Hayuning Ratri Hapsari | Rizky Melinda Sari
Ulasan Novel 'Kapan Kau Bilang Wo Ai Ni?' (Dok. Pribadi/rizkymelinda)
Rizky Melinda Sari

Belum selesai patah hati karena diputuskan secara sepihak, malah dijodohkan dengan lelaki yang menyebalkan? Itulah yang dirasakan Saskia dalam novel 'Kapan Kau Bilang Wo Ai Ni?'. Penasaran bagaimana perjalanan asmara Saskia yang jodohnya berada di tangan sang ibu? Simak ulasannya berikut ini!

Identitas Buku

Judul buku: Kapan Kau Bilang Wo Ai Ni?

Penulis: Awie Awan

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Jumlah halaman: 288 Halaman

Sinopsis Novel 'Kapan Kau Bilang Wo Ai Ni?'

Saskia mengira malam itu ia akan dilamar, nyatanya justru diputusin. Padahal ia sudah berdandan, sudah wangi, sudah cantik, dan siap menyambut kebahagiaannya. Saskia haus merelakan makeup-nya porak-poranda dan luntur oleh air mata.

Tampkanya, semesta pun masih mau mempermainkan Saskia, karena tak lama kemudian dia bertemu Edwin. Ganteng sih dan kelihatannya cukup mapan. Tapi, ya ampun... tingkahnya belagu banget dan lidahnya setajam silet. Yang lebih menyebalkan, pertemuan tak disengaja itu malah berlanjut dan terjadi berkali-kali bikin Saskia benci sama cowok itu.

Yang bikin Saskia syok, ternyata mamanya dan ibu Edwin saling kenal, bahkan diam-diam berniat menjodohkan mereka dengan segala macam cara.

Luka hati Saskia belum sepenuhnya sembuh dan segala hal tentang perjodohan dengan Edwin hanya membuat kepalanya semakin sakit. Tapi mengapa hatinya justru bertanya-tanya kapan ucapan wo ai ni terucap dari bibir Edwin?

Merelakan Orang Lama untuk Bertemu Orang Baru

Poin pertama yang aku dapatkan setelah membaca novel ini adalah, terkadang kita harus merelakan orang lama agar bisa bertemu dengan orang baru. Meskipun prosesnya terkadang menyakitkan dan 'makan hati' seperti yang Saskia alami, tapi jika kita berpikir positif, sebenarnya putus dengan orang lama justru akan mendekatkan kita pada orang baru yang mungkin akan menjadi jodoh kita di masa depan.

Berlarut-larut menghabiskan waktu yang lama dengan orang yang salah hanya akan membuat kita sakit hati berkepanjangan. Belum lagi move on yang susah, terlanjur banyak kenangan yang sudah terekam dalam memori. Bukan keputusan mudah, tapi sekali kita berani mengambil langkah, ke depannya perasaan pun akan jadi lebih lega.

Awal Bertemu Misuh-misuh, Lama-lama Perasaan Sayang Tumbuh

Aku cukup suka dengan interaksi Saskia-Edwin saat awal-awal bertemu. Berawal dari kejadian tidak menyenangkan, berlanjut ke kebetulan-kebetulan yang sebenarnya tidak masuk akal, sampai akhirnya keduanya jujur pada perasaan masing-masing. Alurnya lumayan cepat, tapi perkembangan hubungan Saskia-Edwin tidak terasa dipaksakan.

Benar apa kata orang. Jangan membenci terlalu dalam, nanti malah suka. Benci dan cinta beda tipis, katanya. Percekcokan yang berlanjut, ditambah campur tangan mama Saskia dan ibu Edwin, akhirnya menumbuhkan benih-benih rasa suka dan percikan api cinta. 

Plot Twist Tak Terduga 

Aku sempat heran, kenapa mantannya Saskia memutuskan Saskia secara tiba-tiba, padahal bisa dibilang Saskia adalah perempuan yang nyaris sempurna. Cantik, berpendidikan, dari keluarga baik-baik dan cukup terpandang, bahkan ia juga punya usaha tokoh souvenir sendiri di salah satu mall. 

Hingga suatu hari, Saskia mendapati mantan pacarnya itu terlihat berduaan dengan sahabatnya sendiri. Sakit hati? Tentu saja. Tapi bukan ini plot twist utamanya. Ada alasan lain yang lebih tidak terduga yang menjadi motif kenapa sang mantan memutuskan hubungan begitu saja dengan Saskia!

Usaha Calon Besan yang Tak Kenal Menyerah

Mama Saskia dan ibu Edwin sudah menyusun rencana sedemikian rupa, mulai dari rencana mempertemukan Saskia dan Edwin agar terlihat seperti 'takdir' lewat kejadian-kejadian tak terduga yang sebenarnya udah mereka atur, sampai makan malam bersama yang berakhir dengan Saskia dan Edwin saling mempermalukan diri sendiri.

Lucu juga melihat duo sahabat (mama Saksia dan ibu Edwin) berusaha menjodohkan anak mereka. Padahal pertemuan awal Saskia dan Edwin saja sudah dipenuhi cancian dan lirikan permusuhan dari keduanya. 

Saat Masa Lalu kembali Datang

Sayangnya, ketika hubungan Saskia dan Edwin sudah mulai ada 'lampu hijau', masa lalu Edwin datang lagi. Hal ini tentu membuat Saskia galau. Padahal dia dan Edwin sudah memilih berdamai dan jadi lumayan dekat.

Bagaimanakah akhir kisah Saskia dan Edwin yang berawal dari musuhan ini? Apakah usaha kedua mama mereka berhasil membawa Saskia dan Edwin ke hubungan yang lebih serius? Siapakah sebenarnya mantan pacar Edwin yang tiba-tiba muncul kembali saat Edwin sudah mulai membuka hati untuk Saskia?

Temukan jawabannya di novel 'Kapan Kau Bilang Wo Ai Ni?'. Buat kamu yang lagi mencari bacaan ringan dengan tema enemy-to-lovers, urban romance, dan kisah cinta yang unyu-unyu gemes, novel yang satu ini tidak boleh dilewatkan!