Hayuning Ratri Hapsari | Ukhro Wiyah
Flex x Cop 2 (IMDb)
Ukhro Wiyah

Drama bertema detektif atau hukum memang selalu punya daya tarik tersendiri bagi saya. Apalagi kalau di setiap beberapa episode-nya punya kasus yang berbeda-beda seperti drama Flex x Cop. Kita seolah diajak terus melihat dan mempelajari hal-hal baru yang menarik. Melalui berbagai cara unik Jin Yi-soo dan timnya menangani kasus-kasus tersebut, kita juga menemukan banyak perspektif dari sudut pandang mereka sebagai detektif.

Masih melanjutkan cerita musim pertamanya, Flex x Cop 2 bercerita tentang aksi detektif sultan Jin Yi-soo (Ahn Bo-hyun) yang memanfaatkan privilege-nya sebagai pewaris Hansu Group untuk memecahkan kasus-kasus kriminal. Kali ini, ia bekerja bersama dengan ketua tim baru bernama Joo Hye-ra (Jung Eun-chae) yang juga merupakan mentor Yi-soo di akademi kepolisian. Sementara Lee Gang-hyun (Park Ji-hyun) yang menjadi ketua tim di season sebelumnya di sini diceritakan sedang berada di luar negeri.

Pergantian sosok ketua tim ini tentu memicu berbagai respon dari penonton. Sebagian dari mereka merasa kecewa dan menyayangkan hal ini. Namun, saya pribadi lebih menyukai chemistry Jin Yi-soo dan Joo Hye-ra yang terlihat lebih kompak, solid, dan tak kalah menarik dari musim sebelumnya. Selain karena perbedaan karakter dari ketua tim, saya rasa ini juga dipengaruhi oleh perkembangan karakter Jin Yi-soo yang mengalami perubahan yang cukup signifikan dari season pertama.

Jika di musim pertama dulu, karakter Yi-soo cenderung masih kekanak-kanakan dan seenaknya sendiri, di Flex x Cop 2 ia terlihat jauh lebih dewasa. Pembawaannya terasa lebih tenang. Dalam menangani kasus pun, ia kini tidak hanya bergantung pada privilege-nya saja, tetapi juga benar-benar menggunakan strategi dan ketajaman instingnya sebagaimana seorang detektif. Ia diceritakan telah lulus pelatihan di akademi kepolisian sehingga peran detektif yang ia bawakan pun terlihat lebih profesional daripada musim sebelumnya.

Di sisi lain, di balik gaya khasnya yang tengil, Yi-soo masih menyimpan luka emosional yang cukup dalam akibat trauma masa lalunya. Namun, sisi inilah yang justru membuat dirinya punya perasaan empati yang jauh lebih mendalam dibanding dengan orang lain. Melalui karakternya, Jin Yi-soo seolah menunjukkan bahwa menjadi detektif tidak hanya butuh otak yang pandai berstrategi, tetapi juga perlu menggunakan hati dan perasaan untuk berempati.

Kasus terakhir yang sekaligus menjadi penutup Flex x Cop 2 menjadi salah satu kasus yang paling menarik perhatian. Di sini, Yi-soo harus berhadapan dengan pelaku kriminal sesama chaebol atau orang kaya. Yi-soo dan timnya harus benar-benar menggunakan taktik hukum dan kecerdasan mereka dengan maksimal agar bisa menangkap pembunuh berantai yang berulang kali lolos dari hukuman berkat privilege yang ia miliki.

Selain kasus terakhir tersebut, masih banyak kasus-kasus lain yang tidak kalah menarik dari episode pertama hingga terakhir. Membawakan kasus beragam dalam 14 episode membuat alur drama ini tetap nyaman diikuti tanpa banyak adegan yang terasa sia-sia. Meskipun memang cukup disayangkan karena di salah satu kasus ada bagian yang melibatkan hubungan sesama jenis hingga membuat sebagian orang memilih berhenti menonton.

Sementara itu, untuk bagian ending cerita di drama Flex x Cop 2 sebenarnya secara keseluruhan sudah berakhir memuaskan. Sosok pembunuh berantai yang bisa dikatakan menjadi kasus utama di drama ini pun berhasil mereka tangkap menggunakan taktik dan strategi yang benar-benar menguji kemampuan Yi-soo dan timnya. Namun, kemunculan Kim Ji-hoon di episode terakhir dengan memegang pisau dan tubuh dipenuhi darah membuka peluang yang cukup besar akan adanya musim lanjutan dari drama ini.

Overall, tanpa sedikit pun menormalisasi konten hubungan sesama jenis yang diselipkan di drama ini, saya rasa Flex x Cop 2 tetap menjadi tontonan yang menarik dan layak untuk diikuti alurnya. Jika pun nanti ada musim ketiga, saya berharap tidak ada lagi selipan adegan yang membuat banyak penonton merasa kurang nyaman.