"Tidak semua orang ingin fotonya diambil oleh paparazi pada saat yang tidak tepat." (The Woman in Cabin 10, bab 9).
The Woman in Cabin 10 merupakan sebuah novel misteri thriller karya Ruth Ware, penulis populer yang pernah menulis novel In a Dark, Dark Wood. Novel ini memadukan latar cerita yang tidak biasa, yakni terjadi sebuah pembunuhan di laut lepas dengan konflik psikologis yang dialami tokoh utamanya, sehingga membuat novel ini terasa mencekam berkali lipat dibanding biasanya.
Karakter Lo Blackblock dalam novel ini yang dibuat mengalami trauma perampokan sebelum naik kapal pesiar, meminum obat antidepresi, dan mengalami kecemasan mampu memercayai intuisinya ketika ia menyadari bahwa ada beberapa hal mengganjal yang ada di kabin nomor 10, tepatnya di kabin sebelahnya.
Melalui novel ini, para pembaca juga disadarkan bahwa masalah kesehatan mental seseorang tidak menjadikan seseorang tersebut sebagai orang yang tidak waras dan kerap dianggap berhalusinasi. The Woman in Cabin 10 menjadi sentilan agar masyarakat seharusnya tidak meremehkan kesaksian dari seseorang hanya karena orang tersebut memiliki riwayat gangguan kecemasan.
Sinopsis Novel The Woman in Cabin 10
The Woman in Cabin 10 mengisahkan tentang Lo Blacklock, seorang jurnalis majalah travel yang menggantikan atasannya untuk meliput pelayaran perdana sebuah kapal pesiar baru dari salah satu pengusaha muda. Sebelum meliput pelayaran, rumah Lo terlebih dahulu dirampok dan ia tidak bisa berbuat apa-apa di hari itu. Ditambah lagi, Lo memiliki trauma atau fobia berada di ruangan yang sempit dan gelap. Dikarenakan ia ingin berkenalan dan memiliki relasi dari orang-orang yang berkelas, Lo memaksakan diri untuk tetap meliput pelayaran di kapal tersebut selama 1 minggu.
Awalnya, semua baik-baik saja. Orang-orang menyambut ramah dirinya, pelayanan para staf kapal pesiar sangat baik hingga ia mendapati sebuah kamar di kabin yang nyaman. Namun, suasana baik itu tidak berlangsung lama, sebab pada dini hari ia bermalam di hari pertama, Lo mendengar suara seseorang yang berteriak dari arah balkon kamarnya.
Tidak lama setelah suara teriakan tersebut terdengar, ia mendengar suara sesuatu yang diceburkan ke dalam air. Karena ia panik dan ingin memastikan hal tersebut, Lo memutuskan untuk pergi ke balkon dan melihat pembatas antara kabinnya dengan kabin sebelah atau kabin 10 yang dilapisi oleh kaca transparan terdapat bercak darah.
Lo pun bergegas untuk memberikan laporan kepada petugas keamanan yang sedang mengawasi kabin, namun anehnya tidak ada satu pun dari pegawai yang ada di kapal pesiar mengenali seseorang yang ada di kabin 10. Mereka bersikeras menyatakan bahwa tidak ada satu pun tamu yang menempati kabin nomor 10.
Ketika kesaksiannya mulai dianggap sebagai ilusi, apalagi setelah mereka mengetahui tentang kondisi mental Lo, tujuan Lo mulai berubah. Ia tidak hanya meliput dan menjalin relasi dengan orang-orang penting, melainkan mulai mencari tahu kebenaran dari kejadian malam itu meskipun harus menerima teror untuk tidak ikut campur lebih jauh.
Kelebihan dan Kekurangan Novel
Penulis Ruth Ware sangat pandai membuat narasi yang menggambarkan rasa cemas, takut, dan bingung yang dialami oleh karakter utama, sehingga emosi yang dinarasikan tersebut berhasil tersampaikan dengan baik kepada para pembaca.
Selain itu, dengan karakter Lo yang memiliki kesehatan mental yang tidak baik-baik saja, serta berbagai kemungkinan yang logis digambarkan oleh petugas keamanan terkait pernyataannya mengenai kabin nomor 10 membuat para pembaca lama-lama ikut meragukan kesaksian yang dimiliki Lo, sehingga hal ini membuat para pembaca ikut menganalisis dan menemukan petunjuk-petunjuk kecil yang dituliskan oleh penulis.
Selain itu, pemilihan latar tempat di atas kapal pesiar mewah yang sedang berlayar di lautan lepas berhasil menciptakan suasana yang lebih mencekam dan suram. Dengan pemilihan latar tempat yang tidak biasa ini, para pembaca bisa merasakan ketakutan karakter utama yang tiba-tiba terjebak di satu tempat terpencil bersama dengan seorang pembunuh.
Di sisi lain, karena novel The Woman in Cabin 10 merupakan novel misteri thriller terjemahan, jika para pembaca yang tidak terbiasa membaca novel misteri terjemahan akan membutuhkan waktu lama untuk memproses bahasa yang diterjemahkan karena terjemahan novel ini lumayan kaku dan minim menggunakan bahasa santai.
Lalu, karena karakter utama dalam novel The Woman in Cabin 10 memiliki kondisi mental yang kurang stabil, berbagai keputusan yang diambilnya sepanjang cerita sering dianggap sebagai keputusan ceroboh, sehingga membuat sebagian pembaca merasa frustrasi ketika membacanya.
Jika para pembaca menyukai novel misteri thriller yang memiliki latar tempat tidak biasa, menyukai konsep perpaduan antara ketegangan dan kondisi psikologis, dan plot twist yang luar biasa, maka novel ini bisa dijadikan rekomendasi utama jika ingin membacanya. Namun, jika pembaca kurang menyukai terjemahan yang kaku dan kondisi karakter utama yang kurang stabil, maka novel ini bisa dijadikan pertimbangan kembali jika ingin membacanya.
Identitas Novel
- Judul: The Woman in Cabin 10
- Penulis: Ruth Ware
- Tahun Terbit: Juni 2016
- Penerbit: Noura Publishing (Edisi Terjemahan Indonesia)
- Tebal: 400 halaman
- ISBN: 9786232425026
- Genre: Misteri Thriller
Tag
Baca Juga
-
Oh My Guard Tayang Oktober, Intip Poster Jung Yong Hwa dan Hong Seung Hee!
-
Vakum 8 Tahun, Lee Chang Dong Garap Film Baru Berjudul Possible Love
-
Reuni Usai 10 Tahun, Yoo Yeon Seok dan Seo Hyun Jin Tampil Tegang di The Perfect Lie
-
Drakor What a Boss Wants Tayang November, Ini Daftar Pemain Utamanya!
-
Relatable! Ini Alasan Novel Harga Teman Cocok Dibaca Pejuang Quarter-Life Crisis
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Gundam Hathaway 2: Intrik Cinta Segitiga dan Bayang Trauma Masa Lalu
-
Review Crew Girl: Kisah Perjuangan Atlet Remaja Mempertahankan Impian!
-
Grow Wild, My Child: Saat Alam Menjadi Ruang Kelas Terbaik Anak
-
Nyore di Kyfein.id: Spot Hidden Gem yang Nyaman buat Nongkrong dan WFC
-
The Castle: Menyusuri Jalan Ketidakpastian Tiada Akhir Menuju Keterasingan
Terkini
-
Mengenal Danjong di The King's Warden, Raja Kecil yang Pernah Pimpin Joseon
-
Manga Romcom Akira Failing in Love Tembus 1 Juta Eksemplar di Seluruh Dunia
-
Mengejar DP Rumah vs Beli Pengalaman: Mengapa Gen Z Memilih Realistis?
-
Gaya Hidup Aesthetic ala Gen Z: Menikmati Keindahan atau Mengejar Standar?
-
Influencer Pamer Kekayaan di Tengah Krisis, Masihkah Layak Jadi Tontonan?