The Last Sunrise merupakan film drama romantis tahun 2026 yang diadaptasi dari novel Anna Todd, penulis seri After. Disutradarai oleh Carlson Young dengan skenario Anna Klassen, film ini dibintangi Maia Reficco sebagai Oriah Ry Pera, Fernando Lindez sebagai Julián García, serta Eva Longoria sebagai Isolde Pera, ibu Ry. Berdurasi sekitar 106 menit, karya Amazon MGM Studios ini dirilis secara global di Prime Video pada 26 Agustus 2026 dan tersedia untuk wilayah Indonesia sejak tanggal tersebut.
Sentuhan Kasih Sayang Ibu dan Harapan untuk Hidup
Cerita berpusat pada Ry, mahasiswa perguruan tinggi sekaligus penari yang menderita tuberous sclerosis, kondisi genetik yang menyebabkan kejang epilepsi. Setelah serangan di panggung, dokter menawarkan pilihan: obat yang membuatnya merasa tumpul secara emosional atau operasi otak yang berisiko menghilangkan memori. Ry kemudian menemani ibunya ke Mallorca, Spanyol, di mana Isolde menangani proyek properti. Di sana, Ry bertemu Julián, pemuda lokal dari keluarga nelayan yang kehidupan dan mata pencahariannya terancam oleh rencana pembangunan hotel milik perusahaan Isolde. Hubungan keduanya berkembang di tengah konflik keluarga, rahasia masa lalu Isolde dengan Mateo (ayah Julián), serta memburuknya kondisi kesehatan Ry yang diam-diam menghentikan pengobatan agar dapat merasakan hidup sepenuhnya.
Review Film The Last Sunrise
Film ini menggabungkan elemen coming-of-age, romansa musim panas, dan refleksi tentang mortalitas serta kontrol diri. Visual Mallorca yang indah—pantai, matahari terbit, dan suasana Mediterania—mendukung narasi dengan baik. Chemistry antara Reficco dan Lindez terasa alami dalam momen-momen santai, sementara Longoria memberikan kedalaman pada peran ibu yang overprotektif namun penuh cinta tersembunyi. Akan tetapi, plot cenderung dapat diprediksi, konflik properti terasa melodrama, dan pengembangan emosional terkadang terburu-buru sehingga bobot drama kesehatan tidak sepenuhnya mengena.
Overall, The Last Sunrise berhasil menyampaikan pesan tentang memilih hidup di saat ini daripada terus menanti masa depan yang tidak pasti. Ry belajar merangkul momen, sementara hubungan ibu-anak menjadi inti yang sama pentingnya dengan romansa. Ending film menghindari tragedi terminal klasik: Ry bertahan setelah krisis kesehatan yang memaksa keputusan operasi, dengan memori yang perlahan kembali, membuka kemungkinan hubungan yang berlanjut.
Salah satu adegan paling emosional terjadi ketika kondisi Ry memburuk secara signifikan. Setelah berbagi kebenaran tentang penyakitnya dengan Julián dan tidur di pantai, ia mengalami kejang berat. Momen ini menggambarkan kerapuhan tubuh dan ketakutan akan kehilangan identitas serta kenangan yang baru saja dibangun. Keputusan operasi yang melibatkan Isolde dan Julián menambah lapisan ketegangan emosional: pilihan antara keselamatan fisik dan risiko kehilangan diri sendiri. Adegan tersebut menyentuh karena memperlihatkan cinta yang bukan sekadar romantis, melainkan pengorbanan dan penerimaan atas realitas yang tidak ideal.
Adegan paling romantis berpusat pada momen-momen intim di laut dan matahari terbit. Perjalanan bersama di perahu, di mana keduanya saling mendekat di bawah langit malam Mallorca, menciptakan suasana hangat dan penuh ketertarikan. Puncaknya adalah ketika mereka menyaksikan matahari terbit bersama di pantai. Bagi Ry yang sebelumnya merasa masa depannya telah ditentukan oleh penyakit, momen tersebut menjadi simbol kebebasan dan kegembiraan sederhana—melakukan sesuatu semata-mata karena keinginan, bukan kewajiban medis. Adegan ini, disertai chemistry visual yang kuat, menonjolkan keindahan romansa yang tulus di tengah ketidakpastian.
The Last Sunrise menawarkan pengalaman menonton yang indah secara visual dan menyentuh secara emosional bagi penggemar romansa dewasa muda. Meskipun tidak sepenuhnya orisinal dalam struktur, film ini berhasil menyampaikan tema hidup seutuhnya dengan tulus. Tersedia di Prime Video Indonesia sejak 26 Agustus 2026, karya ini cocok ditonton bagi mereka yang mencari kisah musim panas yang memadukan keindahan, konflik batin, dan harapan. Rating pribadi: 7/10.
Baca Juga
-
Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik
-
Review Film The Doll Ghawiah: Misteri Boneka Berdarah Paling Menakutkan!
-
Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama
-
Ngeri Banget! Serial Carrie Buktikan Cyberbullying Jauh Lebih Kejam dari Kutukan
-
Ulasan Film Laut Bercerita: Ketika Suara Demokrasi Dibungkam dengan Paksa!
Artikel Terkait
-
Cheongdam International High School Tayang 2027, Ini Daftar Pemain Utamanya
-
Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO
-
Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime
-
Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min
-
Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop
Ulasan
-
Review Film All of You: Ketika Sains Ikut Campur dalam Urusan Cinta
-
Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik
-
Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel
-
Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca
-
Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah
Terkini
-
SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026
-
Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!
-
Sukses Besar, Serial Carrie Resmi Lanjut Musim 2 Gandeng Mike Flanagan
-
Sinopsis Wild and Radiant, Dracin Romantis Fan Shi Ran dan Qin Xiao Xuan
-
Tantangan Finansial Gen Z: Gaji Buat Hidup, Tagihan, Healing, dan Tabungan