Tipikal male lead petantang-petenteng dengan background mentereng memang menjadi daya tarik suatu drama. Itu yang saya temui ada satu drama pendek China bertajuk Undercover Affair.
Melansir Mydramalist, Undercover Affair merupakan drama yang diadaptasi dari web novel Ai Zai Tian Yao Di Dong Shi karya Zong Zheng Da Ren yang mengusung genre romance, thriller, dan crime. Drama ini resmi rilis pada 2 April - 12 April 2024 di platform Youku. Sekali tengok, penonton bakal dibuat jatuh hati pada visual dan karakter Sen, sang male lead.
Misi Di Balik Layar yang Mendebarkan
Undercover Affair mengisahkan Ling Yi (Han Le Yao), seorang mantan narapidana yang bekerja serabutan demi menyambung hidup. Dia bahkan menjajal pekerjaan di dunia malam sambil menyelidiki keterlibatan Kuntai Group pada kematian bibinya. Namun, malam apes pun datang. Ling Yi harus berhadapan dengan A Sen (Leo Yang), seorang petinggi sekaligus tangan kanan owner Kuntai Group yang memintanya untuk bekerja sama.
Dengan dalih menjalin hubungan romantis, A Sen yang ternyata adalah mata-mata berpengaruh dari kepolisian, berniat mencari bukti kejahatan Kuntai Group dan menangkap ketuanya yakni A Kun (Qi Hang) dan sang istri Elena (Zhou Yuting).
Bahaya demi bahaya dijalani bersama dengan intensitas romansa yang candu. Akankah A Sen dan Ling Yi sukses menuntaskan misi mereka? Atau apakah kisah mereka bakal berakhir selepas semuanya selesai?
Tense Pekat yang Membuat Terbawa Perasaan
Cengar-cengir sendiri, itulah saya saat menonton drama ini. Sejujurnya, saya langsung terpikat dengan visual Leo Yang yang manis, maskulin, dan agak petantang-petenteng. Fisiknya juga terlihat bagus dan proporsional, tidak seperti kebanyakan aktor yang kurus berlebihan. Daya tariknya mirip dengan Yang Yang dari drama Firework of My Heart sih. Kendati begitu, yang paling menjiwai adalah gaya petantang-petenteng dan juga bahasa mata yang kuat banget. Asli keren.
Sedangkan Han Le Yao sebagai gadis kikuk juga terasa natural. Ekspresi bingung, takut, tapi harap-harap cemasnya yang kontras dengan lawan main tuh ngena banget. Aktingnya terasa dalam, santai, tapi tetap membiarkan magnet utama ada pada karakter male lead yang kuat, dominan, dan petantang-petenteng tadi. Bagi saya, chemistry semacam ini sangat candu dan tidak membuat bosan.
Intensitas romansanya tidak lebay, dan jatuhnya justru smooth ala-ala yang membuat penonton salah tingkah. Dipandu dengan sinematografi yang ber-tone dingin, dan misterius. Penonton tidak hanya diajak terbawa perasaan dengan tense romantisme yang disajikan, tapi juga tense mendebarkan demi misi yang dijalankan.
Nuansa CEO Kental dan Gemerlap Underground
Seperti kebanyakan drama pendek China lainnya, Undercover Affair tidak luput dari nuansa ala-ala CEO. Walau di sini di-recycle dengan genre thriller dan crime tentang pihak kepolisian dengan bos underground ya. Meski begitu, dari menit pertama pun aroma dominasi tercium kuat kok.
Drama ini juga menyajikan romantisme yang membuat terbawa perasaan, baik hubungan para karakter utama sampai stigma bare minimum seorang gentleman. Yah, masih jenis drama yang membuat delusional, berhalusinasi, cengar-cengir sendiri, dan terbawa perasaan sampai ubun-ubun lah. Kendati begitu, saya menemukan beberapa hal yang cukup membuat mood nonton anjlok sih.
Pertama, bisnis underground seadanya. Oke saya mengerti kalau ini adalah drama pendek, tapi bisnis Kuntai Group betul-betul disajikan sangat minimalis. Nyaris tidak ada konflik berat, atau ya kegiatan khas underground lah.
Kedua, plot membosankan di tengah-tengah episode. Bagi saya ada beberapa hal yang sebaiknya tidak perlu ditambahkan dalam drama ya. Jatuhnya cuma jadi pemanjang plot tanpa dampak krusial.
Ketiga, beberapa akting lebay tidak natural. Beberapa pemeran pendamping kedapatan cukup lebay dalam berakting, sehingga fake-nya kentara sekali. Atau ada beberapa scene yang kurang totalitas, terkesan seadanya, sehingga ekspektasi penonton terhadap vibes yang disuguhkan anjlok begitu saja. Amat disayangkan.
Dunia Malam Bukan Tontonan Segala Usia
Karena bernuansa underground tersebutlah, ada beberapa scene drama yang tidak bisa ditonton segala usia. Mulai dari klub malam, minum-minum, sistem pekerjaan hostess, sampai pada romansa berbahaya. Kendati bukan eksplisit dan vulgar, tetapi ada banyak perbedaan norma dan adat budaya yang bertabrakan dengan kita. Barangkali, drama ini layaknya mendapat rating 18+ ya.
Walau begitu, skema mata-mata yang menyusup ke suatu lembaga tuh keren banget. Di satu sisi dia harus memenuhi misi, di sisi lain harus terus berbaur dan bertahan agar tidak tertangkap. Esensi rasa berdebar, keraguan, dan kecerdikan diramu dengan menawan. Mungkin, kalau saja ide ini dieksekusi dengan lebih ciamik sebagai drama panjang, mungkin bakal lebih seru sih.
Anyway, saya memberikan nilai 6,8/10 untuk Undercover Affair.
Identitas Drama
- Judul: Undercover Affair
- Adaptasi: Web novel Ai Zai Tian Yao Di Dong Shi karya Zong Zheng Da Ren
- Sutradara: Tidak diketahui
- Genre: Romance, thriller, crime
- Rilis: 2 - 12 April 2024
- Platform: Youku
- Negara Asal: China
- Bahasa: Mandarin
- Jumlah Episode: 24
Baca Juga
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Terapi Gratis Anti-Stres: Keajaiban Memeluk Pohon yang Jarang Disadari
-
Dilema Ular Jelmaan Pembawa Pesan Petaka dan Tangis Mbah Darmi
-
Isekai Via Lemari dalam Film Narnia: The Lion, The Witch, and The Wardrobe
-
Ulasan Killing Season: Saat Dendam Masa Lalu Berujung Perang Gerilya yang 'Lanang Tenan'
Artikel Terkait
-
Bawa Teror dari Indonesia Timur ke Layar Lebar, Ini Review Jujur Film Suanggi: Ilmu Kutukan
-
Review Resident Evil: Hujan Fan Service yang Memanjakan Gamer Sekaligus Mengorbankan Ending
-
Mengupas Sisi Psikologis Film Iyus Jenius, Pentingnya Memberi Ruang Anak untuk Bersedih
-
Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis
-
Review Film Taboo: The Silent Day, Malapetaka di Balik Pengabaian Adat Bali
Ulasan
-
Nonton Ulang Your Name: Saat Gen Z Terhubung dengan Banyak Orang, tapi Merasa Kesepian
-
Review Film The Wrong Girls: Petualangan Telekinesis Dua Sahabat yang Rusuh
-
Merangkul Keragaman dengan Komedi di Buku Pahlawan Tanpa Tanda Tangan
-
Antara Fiksi dan Sejarah, Problematika Netflix di Serial Monster: The Lizzie Borden Story
-
Sarang de Chocolate: Toko Cokelat Misterius, Tempat Cinta dan Luka Menemukan Ruang untuk Pulih
Terkini
-
Demi Korban atau Selamatkan Muka? Menelanjangi Borok Penanganan Kasus di SMAN 1 Sentolo
-
Teaser Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Dirilis, Kisah Ale Ingin Akhiri Hidup
-
20 Webtoon Masuk Finalis World Webtoon Awards 2026, Voting Pembaca Dibuka
-
Sinopsis Extraordinary Attorney Minamida Minami, Drama Terbaru Ashida Mana
-
Demo Mahasiswa UINSA: Tuntut Transparansi Rektorat Tanpa Harus Merugikan Rekan Sendiri