Buku Pergi ke Pasar adalah salah satu bagian dari seri Buku Pertamaku: Bermain dan Belajar. Biasanya, orang tua khawatir saat membawa anak balita untuk ikut ke tempat umum yang selalu penuh keramaian, seperti pasar. Kekhawatiran itu sering kali berupa khawatir jika anak terdesak-desak saat berbelanja.
Namun melalui buku ini, Watiek Ideo dan Nindia Maya mengubah kekhawatiran itu dengan mengajak orang tua mengenal perspektif anak.
Bagi orang dewasa, pasar hanya tempat transaksi jual-beli untuk kebutuhan harian. Tetapi, bagi anak balita di mana pun ia berada, semua tempat terlihat seperti ruang bermain. Pasar juga bisa menjadi salah satu media pembelajaran menyenangkan, sebab anak bisa mengenal jenis sayuran, warna buah, berinteraksi dengan orang sekitar, dan sebagainya. Dan yang tak kalah penting, anak bisa belajar mandiri dan mengenal perbedaan ekspresi setiap orang.
Cerita ini dimulai saat Mama mengajak sang anak pergi ke pasar. Tentu saja ajakan itu membuat anak bersemangat, sebab di sana ia bisa merasakan suasana pasar yang dikelilingi oleh berbagai aktivitas di pasar.
Di tengah keramaian pasar, anak melihat ekspresi wajah orang-orang di sekitarnya. Seperti saat ia melihat ada anak sebaya dengannya yang sedang berlarian tak sengaja menabrak seorang ibu hingga belanjaan terjatuh. Anak itu terlihat menyesal, berbeda dengan ekspresi ibu itu yang terlihat terkejut dan kesal.
Semakin menelusuri pasar, anak dapat melihat semakin beragam ekspresi wajah orang yang ia temui. Sebagai contoh, anak mengenal ekspresi bingung melalui orang yang memilih belanjaan, tetapi belum memutuskan ingin membeli yang mana.
Saat di pasar, anak yang merasa haus ingin membeli minuman dingin, tetapi yang ia inginkan sudah habis sehingga anak pun mengeluarkan ekspresi sedih. Jadi, tak hanya mengenali ekspresi orang lain, anak juga bisa mengenali perasaan sendiri yang ditunjukkan melalui ekspresi wajahnya.
Melalui buku Pergi ke Pasar, penulis ingin memperlihatkan bahwa ekspresi wajah setiap orang itu berbeda-beda sesuai dengan perasaan yang sedang mereka rasakan.
Alih-alih mengambil latar belakang di rumah, penulis justru mengajak anak merasakan pengalaman langsung untuk melihat beragam ekspresi dan aktivitas di luar rumah, salah satunya dengan pergi ke pasar.
Tak hanya itu, anak menjadi bisa bersosialisasi dengan sekitarnya. Anak tidak takut berinteraksi dengan orang lain, berani bertanya kepada penjual saat menginginkan produknya, dan sebagainya.
Buku ini cocok untuk orang tua yang ingin mengajarkan sosial-emosional sejak dini kepada anak usia balita. Orang tua bisa mulai mengenalkan secara perlahan pada anak untuk belajar berani saat berinteraksi dengan orang lain, mengamati lingkungan sekitar dan mengetahui perbedaan ekspresi dari setiap orang.
Pada buku anak, ilustrasi juga bagian terpenting untuk membuat cerita semakin menyenangkan. Ahmad Taufiq sebagai ilustrator mengilustrasikan ekspresi wajah yang sesuai dengan cerita.
Ilustrasi ini menjadi visualisasi yang memudahkan anak dalam belajar mengenal ekspresi wajah, sehingga lebih terkoneksi dengan cerita yang sedang dipelajari. Ilustrasi dengan pemilihan warna yang cerah, menggemaskan dan sangat jelas membantu anak yang belum lancar membaca tulisan bisa lebih memahami emosi orang-orang melalui bentuk ekspresi wajah saja.
Secara keseluruhan, buku ini dikemas dengan pemilihan kata sederhana dan ilustrasi ekspresif yang membuat cerita semakin menyenangkan. Buku ini menjadi salah satu rekomendasi untuk mendampingi anak untuk bisa belajar mengenal lingkungan sekitarnya.
Identitas Buku
- Judul: Pergi ke Pasar
- Penulis:Watiek Ideo & Nindia Maya
- Ilustrator: Ahmad Taufiq
- Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
- Tahun Terbit: 2019
- Tebal Buku: 42 Halaman
- ISBN: 978-623-216-335-5
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Pasar Saham RI Tak Baik Saja Pekan Ini, Asing Bawa Kabur Dana Rp690,19miliar
-
Saham AS Dibawa ke Blockchain, FLOQ dan Ondo Finance Jajaki Akses di Indonesia
-
Menguji Nyali di Lapak Pasar, Pemuda Kebayoran Lama Ini Kini Bangun Bisnis Digital
-
Modal Asing Kembali ke Indonesia, Investor: Asal Jangan Cuma Omon-omon
-
Bulog Gelontorkan Beras Premium ke Ritel-ritel Modern di Kota Besar Seluruh Indonesia
Ulasan
-
Kesegaran Komedi Pengusutan Misteri dalam Film 'The Sheep Detective'
-
Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu
-
Suicide Awareness Month: 5 Novel yang Mengajarkan Pentingnya Support System
-
Memaknai Cinta Bagi Orang Dewasa di Novel Hingga Ujung Cakrawala
-
Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan
Terkini
-
Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan
-
Sinopsis Mame to Mugi, Drama Jepang Dibintangi Saito Asuka dan Tomita Miu
-
Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening
-
Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan
-
Manga Gachiakuta Kembali Hiatus Tanpa Jadwal Kembali, Fans Harus Menunggu