Lintang Siltya Utami | Tarassa Q.
Petualangan Sherina 2 (IMDb)
Tarassa Q.

Petualangan Sherina 2 merupakan kelanjutan kisah Sherina dan Sadam setelah mereka tumbuh dewasa. Film Indonesia yang memadukan komedi, musikal, laga, dan petualangan ini kembali digarap oleh Riri Riza sebagai sutradara dengan Mira Lesmana di kursi produser. Sherina Munaf dan Derby Romero juga kembali memerankan karakter ikonik yang dahulu mempertemukan mereka dalam Petualangan Sherina (2000).

Kali ini, cerita membawa keduanya ke lingkungan dan persoalan yang jauh lebih serius. Film ini juga menghadirkan sejumlah wajah baru, seperti Ardit Erwandha, Chandra Satria, Randy Danistha, Kelly Tandiono, Quinn Salman, dan Isyana Sarasvati. Filmnya dapat disaksikan melalui Prime Video.

Ketika Petualangan Berubah Menjadi Misi Penyelamatan

Petualangan Sherina 2 (IMDb)

Cerita berpusat pada Sherina yang telah menjadi jurnalis televisi. Rencana pekerjaannya berubah ketika tugas peliputan yang semula membawanya ke Swiss harus dialihkan ke Kalimantan. Di tempat tersebut, ia tidak menyangka akan kembali berhadapan dengan Sadam, teman masa kecilnya. Sadam kini bekerja sebagai pengelola program konservasi orang utan. Pertemuan mereka menjadi kesempatan untuk mengingat kembali berbagai kenangan masa lalu, meskipun kehidupan keduanya telah berkembang ke arah yang berbeda.

Situasi berubah ketika Sayu, seekor anak orang utan, dirampas oleh kelompok pemburu satwa liar. Penculikan tersebut ternyata bukan tindakan kriminal biasa karena berada di balik jaringan yang berkaitan dengan perdagangan dan koleksi satwa. Dedi menjadi salah satu pelaku utama di lapangan, sementara Syailendra dan Ratih memiliki kepentingan yang lebih besar dalam rencana tersebut.

Sherina tidak tinggal diam. Ia mengajak Sadam mengejar para penculik dan berusaha membawa Sayu kembali ke habitat yang semestinya. Perjalanan tersebut membuat mereka harus menghadapi berbagai hambatan, mulai dari pengejaran hingga pertarungan dengan pihak-pihak yang ingin menggagalkan penyelamatan. Hubungan keduanya pun kembali diuji karena mereka harus menyatukan cara berpikir dan kemampuan yang berbeda.

Aksi, Musik, dan Nostalgia yang Berpadu

Petualangan Sherina 2 (IMDb)

Setelah menonton film pertamanya, saya merasa penasaran untuk melanjutkan cerita melalui Petualangan Sherina 2. Perbedaan paling terasa tentu terletak pada usia kedua karakter utama. Sherina dan Sadam tidak lagi digambarkan sebagai anak-anak yang menjalani petualangan sederhana, melainkan sebagai dua orang dewasa dengan pekerjaan, tanggung jawab, dan persoalan masing-masing.

Meski begitu, saya tetap menikmati alur filmnya. Unsur musikal yang menjadi identitas waralaba ini masih dipertahankan, tetapi kini dipadukan dengan adegan laga dan konflik yang lebih rumit. Beberapa adegan perkelahian membuat perjalanan Sherina dan Sadam terasa lebih dinamis. Menurut saya, perubahan tersebut cukup masuk akal karena karakter mereka telah berkembang seiring waktu.

Saya juga masih menyukai chemistry antara Sherina dan Sadam. Interaksi keduanya terasa natural dan mampu mempertahankan nuansa persahabatan yang sudah dibangun sejak film pertama. Tone film pun menurut saya tetap memiliki kesinambungan meskipun skala ceritanya lebih besar.

Salah satu bagian yang paling saya sukai adalah ketika Sherina mengikuti seseorang yang mencurigakan di tengah hutan. Ia kemudian menyadari adanya sesuatu yang tidak beres dan memilih mengamati situasi secara diam-diam dari balik batang pohon. Adegan tersebut langsung mengingatkan saya pada Petualangan Sherina pertama. Momen semacam ini membuat sekuelnya terasa seperti kelanjutan yang menghargai memori penonton lama tanpa hanya bergantung pada nostalgia.

Di balik petualangannya, film ini menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Perlindungan orang utan menjadi salah satu persoalan utama yang menunjukkan dampak buruk eksploitasi hutan dan perdagangan satwa. Film ini juga mengingatkan bahwa hewan liar seharusnya hidup bebas di habitat alaminya, bukan dijadikan barang koleksi demi kepentingan manusia.

Selain persoalan lingkungan, film ini menekankan pentingnya kerja sama. Sherina dan Sadam memiliki karakter serta kemampuan yang berbeda, tetapi perbedaan tersebut justru dapat menjadi kekuatan ketika mereka mampu berkomunikasi dan bekerja bersama. Hubungan persahabatan juga diperlihatkan melalui pentingnya keterbukaan agar kesalahpahaman tidak semakin besar.

Menurut saya, Petualangan Sherina 2 masih layak ditonton bersama anak-anak karena menyelipkan nilai edukatif melalui kisah yang menghibur. Penonton juga dapat belajar bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai rencana. Sherina sendiri harus menghadapi perubahan arah dalam pekerjaannya dan menemukan pengalaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Film ini mengajarkan bahwa terkadang perubahan justru membawa seseorang menuju sesuatu yang lebih dibutuhkan.

Keberanian mengambil keputusan juga menjadi nilai penting. Dalam kondisi genting, seseorang tidak selalu memiliki waktu panjang untuk mempertimbangkan setiap pilihan. Sikap tenang, tegas, dan berani bertindak menjadi modal untuk menghadapi keadaan darurat.

Secara keseluruhan, Petualangan Sherina 2 berhasil menghadirkan reuni dua karakter lama dengan persoalan yang lebih dewasa tanpa kehilangan ciri khas musikal dan petualangannya. Perpaduan nostalgia, aksi, humor, musik, serta isu konservasi membuat film ini tetap menyenangkan sekaligus memiliki pesan yang relevan. Bagi saya, kekuatan utamanya terletak pada chemistry Sherina dan Sadam serta keberhasilannya menghubungkan masa lalu dengan kehidupan mereka sekarang. Penilaian saya untuk film ini adalah 7,5/10.