M. Reza Sulaiman | Tarassa Q.
Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (IMDb)
Tarassa Q.

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak merupakan film drama thriller bernuansa neo-Barat asal Indonesia yang tayang pada 2017. Film ini digarap oleh Mouly Surya sebagai sutradara sekaligus penulis skenario bersama Rama Adi. Marsha Timothy dipercaya memerankan karakter utama bernama Marlina, seorang perempuan Sumba yang harus menghadapi situasi ekstrem setelah rumahnya didatangi sekelompok perampok. Film ini mulai diputar pada 16 November 2017 dan mendapat perhatian internasional hingga didistribusikan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, sejumlah wilayah Eropa, serta Asia Tenggara. Saat ini, film tersebut juga masih tersedia untuk disaksikan melalui layanan streaming Netflix.

Mengambil latar lanskap kering dan sunyi di Sumba, film ini menawarkan perpaduan antara kisah balas dendam, perjuangan bertahan hidup, serta kritik sosial terhadap posisi perempuan dalam lingkungan yang masih dipengaruhi budaya patriarki. Dengan tempo cerita yang tenang tetapi penuh tekanan, film ini menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda dari film kriminal kebanyakan.

Empat Bagian Perjalanan Marlina Menghadapi Ketidakadilan

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (IMDb)

Cerita film ini mengikuti perjalanan Marlina, seorang janda yang hidup sendiri di daerah perbukitan Sumba. Kehidupannya berubah ketika ia menjadi korban ancaman dari kelompok perampok yang datang ke rumahnya. Perjalanan panjang Marlina kemudian terbagi dalam empat bagian yang menggambarkan proses perlawanan, pencarian keadilan, hingga keberanian menghadapi trauma.

Kisah dimulai ketika tujuh orang perampok yang dipimpin Markus mendatangi rumah Marlina dengan tujuan mengambil harta benda miliknya sekaligus melakukan kekerasan terhadap dirinya. Dalam kondisi terdesak, Marlina memilih melawan. Ia menyiapkan makanan yang telah diberi racun sehingga beberapa anggota kelompok tersebut tewas. Setelah itu, Marlina mengambil tindakan berani dengan memenggal kepala Markus sebagai bentuk perlawanan terhadap ancaman yang diterimanya.

Setelah kejadian tersebut, Marlina melakukan perjalanan menuju kantor polisi dengan membawa kepala Markus yang dibungkus kain. Dalam perjalanan melintasi wilayah Sumba yang luas dan sepi, ia bertemu Novi, seorang perempuan yang sedang menunggu waktu melahirkan, serta Franz, salah satu anak buah Markus yang berhasil selamat dan berusaha mencari kesempatan untuk membalas dendam.

Setibanya di kantor polisi, Marlina berharap mendapatkan perlindungan dan keadilan atas tindakan kriminal yang menimpanya. Namun, laporannya tidak segera mendapatkan respons yang serius dari aparat. Situasi semakin menegangkan ketika ancaman dari kelompok Markus kembali muncul dan membuat Marlina harus menghadapi ketakutannya sendiri.

Bagian terakhir film memperlihatkan puncak perjuangan Marlina dalam menentukan nasibnya sendiri. Di sisi lain, Novi mengalami proses persalinan dalam keadaan yang penuh tekanan. Momen kelahiran tersebut menjadi simbol harapan baru sekaligus penutup dari perjalanan panjang para perempuan yang berusaha bertahan menghadapi keadaan sulit.

Pesan Film tentang Perempuan dan Perlawanan

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (IMDb)

Saat menonton film ini, saya cukup terkejut dengan cara film menggambarkan perjuangan Marlina. Salah satu hal yang menarik perhatian saya justru bukan hanya konflik utama, tetapi juga kondisi geografis Sumba yang membuat perjalanan darat terlihat sangat sulit. Jarak yang jauh, jalanan yang sepi, dan keterbatasan transportasi menjadi bagian penting yang memperkuat rasa kesendirian Marlina sepanjang cerita.

Saya juga sangat menyukai akting Marsha Timothy sebagai Marlina. Ia mampu menghadirkan sosok perempuan yang terlihat kuat, dingin, tetapi sebenarnya menyimpan luka besar. Melihat keteguhan karakter tersebut membuat saya berpikir bahwa mungkin tidak semua orang memiliki keberanian sebesar Marlina ketika berada dalam situasi yang sama.

Adegan Marlina membawa kepala Markus sepanjang perjalanan menjadi salah satu bagian paling mengejutkan bagi saya. Namun, hal lain yang membuat saya semakin terkejut adalah ketika ia sudah melapor kepada polisi, tetapi masalahnya tidak langsung mendapatkan penyelesaian. Film ini menunjukkan bahwa mendapatkan keadilan bagi korban tidak selalu berjalan mudah, bahkan setelah seseorang berani mengungkapkan kebenaran.

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak bukan sekadar kisah balas dendam, tetapi juga film tentang keberanian perempuan dalam melawan ketidakadilan. Marlina digambarkan sebagai seseorang yang tidak menunggu penyelamatan dari orang lain. Ia menjadi penyelamat bagi dirinya sendiri ketika berada dalam kondisi paling rentan.

Film ini menyampaikan bahwa perempuan memiliki hak untuk mempertahankan diri ketika menghadapi ancaman kekerasan. Selain itu, cerita Marlina memperlihatkan bagaimana seseorang dapat mengubah rasa takut dan trauma menjadi kekuatan untuk bangkit. Film ini juga mengkritik sistem patriarki yang sering membuat suara korban perempuan sulit didengar.

Melalui perjalanan Marlina, penonton diajak memahami pentingnya keberanian untuk berbicara, mencari pengakuan, dan memperjuangkan keadilan meskipun harus melewati jalan panjang. Bagi saya, film ini memberikan pengalaman menonton yang kuat dengan perpaduan cerita, visual, dan pesan sosial yang mendalam. Saya memberikan nilai 7,5/10 karena film ini berhasil menghadirkan karakter utama yang berkesan dan kritik sosial yang tajam, meskipun beberapa bagian ceritanya terasa berjalan cukup lambat.