Lintang Siltya Utami | Dini Sukmaningtyas
Drama Korea Mystic Pop-up Bar (asianwiki)
Dini Sukmaningtyas

Kalau ada kedai makan yang bisa menyelesaikan masalah hidup, mungkin banyak orang akan rela antre. Masalahnya, kedai dalam drama Korea Mystic Pop-up Bar punya syarat yang agak merepotkan. Kedai ini cuma buka malam hari, bisa didatangi orang mati, dan pemiliknya punya misi menyelesaikan masalah puluhan ribu orang.

Premisnya memang terdengar tidak masuk akal, namun di sinilah daya tariknya. Setiap pelanggan datang dengan masalah yang berbeda dan harus dibantu melalui dunia mimpi. Ada cerita yang lucu, ada yang bikin kesal, ada pula yang pelan-pelan berubah menjadi menyedihkan.

Lantas, seberapa berhasil Mystic Pop-up Bar mengolah premis absurd ini menjadi cerita yang menarik untuk diikuti? Simak ulasan lengkapnya.

Premis Absurd yang Disusun Rapi

Mystic Pop-up Bar bercerita tentang Wol Ju (Hwang Jung Eum), pemilik kedai malam misterius yang punya misi menyelesaikan masalah 100.000 manusia.

Wol Ju dibantu Han Kang Bae (Yook Sung Jae), pemuda yang punya kemampuan membuat orang mengungkapkan isi hati hanya lewat sentuhan, serta Chief Gwi (Choi Won Young), sosok dari akhirat. Untuk membantu para pelanggan, mereka harus masuk ke dalam mimpi dan mencari akar persoalan yang selama ini mengganggu hidup mereka.

Misi tersebut membawa ketiganya bertemu dengan berbagai macam pelanggan dan masalahnya masing-masing. Namun, di balik cerita para pelanggan, tersimpan hubungan dengan masa lalu Wol Ju, Kang Bae, dan Chief Gwi yang perlahan menjadi konflik utama drama.

Saya suka karena drama ini tidak menjadikan unsur fantasi sebagai pajangan semata. Kemampuan Kang Bae, misalnya, memang digunakan untuk menciptakan situasi komedi, tetapi di sisi lain juga menjelaskan kenapa ia merasa kesulitan menjalani kehidupan sosial. Hal-hal supernatural dalam cerita punya fungsi terhadap karakter, bukan sekadar dibuat supaya dramanya terlihat unik.

Komedinya Kena, Dramanya Tidak Kehilangan Bobot

Kekuatan lain Mystic Pop-up Bar ada pada kemampuannya menjaga keseimbangan antara komedi dan drama. Ini penting karena ceritanya menyentuh hal-hal seperti kematian, kehilangan, penyesalan, sampai persoalan emosional yang cukup berat. Kalau porsinya salah, drama ini bisa terasa terlalu muram atau justru terlalu bercanda.

Untungnya, kelucuan Wol Ju dan Kang Jae sering menjadi jeda yang pas. Tingkah mereka membuat cerita tidak terasa berat terus-menerus. Chemistry ketiga karakter utamanya juga membantu, terutama karena hubungan mereka berkembang secara natural.

Bagian yang menurut saya paling kuat justru cerita pelanggan. Tidak semuanya memiliki dampak emosional yang sama, tetapi beberapa di antaranya berhasil membuat kita melihat konflik dari sudut pandang yang berbeda.

Kekurangannya, ada beberapa momen emosional yang terasa terlalu dipaksakan. Drama ini kadang terlihat ingin memastikan penonton menangis setelah sebelumnya dibuat tertawa. Namun, secara keseluruhan, perpindahannya masih cukup mulus.

Misteri Masa Lalu yang Membuat Ceritanya Utuh

Kalau hanya mengandalkan cerita para pelanggan, mungkin Mystic Pop-up Bar akan terasa seperti drama episodik yang selesai setelah satu kasus berakhir. Untungnya, ada konflik utama yang perlahan mengambil porsi lebih besar, yaitu hubungan masa lalu para karakter utama dan alasan di balik misi Wol Ju.

Bagian ini menjadi pengikat yang membuat 12 episode terasa punya makna dan tujuan. Penonton yang awalnya datang untuk melihat kekacauan di kedai perlahan dibuat penasaran dengan identitas dan hubungan ketiga karakter tersebut. Informasinya juga tidak langsung ditumpahkan sekaligus, sehingga ada alasan untuk terus mengikuti episode berikutnya.

Saya justru merasa bagian masa lalu ini menjadi salah satu alasan kenapa drama tersebut lebih berkesan dibanding sekadar drama fantasi biasa. Ada konsekuensi dari kejadian masa lalu yang akhirnya harus mereka hadapi di kehidupan sekarang.

Meski penyelesaiannya mungkin terasa cukup mudah ditebak bagi penonton yang terbiasa dengan drama fantasi Korea, drama ini tetap berhasil memberikan penutup yang memuaskan.

Jadi, kalau ditanya apakah premis absurd-nya berhasil dieksekusi, menurut saya iya. Buat yang sedang mencari drama Korea dengan cerita ringan tetapi tetap punya konflik yang berbobot, Mystic Pop-up Bar layak masuk daftar tontonan.