerapian penulisan skenario dalam mengeksekusi teknik plant and payoff.

Lee Seung-gi memberikan penampilan luar biasa yang merefleksikan transisi psikologis kompleks, bergerak dari citra polisi naif hingga menjadi sosok pembunuh dingin yang kemudian dihantam rasa bersalah eksistensial.

Penampilannya diimbangi secara seimbang oleh Lee Hee-joon, yang mampu menyampaikan emosi ketakutan, kemarahan, dan penderitaan jiwa Go Moo-chi secara sangat intens dan mentah.

Dari segi narasi, naskah buatan Choi Ran berhasil menyusun detail-detail kecil dari episode awal seperti sudut kamera, barang peninggalan, dan kilas balik singkat menjadi penjelas kunci bagi pembalikan alur di babak akhir. 

Kelemahan

Di samping keunggulannya, drama ini memiliki sejumlah kelemahan struktural yang cukup kentara pada aspek pacing dan konsistensi logika.

Keputusan untuk membentangkan cerita hingga 20 episode, ditambah dengan penayangan episode rekapitulasi spesial, menyebabkan alur terasa diulur-ulur pada babak pertengahan.

Penulis naskah terlalu sering mengandalkan manipulasi kognitif seperti serangan sakit kepala berulang dan ingatan palsu pada karakter Ba-reum, yang pada titik tertentu terasa repetitif bagi penonton.

Selain itu, beberapa keputusan karakter pada situasi krusial terasa kurang rasional dan dipaksakan hanya demi menjaga kerahasiaan plot twist utama hingga episode-episode akhir.

Kesimpulan

Drama "Mouse" (2021) adalah salah satu drama yang berhasil mengusung tema-tema bioetika dan determinisme genetik yang kompleks.

Meskipun memiliki kelemahan dari segi kepadatan durasi 20 episode dan konsistensi logika pada beberapa subplot pertengahan, kepiawaian naskah dalam merajut pembalikan alur serta eksekusi sinematografi yang gelap mampu menjaga ketegangan naratif secara menyeluruh. 

Drama ini menawarkan pengalaman menonton yang memicu perenungan moral mengenai hakikat nurani, pengampunan, dan keadilan eksistensial.

Bagi pencinta drama kriminal yang menyukai teka-teki psikologis berlapis dan narasi yang menantang intelektual, "Mouse" merupakan sebuah karya yang sangat direkomendasikan.