Lintang Siltya Utami | Sherly Azizah
Naykilla (instagram/naykillaaa)
Sherly Azizah

Coba baca ulang tiga kata berikut pelan-pelan: "My Mine Gueh". Sudah kerasa aneh belum?

Saya sampai mengulang judul lagu ini tiga kali di kepala sebelum akhirnya menekan tombol play, karena rasanya ada yang janggal banget. Bayangkan saja, "my" itu artinya "milikku", "mine" juga berarti "milikku", ditambah lagi "gueh" yang notabene bahasa gaul untuk "aku".

Jadi kalau diterjemahkan mentah-mentah, judulnya kurang lebih "milikku milikku aku", penegasan kepemilikan sampai tiga lapis dalam satu judul saja. Reaksi pertama saya waktu itu cuma bisa mengernyitkan dahi sambil membatin, "ini niat bikin judul apa niat bikin orang garuk-garuk kepala?"

Saya sempat menduga ini cuma gimmick receh ala lagu-lagu viral TikTok yang sengaja dibuat aneh biar orang penasaran dan akhirnya klik. Tapi begitu lagunya benar-benar mengalun dari awal sampai habis, saya justru dibuat terkejut sendiri, sebab telinga saya diam-diam mulai ikut menikmati, bahkan tanpa sadar saya sudah menggumamkan liriknya di putaran kedua.

Kalau bicara konteks, saya jadi paham kenapa Naykilla berani pasang judul seaneh itu. Lagu ini mengusung genre yang ia sebut sendiri sebagai hipdut, gabungan hip-hop, trap, dan dangdut dengan produksi yang terasa modern dan enerjik.

Tema besarnya sebetulnya sederhana, soal seseorang yang sedang jatuh cinta dan dengan percaya diri menegaskan bahwa pasangannya harus jadi miliknya seorang, tanpa ruang untuk saingan lain.

Relevansinya dengan situasi sekarang pun cukup kena, mengingat fenomena anak muda zaman sekarang yang baru resmi pacaran saja sudah buru-buru saling panggil "papa" dan "mama".

Jadi judul yang tadinya terkesan aneh itu ternyata sengaja dibuat berlebihan untuk menegaskan rasa posesif ala anak muda masa kini yang serba gemas dan terang-terangan, bukan sekadar typo yang lucu-lucuan.

Secara garis besar, lagu ini bercerita tentang pertemuan dua orang yang sedang dimabuk asmara, lengkap dengan karakter perempuan yang percaya diri, genit, dan tidak malu menunjukkan ketertarikannya. Intinya lagu ini bercerita dari momen janjian bertemu di hari Sabtu sampai akhirnya berujung pada pernyataan posesif yang jadi inti lagu ini.

Nah, di sinilah letak keunikan yang bikin saya akhirnya luluh juga. Kalau dikuliti satu per satu, larik pembuka soal janji ketemu hari Sabtu itu sebenarnya cuma gambaran situasi kencan biasa, tapi ada satu baris yang menurut saya justru jadi bumbu paling seru, yaitu ketika mata sang pasangan mulai "lirik cewek lain" dan langsung ditegur dengan nada genit, "coba lihat aku, aku paling laku".

Baris ini terasa seperti sindiran ringan buat siapa pun yang gampang tergoda pandangan lain padahal sudah punya pasangan yang jauh lebih percaya diri. Lalu masuk ke bagian reff yang jadi jantung lagu ini, di mana ada pengulangan penegasan bahwa si "dia" hanya boleh jadi miliknya seorang, "pilih aku, pilih satu, yang lain enggak boleh".

Di titik inilah judul yang tadinya bikin saya bingung justru jadi masuk akal, sebab repetisi kata kepemilikan itu memang sengaja dibangun sejak dari judul sampai ke liriknya, menciptakan kesan posesif yang playful, bukan posesif yang menyeramkan.

Ada juga baris yang menurut saya menyimpan pesan lebih dalam dari sekadar candaan, yaitu "pake baju pasar aku masih sabi, buat cewek yang di sana jangan gampang menyerah". Baris ini diam-diam menyisipkan pesan self-love, bahwa rasa percaya diri tidak ditentukan oleh harga baju yang dipakai. Bagian ini menurut saya jadi nilai plus, karena pesan soal kepercayaan diri perempuan diselipkan tanpa terasa menggurui, dibungkus lewat nada yang catchy dan mudah diikuti.

Soal kelebihan, saya rasa kekuatan MMG ada pada production value yang enerjik dan lirik yang gampang nempel di kepala meski awalnya terdengar aneh. Kekurangannya, mungkin bagi pendengar yang mencari lirik dengan makna mendalam sejak baris pertama, lagu ini terasa agak flat karena lebih mengutamakan vibe ketimbang narasi yang kompleks.

Lagu ini cocok buat siapa saja yang butuh lagu ceria buat teman nyetir santai atau bikin konten receh di media sosial. Kesan yang tertinggal buat saya sederhana, judul aneh bukan jaminan lagu jelek, malah kadang justru itu daya tariknya.

Identitas Karya

Judul: MMG (My Mine Gueh)
Penyanyi/Pencipta: Naykilla feat. Jemsii
Tahun rilis: 2026
Genre: Hipdut (Hip-hop, Trap, Dangdut)
Durasi: sekitar 2-3 menit