Drama The Affair Was Just the Beginning baru aja menayangkan episode terakhirnya tadi malam. Seperti alurnya yang sejak awal memang misterius dan penuh plot twist, akhir cerita drama ini juga di luar dugaan saya sebagai penonton. Sebelum lanjut, sebaiknya saya kasih warning di awal. Tontonan ini mengandung beberapa adegan yang tidak cocok ditonton oleh anak di bawah umur. Ada unsur hubungan sesama jenis juga yang mungkin membuat sebagian orang merasa tidak nyaman.
Sekarang kita lanjut. Jadi, The Affair Was Just the Beginning merupakan drama bergenre dark-comedy yang bercerita tentang keluarga influencer bernama Park Kyung-hee (Kim Hye-soo) atau terkenal dengan nama Kapten Park. Ia memiliki suami seorang aktor yang memiliki nama asli Lim Jae-hong (Park Ji-hoon) yang hidup di bawah bayang-bayang istrinya. Mereka memiliki anak perempuan bernama Lim Ye-ji.
Dari luar, keluarga ini tampak sempurna dan harmonis. Namun, semua itu berubah ketika rumor perselingkuhan Jae-hong mencuat. Konflik semakin rumit ketika Ye-ji bersama anak tetangga mereka, Joo Min-seo terlibat dalam kasus tabrak lari yang korbannya berakhir meninggal dunia. Dan yap, persis seperti judulnya, rupanya perselingkuhan di drama ini hanya permulaan dari semua masalah yang terjadi.
Hanya dengan total 8 episode, drama ini menyajikan alur yang sat-set. Di setiap episode, nyaris nggak ada adegan yang terbuang. Eksekusinya pun terasa cukup memuaskan. Apalagi didukung dengan akting dan chemistry yang apik sekaligus solid dari bintang papan atas, seperti Kim Hye-soo, Kim Ji-hoon, hingga Choi Yeo-jeong.
Namun, sejujurnya, saya sangat menyayangkan selipan hubungan sesama jenis antara Ye-ji dan Min-seo. Alih-alih jadi sepasang kekasih, jika keduanya digambarkan sebagai teman dekat pun saya rasa tidak terlalu berdampak pada keseluruhan alur. Hanya saja, mungkin bisa ada perubahan di kejadian tabrak lari di mana Ye-ji terkesan melindungi Min-seo yang sebenarnya bersalah saat itu. Meski kebenaran dari kematian pria yang jadi korban tabrak lari itu benar-benar di luar dugaan saya.
Jadi, memang seperti yang sempat saya singgung di awal. Ini bukan sekadar cerita perselingkuhan dan konflik rumah tangga orang. Setiap episode selalu ada kejutan yang bikin penonton ternganga. Awalnya kita dibuat percaya si A yang salah, tapi kemudian muncul fakta lain yang tidak kalah mengejutkan.
Soal komedi, bisa dibilang tergantung selera masing-masing penonton, ya. Tapi, beberapa adegannya berhasil bikin saya ketawa. Beberapa penonton mengatakan, lucu tapi sekaligus penuh ironi.
Yang paling bikin ngakak itu menurut saya adegan di episode terakhir. Mulai dari adegan pertengkaran hingga ketika Lim Jae-hong bikin rencana dadakan untuk menabrak Na Do yang merupakan saudara kembar pria yang ditabrak anak-anak. Yang bikin ini lucu adalah rencana itu gagal gara-gara mobil yang dikendarai Jae-hong otomatis mengerem setelah mendeteksi akan ada tabrakan. Mana Park Kyung-hee dan Ahn Soo-jung yang berada di lokasi kejadian sudah berlari menjauh.
Kemudian ekspresi mereka di akhir ketika tahu semua kebenarannya juga kerasa "dapet" banget kesalnya. Bayangkan saja, mereka sudah kelimpungan nyembunyiin jasad sampai harus membunuh orang lain, tapi ternyata pelakunya adalah orang lain. Ini jadi plot twist buat keluarga Ye-ji dan Min-seo yang dari awal mengira anak-anak merekalah yang sudah menyebabkan pria tersebut meninggal dunia.
Terlepas dari semuanya, ketika menonton episode terakhir, masih ada hal-hal yang terasa mengganjal bagi saya. Penyelesaian kasus agak terkesan terburu-buru. Penyelidikan dari pihak kepolisian pun menurut saya kurang maksimal. Padahal ada tiga orang yang menghilang, tapi tanpa mencari di mana jasad mereka berada, polisi sudah menutup kasus dengan menghukum seseorang yang tidak bersalah hanya karena pernah terlibat perkelahian dengan salah satu korban. Ironisnya lagi, atasan polisi yang menyelidiki kasus ini pun bahkan mengatakan bahwa mereka harus menyelesaikan kasus ini secepat mungkin, sekalipun harus memalsukan bukti.
Melalui drama ini, kita ditunjukkan bahwa segala sesuatu yang tampak di media sosial tidak selalu menggambarkan kehidupan nyata seseorang. Seperti halnya Park Kyung-hee yang dikenal sebagai kreator sukses ternyata di dunia nyata menghadapi masalah perselingkuhan hingga terlibat dalam tindak kriminal. Selain itu, dari para karakter utama drama ini kita belajar jika keserakahan dan ambisi buta seseorang untuk mempertahankan reputasi sosial pada akhirnya bisa membuat moralitasnya hancur hingga mengabaikan sistem hukum dan keadilan.
Secara keseluruhan, The Affair Was Just the Beginning mungkin memang bukan drama yang cocok ditonton bersama keluarga dan anak-anak. Namun, buat kalian yang butuh tontonan menghibur sekaligus bikin mikir, drama ini bisa jadi pilihan untuk masuk watchlist.
Baca Juga
-
Gaji Pertama Anak Muda: Awal Kemandirian atau Jebakan Finansial?
-
Usia 20-an dan Rasa Cemas soal Masa Depan: Mengupas Makna Lagu Takut
-
Bukan Sekadar Berkarya, Menulis Bisa Bikin Hati dan Pikiran Lebih Lega
-
Tabungan Jadi Dana Bertahan, Salah Kelola atau Konsekuensi Keterbatasan?
-
Dewasa Ternyata Melelahkan: Bedah Makna di Balik Lagu 'Masa Mudaku Habis'
Artikel Terkait
Ulasan
-
Lewat Hiruk-Pikuk Pasar, Buku Ini Ajarkan Anak Mengenal Beragam Ekspresi Wajah
-
Otopsi Sunyi tentang Harapan dan Keputusasaan dalam Film 'Interstellar'
-
The Whisper Man: Sajikan Visual Mencekam namun Naskah Terlalu Formulaik
-
The Psychology of Selling: Seni Berbisnis dan Memahami Pelanggan
-
Review Film Above and Below: Liburan Jadi Perang untuk Merebut Kendali
Terkini
-
IdeaFest 2026 Angkat Tema Re:Humanize, Soroti Peran Manusia di Tengah Perkembangan AI
-
Burnout dan Tekanan Harus Selalu Kuat: Perempuan Juga Berhak Merasa Lelah
-
Gunung Meletus, Ekonomi Mampus? Saatnya Ubah Stigma "Siaga" Jadi Cuan
-
Menembus Batas, Menyapa Cengkeh: Petualangan KKN Paling Berkesan di Tanah Dengeng-Dengeng
-
Hutan yang Ditinggalkan